sign up SIGN UP

ENTERTAINMENT

Season 4 Serial '13 Reasons Why' Hadir! Ini Pelajaran Hidup yang Bisa Kamu Petik

Friska NR | Senin, 08 Jun 2020 18:00 WIB
Season 4 Serial '13 Reasons Why' Hadir! Ini Pelajaran Hidup yang Bisa Kamu Petik
caption

Serial populer Netflix, 13 Reasons Why, kini telah memasuki season 4. Season terakhir ini mulai tayang 5 Juni 2020 dan akan hadir dalam 10 episode.

image
13 Reasons Why Casts/imdb.com

13 Reasons Why merupakan serial yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Jay Asher. Tayang perdana pada 2017, serial ini bermula dengan kisah seorang remaja SMA bernama Hannah Baker (Katherine Langford) yang memilih mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Sebelumnya, ia mengirimkan 13 kaset berisi rekaman suara kepada teman-temannya yang mengungkapkan alasan-alasan ia bunuh diri, diantaranya akibat dari perundungan hingga pelecehan seksual.

Kisah serial 13 Reasons Why berlanjut di season 2 dengan lebih mendalami kehidupan pahit Hannah yang dikisahkan teman-temannya di pengadilan. Sementara di season 3, Bryce Walker (Justin Pentice) yang merupakan salah satu pelaku pelecehan terhadap Hannah, dikisahkan tewas terbunuh.


Sebagai season penutup, di season 4 para tokoh tengah dihadapkan dengan mempersiapkan hari kelulusan yang semakin dekat. Di sisi lain, mereka harus berjuang untuk menyimpan rapat-rapat rahasia kelam di masa lalu karena dapat mengancam masa depan mereka.

image
13 Reasons Why/imdb.com

Meski serial ini pernah menjadi perdebatan karena dianggap memberi gambaran jelas tentang bunuh diri, kekerasan dan aksi balas dendam remaja, 13 Reasons Why juga memiliki pelajaran-pelajaran hidup dan pesan moral yang bisa dipetik oleh para penontonnya. Ini dia 5 di antaranya!

1. Bullying bukan hal remeh

image
Hannah Baker/imdb.com

Mau dilakukan kapanpun, dimanapun, oleh siapapun, tindakan bullying tidak bisa dibenarkan dan dianggap remeh. Tindakan ini dapat memberikan dampak besar hingga korbannya dapat kehilangan kepercayaan diri, merasa tidak berharga, depresi hingga mengarah pada tindakan fatal seperti yang dilakukan Hannah.

2. Berpikirlah sebelum berucap

image
Jessica Davis/imdb.com

Mungkin bagi kita sepele atau hanya bermaksud bergurau, namun perkataan bisa jadi sangat menyakitkan bagi orang lain. Terlebih kata-kata bullying yang keras dan tajam seperti yang diterima Hannah semasa hidup. Meskipun hanya dilontarkan via pesan teks atau media sosial, cacian dan perkataan yang merendahkan tetap memiliki imbas yang besar pada perasaan dan kondisi mental korbannya.

3. Seperti halnya perkataan, hati-hati juga dalam bertindak

image
Hannah dan Jessica/imdb.com

Terkadang orang bisa bersikap kejam dan egois. Namun bagaimana jika kitalah yang selama ini berlaku kejam dan egois tanpa disadari? Hal ini yang dialami oleh teman-teman Hannah.

Mereka memperlakukan Hannah secara tidak adil bahkan menjadikannya sebagai kambing hitam agar menghindari dari masalah. Tidak ada yang benar-benar mempertimbangkan tindakan mereka saat itu. Tidak ada yang menyadari bahwa mereka telah berlaku jahat sampai Hannah mengungkapkannya di kaset rekaman yang ia buat sebelum bunuh diri.

4. Seseorang yang terlihat baik-baik saja belum tentu sedang baik-baik saja

image
Hannah Baker/imdb.com

Meski mengalami berbagai hal yang mengganggu pikirannya, Hannah tidak pernah menunjukkan kepada orang tuanya bahwa ada hal yang tengah berkecamuk dalam dirinya.

Tidak ada yang tahu bahwa gadis yang tampak baik-baik saja ternyata tengah menanggung rasa sakit dan depresi yang begitu dalam. Bahkan orang-orang terdekatnya tidak tahu ia sedang menyiapkan skenario di kepalanya untuk melakukan tindakan fatal.

5. Memendam emosi seorang diri dapat memperburuk keadaan

image
Hannah Baker/imdb.com

Entah karena merasa tidak aman atau takut dihakimi, banyak orang yang memilih memendam lukanya seorang diri alih-alih membagikannya dengan orang lain. Tindakan ini banyak dipilih untuk melindungi diri sendiri, namun justru kerap menjadi bumerang pada kondisi mental. 

Respon seseorang yang acap kali menggampangkan dan menganggap korban "terlalu baperan" membuat banyak yang lebih memilih untuk diam. Sebagai anggota keluarga atau teman, kita sebaiknya selalu menunjukkan rasa empati dan menjadi pendengar yang baik sehingga orang terdekat tahu bahwa masih ada yang peduli padanya.

Itu dia deretan pelajaran hidup yang bisa kita ambil dari serial 13 Reasons Why. Jika kamu butuh konsultasi mengenai depresi atau melihat seseorang ingin melakukan aksi bunuh diri, kamu bisa menghubungi nomor darurat Kementerian Kesehatan di 119. 

(kik/kik)

Our Sister Site

mommyasia.id