sign up SIGN UP

Hati-Hati! Memberi Semangat kepada Teman Ternyata Termasuk Toxic Positivity?

Cynthia Claudia | Selasa, 24 Aug 2021 22:45 WIB
Hati-Hati! Memberi Semangat kepada Teman Ternyata Termasuk Toxic Positivity?
caption
Jakarta -

Bercerita dengan teman terdekat atau seseorang yang dipercaya merupakan salah satu solusi ketika kamu menghadapi masalah yang berat. Dengan begitu, kamu berharap akan merasa terhibur dan dapat menemukan solusi permasalahannya.

Namun, apakah kalian pernah menyadari bahwa kata-kata menghibur yang jadi penyemangat ini ternyata berdampak negatif bagi kesehatan mentalmu? Situasi ini disebut sebagai toxic positivity.

Seseorang yang mendapatkan toxic positivity akan mulai mengabaikan emosi negatif yang tertuangkan ke dalam pikirannya. Hal ini berarti semua permasalahan akan selalu dijalani dengan positive mindset karena cara itu merupakan yang terbaik untuk menjalani kehidupan. Namun, apa arti toxic positivity sebenarnya?

Arti Toxic Positivity

Toxic positivity
Toxic positivity/ Foto: Pexels/Liza Summer

Toxic positivity merupakan suatu kondisi ketika seseorang menuntut dirinya ataupun orang lain untuk memprioritaskan pikiran positif dan menolak pikiran negatif. Membangun sudut pandang positif memang baik, namun jika pikiran negatif juga dihindari, hal ini ternyata dapat berakibat buruk.

Seseorang yang menghadapi toxic positivity akan menghindari emosi negatif seperti kecewa, marah, ataupun sedih terhadap suatu kejadian. Penolakan emosi negatif ini dalam jangka panjang berakibat buruk pada kesehatan mental, seperti merasakan sedih, cemas, dan depresi berkepanjangan.

Emosi negatif sebenarnya penting untuk dirasakan dan dibagikan kepada orang lain agar seseorang merasa lebih baik.

Ciri-ciri Toxic Positivity

Toxic positivity
Toxic positivity/ Foto: Pexels/Liza Summer

Toxic positivity biasanya ditunjukkan melalui ucapan seseorang. Mereka selalu menunjukkan kalimat motivasi yang terkesan positif dan membangun, namun sebenarnya menyembunyikan emosi negatif. Berikut ciri-ciri yang menunjukkan seseorang berada dalam toxic positivity sebagai contoh:

  • Memberikan kata semangat, namun disertai dengan pernyataan yang seperti meremehkan, contohnya “Kamu kurang bekerja keras! Masa begitu saja nggak mampu.”
  • Mengucapkan kalimat yang menunjukkan perbandingan diri dengan orang lain. Contohnya ”Kamu lebih beruntung dari orang di sekitarmu, karena banyak dari mereka yang lebih menderita darimu.”
  • Mengucapkan kalimat yang menyalahkan orang lain ketika menghadapi masalah, “Coba lihat sisi positifnya dari masalah ini. Lagi pula, masalah ini terjadi karena kamu ada salahnya juga, kan?”

Ucapan kalimat positif yang dilontarkan bermaksud untuk menguatkan orang lain dan sebagai rasa simpati terhadap masalah yang dialaminya. Namun, apa yang berlebihan itu tidak baik jadi mengadopsi pikiran positif secara sepenuhnya dan mengabaikan emosi negatif juga pada dasarnya kurang baik.

Toxic positivity
Toxic positivity/ Foto: Pexels/Liza Summer

Jadi, untuk menjaga kesehatan mental kalian dalam jangka panjang, sebaiknya menghindari toxic positivity dengan merasakan dan mengelola emosi negatif kalian dan coba untuk memahami perasaan diri sendiri, serta hindari membandingkan masalah.

Beauties, jangan lupa untuk memerhatikan ucapanmu ketika menyemangati orang lain. Bisa jadi, apa yang kamu katakan termasuk dalam toxic positivity!

(sim/sim)

Our Sister Site

mommyasia.id