sign up SIGN UP

Pertama di Jakarta Selatan, Lactose Intolerance Bisa Minum Kopi Tanpa Waswas di Kedai Kopi Nabati Ini

Febriyani Rahmania | Rabu, 13 Oct 2021 14:45 WIB
Pertama di Jakarta Selatan, Lactose Intolerance Bisa Minum Kopi Tanpa Waswas di Kedai Kopi Nabati Ini
Pertama di Jakarta Selatan, kedai kopi ini sajikan menu dengan susu bebas laktosa yang terbuat dari tumbuhan. (Foto: Mad For Coffee)
Jakarta -

Lima tahun terakhir, terpantau keberadaan kedai kopi di Jakarta semakin menjamur. Hal ini membuktikan bahwa peminat kopi di Jakarta terbilang tinggi. Terlebih ketika menu kopi susu menjadi tren di setiap kedai kopi.

Kendati begitu, nggak semua orang bisa menikmati menu tersebut, terutama bagi orang-orang dengan lactose intolerance atau intoleransi laktosa. Melihat permasalahan tersebut, Chandra Revo, mendirikan Mad For Coffee, kedai kopi plant-based yang ramah bagi lactose intolerance.

Di lain sisi, tidak banyak kedai kopi yang menyediakan susu alternatif dan terjangkau mengakomodasi kebutuhan orang-orang dengan intoleransi laktosa. Padahal, menurut data yang didapat oleh Mad For Coffee, sekitar 70-100% penduduk Asia mengalami kesulitan dalam menyerap laktosa.

Kedai kopi.Kedai kopi vegan Mad For Coffee. / Foto: Mad For Coffee

"Kami memiliki gol agar Mad for Coffee juga dapat menjadi pionir kedai kopi nabati di Indonesia dan dikenal oleh semua lapisan masyarakat. Dengan harga yang terjangkau, kami berharap masyarakat mau mencoba untuk beralih pilihan kopi dengan susu berbasis nabati karena tidak hanya rasanya sama-sama enak, susu nabati juga cenderung lebih sehat dan lebih ramah lingkungan," jelas Chandra Revo, salah satu pendiri dan CEO dari Mad For Coffee.

Berlokasi di Mad Grass, Jl. Asem II No. 27, Cipete, Jakarta Selatan, Mad For Coffee digadang-gadang sebagai kedai kopi nabati pertama di Jakarta Selatan, yang menyajikan kopi berkualitas tinggi menggunakan 100% susu nabati dengan 100% biji kopi arabika.

Bantah Stereotip Kopi Vegan Mahal dan Tidak Enak

Hadirnya Mad For Coffee juga membantah adanya stereotip segelas kopi plant-based atau vegan relatif tidak enak dan mahal. Dibanderol sekitar Rp28 ribu-Rp38 ribu, harga produk kopi Mad For Coffee terbilang relatif standar untuk harga kopi di area Jakarta Selatan.

Kedai kopi.Kedai kopi./ Foto: Mad For Coffee

"Butuh waktu sekitar enam bulan untuk kami melakukan research terhadap produk latte kami. Kami telah mencoba beberapa biji kopi dari merek dan daerah yang berbeda juga mencoba hampir semua semua jenis susu nabati yang tersedia di pasaran untuk menemukan perpaduan yang sempurna antara kopi dan susu nabatinya," kata pria yang akrab disapa Revo ini.

Lebih lanjut, kedai kopi ini menggunakan campuran biji kopi dari tiga asal daerah berbeda, yaitu Toraja, Aceh, dan Jawa Barat, yang menghasilkan kombinasi sempurna antara rasa ringan, manis, dan nutty.

kopiIlustrasi kedai kopi./ Foto: pexels.com/Ketut Subiyanto

Dibuka sejak April 2021 lalu, Mad For Coffee baru diresmikan pada Sabtu (10/10), dengan mengangkat isu fast fashion, yang juga menyumbang 10% dari total emisi dan pencemar air terbesar kedua setelah industri pertanian. Bertajuk Pesta Tangan Kedua, grand opening ini menghadirkan bazaar, peragaan busana bersama sekolah mode ESMOD, jual barang bekas influencer, pertunjukan musik live vinyl, tarot reading, dan pertunjukan sulap.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fer/fer)

Our Sister Site

mommyasia.id