sign up SIGN UP

LIFE

Berkeringat Saat Tidur? Kamu Mungkin Alami 6 Penyakit Ini

Henny Alifah | Selasa, 15 Sep 2020 14:00 WIB
Berkeringat Saat Tidur? Kamu Mungkin Alami 6 Penyakit Ini
Penyebab Berkeringat Saat Tidur/ Foto: Freepik.com

Kamu naik ke tempat tidur yang nyaman, bergelung di bawah selimut, dan akhirnya terlelap. Namun, beberapa jam kemudian kamu terbangun dalam kondisi basah kuyup oleh keringat.

Pada umumnya, penyebab berkeringat saat tidur adalah sesuatu yang sama sekali tidak berbahaya. Misalnya, suhu kamar atau bahan kain piyama yang dipakai. Di lain kesempatan, berkeringat saat tidur bisa juga disebabkan oleh konsumsi obat tertentu seperti antidepresan atau efek hormonal seperti menopause.

Namun kadang, berkeringat saat tidur menjadi pertanda kondisi kesehatan yang kurang baik. Ini dia enam penyakit yang ditandai berkeringat saat tidur.


1. Infeksi, seperti tuberkolosis

infeksi, seperti tuberkolosis, mungkin menjadi salah satu penyebab berkeringat saat tidur
Penyebab Berkeringat Saat Tidur/ Foto: Pexels.com

Menurut Neomi Shah, MD, seperti yang dilansir dari Women's Health, infeksi pada umumnya berkaitan dengan perubahan suhu karena biasa datang bersama demam, dan demam bisa menyebabkan tubuh berkeringat.

Adapun tuberkolosis, penyakit ini dapat menginfeksi bagian tubuh manapun, terutama paru-paru. Itulah sebabnya tuberkolosis disebut-sebut sebagai salah satu penyakit ditandai berkeringat saat tidur. Orang dengan kondisi sistem imun yang terganggu, seperti HIV, dapat mengembangkan tuberkulosis lebih mudah.

2. Limfoma, kanker kelenjar getah bening

limfoma, kanker kelenjar getah bening, mungkin menjadi penyebab berkeringat saat tidur
Penyebab Berkeringat Saat Tidur/ Foto: Pexels.com

Limfoma, salah satu jenis kanker ini diketahui dapat menyebabkan berbagai gejala seperti demam, perubahan penurunan berat badan, dan berkeringat pada malam hari. Dr. Shah pun menjelaskan bahwa pada dasarnya tubuh mengenali limfoma sebagai sesuatu yang perlu dilawan dan menaikkan suhu tubuh adalah upaya untuk melawannya.

3. Hipoglikemia, gula darah rendah, yang bisa berkaitan dengan pengobatan diabetes

hipoglikemia, gula darah rendah, mungkin menjadi penyebab berkeringat saat tidur
Penyebab Berkeringat Saat Tidur/ Foto: Pexels.com

Juan J. Remos, MD, seperti yang dilansir dari Women's Health, menjelaskan bahwa hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah turun terlalu rendah, dan dapat menyebabkan berbagai gejala termasuk kebingungan, pusing, dan berkeringat saat tidur. Ketika kadar gula darah turun di bawah titik tertentu, tubuh akan menggunakan hormon, seperti kortisol, untuk mencoba mempertahankan kadar glukosa darah normal dan fungsi organ, oleh karena itu mengaktifkan sistem saraf otonom, yang bertanggung jawab atas kelenjar.

4. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme, kondisi ketika kelenjar tiroid terlalu aktif dan menghasilkan lebih banyak hormon tiroid melebihi kebutuhan tubuh, mungkin menjadi penyebab berkeringat saat tidur
Penyebab Berkeringat Saat Tidur/ Foto: Pexels.com

Hipotiroidisme merupakan kondisi ketika kelenjar tiroid terlalu aktif dan menghasilkan lebih banyak hormon tiroid melebihi kebutuhan tubuh. Hormon tiroid dapat memengaruhi cara tubuh menggunakan energi, dan beberapa gejalanya termasuk otot lemah, perubahan suasana hati, dan kesulitan mentolerir panas.

Menurut Dr. Remos, jika penyebab berkeringat saat tidur berhubungan dengan hipotiroidisme, hal itu mungkin terjadi pada jadwal yang konsisten dan bukan secara acak dan biasanya akan muncul dengan gejala kondisi lain.

5. Penyakit neurologis, seperti syringomyelia

Penyakit neurologis, seperti syringomyelia yang merupakan kista di sumsum tulang belakang, mungkin jadi penyebab berkeringat saat tidur.
Penyebab Berkeringat Saat Tidur/ Foto: Pexels.com

Dr Remos juga menjelaskan bahwa kondisi neurologis, terutama cedera tulang belakang dan syringomyelia, juga bisa menjadi penyebab berkeringat saat tidur. Sistem saraf otonom melakukan kendali tak sadar atas otot polos seperti usus atau pupil, dan kelenjar. Kerusakan pada sumsum tulang belakang menyebabkannya tidak berfungsi dan merangsang kelenjar keringat secara tidak tepat. Itulah mengapa syringomyelia, yang merupakan kista di sumsum tulang belakang, dapat menyebabkan peningkatan keringat.

6. Sleep apnea

Sleep apnea atau kesulitan bernapas saat tidur, mungkin jadi salah satu penyebab berkeringat saat tidur.
Penyebab Berkeringat Saat Tidur/ Foto: Pexels.com

Sleep apnea merupakan kesulitan bernapas saat tidur. Ini terjadi karena terdapat jaringan yang memblokir jalur keluar masuknya udara di saluran pernapasan. Sebenarnya keluhan berupa berkeringat saat tidur pada pasien sleep apnea tidak sering terjadi. Akan tetapi, menurut studi tahun 2013 yang dipublikasikan oleh BMJ Journal, mereka yang tidak tertangani dengan baik lebih sering mengalaminya.

Itu tadi enam penyakit yang ditandai berkeringat saat tidur. Meski demikian, jika berkeringat saat tidur, sebaiknya kamu jangan panik atau buru-buru mengambil kesimpulan berdasarkan apa yang kamu ketahui dari Google. Buatlah catatan harian kapan kamu mengalaminya, seberapa sering, dan periksakan ke dokter jika kondisinya mengkhawatirkan.

(hld/hld)

Our Sister Site

mommyasia.id