sign up SIGN UP

LIFE

3 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Berat Badan Susah Turun

Lulu Lukyani | Minggu, 23 May 2021 17:30 WIB
3 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Berat Badan Susah Turun
caption
Jakarta -

Bagi kamu yang mengisi pagi hari dengan bangun telat dan melakukan semua aktivitas dengan terburu-buru, ini saatnya kamu mengubah kebiasaan tersebut. Pasalnya, kebiasaan di pagi hari dapat memengaruhi energi tubuh ketika beraktivitas sepanjang hari.

Kebiasaan buruk di pagi hari bisa memberikan efek negatif terhadap metabolisme tubuh. Alhasil, kamu yang sedang menjalani program diet akan kesulitan jika tetap mengulang kebiasaan yang salah di pagi hari. Dilansir dari detikhealth, berikut adalah 3 kebiasaan di pagi hari yang bikin berat badan susah turun.

1. Bangun terlalu pagi

Ilustrasi bangun tidur
Ilustrasi bangun tidur/Freepik

Bangun terlalu pagi atau tidur terlalu malam dapat menyebabkan masalah pada metabolisme tubuh.

Seth Santoro, nutrisionis asal Los Angeles, mengatakan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan tubuh membakar lebih sedikit kalori, sulit mengontrol nafsu makan, dan meningkatkan kadar hormon kortisol.

2. Tidak minum air putih

Ilustrasi minum air putih
Ilustrasi minum air putih/Freepik

Langsung mengonsumsi kopi atau melahap sarapan di pagi hari tanpa terlebih dulu minum air putih adalah kebiasaan yang salah di pagi hari. Untuk meningkatkan metabolisme tubuh, kamu harus memenuhi kebutuhan cairan, salah satunya dengan minum air putih setiap bangun tidur.

Lisa Jubilee, seorang nutrisionis, mengatakan bahwa minum air putih setiap pagi dapat membantu tubuh menjadi lebih berenergi. Selain itu, kadar hormon kortisol berada dalam tingkat tertinggi pada 20-30 menit setelah bangun tidur. Mengonsumsi kafein di waktu tersebut justru membuat toleransi tubuh terhadap kafein semakin meningkat.

3. Melewatkan sarapan

Ilustrasi sarapan
Ilustrasi sarapan/Freepik

Siapa bilang melewatkan sarapan pagi akan membantumu menurunkan berat badan? Kebiasaan melewatkan sarapan justru memperlambat metabolisme tubuh. Berdasarkan sebuah studi di University of Hohenheim, Jerman, melewatkan sarapan dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit metabolik yang menjadi faktor risiko penyakit diabetes.

Selain itu, ketika tubuh merasa lapar, ia akan berhenti membakar kalori sehingga proses metabolisme pun menurun. Oleh sebab itu, Dr. Matt Tanneberg dari Arcadia Health and Wellness Chiropractic mengatakan, sarapan sangat penting agar tubuh dapat berfungsi normal dan mampu membakar kalori.

(mel/mel)

Our Sister Site

mommyasia.id