sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Cari Tahu Kenapa Kamu Bisa Terjebak Dalam Virtual Feeling

Risma Oktaviani | Jumat, 04 Jun 2021 13:30 WIB
Cari Tahu Kenapa Kamu Bisa Terjebak Dalam Virtual Feeling
Virtual feeling yang bikin baper / foto: freepik.com
Ilustrasi orang yang sedang berada dalam hubungan virtual
Hubungan virtual / freepik.com

Kok bisa sih orang jatuh cinta padahal belum pernah ketemu langsung?

Di era yang serba digital ini, banyak orang yang menghabiskan waktu berkomunikasi secara online. Apalagi sejak adanya aplikasi kencan untuk mencari jodoh, dari yang sekedar bermain-main menghabiskan waktu luang sampai yang serius cari jodoh secara online.

Mulai dari Tinder, sampe cari jodoh via Whatsapp. Atau bahkan, penggunaan media sosial yang secara tidak sengaja mempertemukan kamu dengan orang yang kebetulan sefrekuensi dengan kamu. Mulai dari saling balas tweet, terus lanjut dm-an, kemudian kamu merasa dia orang yang asik sampe pada akhirnya kamu dan dia tukeran nomor whatsapp untuk interaksi yang lebih intens. 

Tapi emang bisa orang bener-bener jatuh cinta secara virtual?

Interaksi yang berjalan baik menyebabkan perasaan nyaman
Munculnya perasaan / freepik.com

Bisa.

Sebagaimana dilansir dari Elite Daily, menurut dating coach Diana Dorell, mungkin banget kok seseorang punya hubungan emosional yang kuat dengan orang lain meskipun belum pernah bertemu di dunia nyata. Apalagi dengan bertukar pap (post a picture) dan voice note saat chatting, atau bahkan video call, membuat adanya ketertarikan fisik terhadap orang lain.

Gak bisa dipungkiri bahwa mempunyai teman ngobrol lewat aplikasi sedikit banyak bisa menghapus rasa kesepian, apalagi jika obrolannya nyambung dan sefrekuensi dibumbui dengan sedikit flirting, yang bisa-bisa membuat perutmu serasa dipenuhi kupu-kupu yang sedang beterbangan.

Love language ‘words of affirmation’ bisa jadi penyebab munculnya perasaan

Kata-kata manis dapat membuat beberapa orang terpikat
Kata-kata manis / freepik.com

Berbicara soal love language, setiap orang punya cara yang berbeda untuk menyampaikan atau mengekspresikan rasa cinta terhadap orang lain, salah satunya ‘words of affirmation’. Seseorang dengan love language yang satu ini, paling senang mendengar ekspresi verbal seperti “kamu ternyata asik juga ya”, “ada cerita apa hari ini?”, “semangat yaa!”, atau bahkan ekspresi verbal yang mengarah ke flirting seperti “makasih sayang, kamu cantik/keren banget”.

Chatting secara intens membuat keduanya mengekspresikan bentuk dorongan, penegasan, rasa empati, saling menghargai, dan saling mendengarkan dengan penuh semangat. Bagi orang yang suka pada kata-kata afirmasi, mereka menemukan kepuasan tersendiri melalui penguatan positif atau melalui pujian yang menyoroti sesuatu yang mereka lakukan atau bagaimana mereka ingin dilihat.

Bagi sebagian orang, kata-kata mungkin tampak gak bermakna, tetapi bagi orang-orang yang bahasa cintanya adalah words of affirmation, di balik setiap kata terdapat samudra makna yang bekerja untuk memperkuat atau melemahkan sebuah hubungan. Sehingga, tidak bisa dipungkiri bagi sebagian orang, hanya dengan chat saja bisa membuat mereka merasa bahagia. 

Perasaanmu nyata tapi hubunganmu semu

pikirkan lagi untuk mengambil keputusan
dilema / freepik.com

Ga ada salahnya memiliki perasaan dan menjalin hubungan khusus dengan seseorang yang kamu kenal secara virtual.  Meskipun kamu cari jodoh online serius, tapi kamu harus sadar bahwa hubungan virtual itu semu. Kalau salah satu dari kamu gak ada inisiatif untuk bertemu, coba saja kamu ajak dia duluan.

Kalo kamu hanya sebatas penasaran atau dia yang mencari-cari alasan, sebaiknya coba dipikirkan ulang. Sebelum terlalu jauh dan sebelum pada akhirnya kamu merasa sudah membuang-buang waktu, jangan sampai hubungan semu itu membuat luka nyata meskipun belum sempat bertemu.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id