sign up SIGN UP

ENTERTAINMENT

Wenny Vanilla, Beauty Influencer yang Dulu Hampir Bunuh Diri Karena Dibully Bentuk Tubuhnya

Amelia Ayu Kinanti | Kamis, 15 Jul 2021 13:15 WIB
Wenny Vanilla, Beauty Influencer yang Dulu Hampir Bunuh Diri Karena Dibully Bentuk Tubuhnya
caption

Nama Wenny Dewanti alias Wenny Vanilla kini dikenal sebagai salah satu influencer kecantikan. Lewat akun instagramnya @wholovesvanilla, ia sering berbagi cerita soal menjaga kecantikan dan tubuhnya. Tapi siapa sangka, dulu ia menjadi korban perundungan atau bullying karena bentuk tubuhnya.

"Dari kecil aku dikarunia tubuh montok. Panggilan seperti Si Gendut, Si Bulat atau Si Montok udah akrab di telinga. dari kecil keluargaku juga sering membanding-bandingkan tubuhku. Semakin aku besar, semakin banyak yang menghina. Aku dipanggil 'Gentong', 'Buntelan', Truk' dan sebagainya.

Wenny bahkan masih ingat kejadian yang ia alami waktu duduk di kelas 3 SD. Saat itu ia pergi ke tukang jahit, untuk menjahit baju seragam. Lalu tukang jahit itu mengeluarkan komentar negatif soal tubuh Wenny.

"Tukang jahit itu bilang, 'Ya ampun ini anak gendut ya', dan kalimat itu masih aku ingat hingga sekarang," kenang perempuan yang kini berumur 35 tahun itu.

Dikomentari Negatif Oleh Orang-orang Terdekat

Wenny Dewanti-Beauty Influencer (Dokumentasi: Wenny Dewanti)Wenny Dewanti-Beauty Influencer (Dokumentasi: Wenny Dewanti)

Wenny berujar, sebenarnya yang paling membuatnya sedih adalah komentar negatif soal tubuhnya itu justru datang dari orang-orang terdekatnya. Mereka yang seharusnya mendukungnya. Orang-orang yang ia sayangi.

"Tapi sedihnya, mereka adalah orang-orang yang aku sayang, orang-orang yang aku looked up to, dan orang-orang yang opininya aku anggap penting. Sehingga ucapan mereka itu nusuk banget, and yet I still have to put on a happy face and be fine with all those hurtful words. Ketawa-ketawa seolah bodo amat, tapi sedih di dalam. Karena apa? Takut ditinggalkan. Jangan lupa, I adore and looked up to them so much," tutur Wenny lagi.

Bullying yang Wenny terima memang dibalut dengan nada seolah-olah becanda. Tapi yang mereka tak sangka adalah betapa kata-kata itu menyakitkan bagi Wenny. Menurut Ibu beranak satu ini, banyak yang tak paham perjuangannya untuk menurunkan berat badan dan dianggap bertubuh ideal oleh orang-orang terdekatnya itu. Tekanan-tekanan yang ia alami malah membuatnya semakin stres dan mengalami emotional eating, dan membuat bobotnya bertambah lagi.

Mengalami Gangguan Pola Makan Lalu Ingin Bunuh Diri

Wenny Dewanti-Beauty Influencer (Dokumentasi: Wenny Dewanti)Wenny Dewanti-Beauty Influencer (Dokumentasi: Wenny Dewanti)

Wenny mengenang masa-masa ia berumur 24 tahun. Saat itu ia merasa benci dengan diri dan tubuhnya. Ia merasa sangat rendah diri hingga tak sanggup melihat dirinya sendiri di depan cermin.

"Saat itu beratku sekitar 95kg, dengan tinggi 160cm. Bully-an yang kuterima makin sering," ujarnya.

Ia semakin frustasi. Segala cara ia coba untuk menurunkan berat badan dengan kilat, mulai dari konsumsi berbagai obat, hingga sengaja memuntahkan makanan yang ia makan. Singkat cerita, karena tak kuat lagi menghadapi rasa tak percaya dirinya, Wenny memiliki keinginan bunuh diri.

Akhirnya Menerima Keadaan Tubuhnya dan Memulai Pola Hidup Sehat

Wenny Dewanti-Beauty Influencer (Dokumentasi: Wenny Dewanti)Wenny Dewanti-Beauty Influencer (Dokumentasi: Wenny Dewanti)

Wenny bercerita ia mulai merasa mentalnya mulai tidak sehat. Ia sering menangis tanpa alasan hingga mengalami kesulitan tidur (insomnia). Di titik itu ia merasa harus bangkit dan menerima tubuhnya.

"Aku mulai mau menerima bahwa memang saat ini aku mengalami overweight. Tapi itu tak berarti selamanya. Aku juga berusaha mengubah gaya hidupku menjadi lebih sehat," jelas Wenny.

Ia merasa dirinya lebih tenang saat ia mulai menerima keadaan. Ia tak lagi menolak membeli baju berukuran besar. Memulai pola makan lebih sehat dan olahraga pun terasa lebih ringan karena ia merasa lebih ikhlas melakukannya.

Sekarang menurut perempuan yang juga mahir berbahasa Korea ini, ia sudah memahami, bahwa arti cantik tak harus kurus. Ia lebih fokus untuk membuat tubuhnya sehat. Kini ia pun tak lagi terobsesi dengan angka di timbangan atau ukuran baju.

"I already come to an understanding that we are all human, and changes are normal. People in any size, has their own beautiful. I look up on some of my old pics and I just realized, I was actually pretty in my own way back then. Sayang pada masa itu sama sekali nggak bisa menghargai," tutup Wenny.

(ayk/ayk)

Our Sister Site

mommyasia.id