Benarkah Semua Keungan Keluarga Harus Dikelola Istri?
Memulai pernikahan sama dengan memulai pengelolaan keuangan rumah tangga. Keuangan yang biasanya kamu kelola sendiri, setelah menikah tentunya akan mengalami perubahan.
Di masa awal pernikahan, mungkin ada beberapa istri yang menerima saja jumlah uang belanja rumah tangga yang diberi suami, karena semua masih terasa cukup. Seiring berjalannya waktu, anak lahir, biaya sekolah muncul, harga-harga kebutuhan pokok naik sehingga membutuhkan pengelolaan keuangan yang tepat. Dari situlah perselisihan kecil dalam rumah tangga akan bermunculan. Akankah semua keuangan harus dikelola istri agar mudah mengatur segala kebutuhan?
Entah keduanya atau salah satu yang bekerja dalam keluarga, kadang menyisakan perselisihan dalam pengelolaan keuangan. Sejatinya, rumah tangga adalah tanggung jawab berdua, suami dan istri sebagai kolaborasi untuk mencapai keberhasilan dalam memenuhi semua kebutuhan rumah tangga.
Pengelolaan keuangan dalam keluarga perlu disepakati untuk menghindari perselisihan. Suami dan istri sebagai satu kesatuan tim harus menyadari hak dan kewajiban masing-masing. Selain itu, juga harus menyelaraskan pos-pos dan tujuan keuangan, untuk menghindari terjadinya perselisihan yang berujung perceraian. Perlu diwaspadai, angka perceraian di Indonesia terus meningkat yang sebagian besar didominasi oleh masalah keuangan.
Ada beberapa hal dalam pengelolaan keuangan keluarga yang bisa disepakati, yaitu:
Sistem 1 Keranjang
![]() Ilustrasi suami istri bekerja / unsplash.com (Marten Bjork) |
Masing-masing bekerja, atau salah satu yang bekerja tidak menjadi permasalahan. Penghasilan baik dari suami dan istri dijadikan satu keranjang pemasukan. Apapun pengeluaran rumah tangga akan ditanggung bersama.
Sistem 2 Keranjang
![]() Ilustrasi keuangan 2 keranjang / unsplash.com (jihyun) |
Sistem keuangan ini terpisah antara suami dan istri. Keuangan diatur hampir sama seperti saat sebelum menikah. Saat menikah pengelolaan keuangan hanya mengalami sedikit perubahan untuk menanggung bersama pengeluaran rumah tangga yang telah disepakati. Kelemahan sistem ini yaitu tidak transparannya gaji dan pengeluaran pribadi masing-masing.
Semua Uang Milik Istri atau Suami
![]() Ilustrasi keuangan dipegang istri / unsplash.com (Sharon McCutcheon) |
Pengelolaan keuangan ini menyerahkan sepenuhnya kepada salah satu pasangan, biasanya pada istri. Meskipun istri berpenghasilan, uang istri sepenuhnya menjadi hak milik istri, karena baik kebutuhan keluarga maupun nafkah menjadi tanggung jawab suami.
Tipe pengelolaan ini biasanya dilakukan jika penghasilan suami mencukupi untuk semua kebutuhan keuangan keluarga. Jika sudah mempercayakan keuangan kepada salah satu pihak, wajib dikontrol dengan terbuka dan tetap mempertimbangkan prioritas bersama.
Apapun tipe pengelolaan keuangan yang kamu pilih, komunikasikan dengan baik dengan pasangan ya. Kelola keuangan yang baik akan mencapai tujuan keuangan yang sehat, sehingga hal-hal yang ditakutkan tidak akan terjadi.
Selain kesepakatan juga perlu kedisiplinan dan komitmen bersama. Setelah disiplin dan komitmen dimiliki, perlu juga didukung pengetahuan yang baik dalam mengelola gaji atau pendapatan dengan mengikuti pelatihan atau seminar yang mendukung.


