sign up SIGN UP

Kelamaan di Rumah Bikin Kamu Alami Quarantine Fatigue, Kenali Ciri-Cirinya!

Anastasia Martina | Sabtu, 07 Nov 2020 19:15 WIB
Kelamaan di Rumah Bikin Kamu Alami Quarantine Fatigue, Kenali Ciri-Cirinya!
caption
Jakarta -

Masa pandemi membuat ruang gerak manusia menjadi terbatas karena diharuskan untuk diam di rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Nah, selama menjalani keseharian di rumah, adakah di antara Ladies yang mulai merasa lelah dan emosi menjadi tidak stabil? Bisa jadi kamu mengalami quarantine fatigue.

Lalu, apa sih quarantine fatigue itu? Bagaimana mengatasinya? Yuk, disimak lebih lanjut!

Dikutip dari media online, Health, seorang psikoterapis bernama Paul L. Hokemeyer memaparkan bahwa quarantine fatigue berasal dari kelelahan emosional yang ditimbulkan pandemi terhadap hidup seseorang.

Ciri-ciri gejala quarantine fatigue adalah sebagai berikut: merasa cemas terus menerus karena berita yang muncul di TV dan ketidakpastian mengenai jangka waktu karantina. Kemudian, berkurangnya produktivitas.

Selama di rumah mungkin kita berusaha menemukan berbagai cara untuk tetap aktif di rumah. Namun, hal ini bisa menimbulkan masalah baru, yaitu merasa kurang produktif karena kegiatan kita tidak sebanyak orang lain dan rutinitas yang itu-itu saja sehingga muncul rasa minder dan akhirnya tidak produktif.

Lalu, terjadi perubahan pola tidur dan pola makan. Di mana mungkin kita makan lebih banyak dan tidur lebih sering saat berada di rumah atau malah mengurangi porsi makan dan tidak bisa mendapat tidur yang cukup.

Setelah mengetahui apa itu quarantine fatigue dan gejalanya. Lalu, bagaimana caranya mengatasi quarantine fatigue?

Menjalani Pola Hidup yang Sehat

pola hidup sehat
pola hidup sehat/photo by Louis Hansel on Unsplash

Cara pertama mengatasi quarantine fatigue adalah dengan menjalankan pola hidup sehat. Konsumsilah makanan bergizi seimbang, perbanyak sayur dan buah.

Lalu, berolahraga secara rutin minimal 3 kali seminggu selama 30 menit, serta istirahat cukup selama 7-8 jam agar tubuh sehat dan mood terjaga. Situs massgeneral.org menyebutkan bahwa pola makan bergizi seimbang dan mengurangi konsumsi gula dapat meringankan kecemasan dan depresi.

Berlatih Meditasi

meditasi
meditasi/photo by dingzeyu li on Unsplash

Berlatih meditasi menjadi cara berikutnya yang bisa kamu terapkan untuk mengatasi quarantine fatigue. Meditasi memiliki beberapa manfaat seperti mengurangi stress, mengontrol kecemasan, dan meningkatkan kesehatan emosional.

Menjauh Sejenak dari Pemberitaan

jauh dari berita
jauh dari berita/photo by john tuesday on Unsplash

Berita-berita yang muncul di media sosial maupun televisi dapat menimbulkan perasaan khawatir. Jika kamu merasa khawatir dan cemas, ada baiknya untuk menjauhkan diri sejenak dari pemberitaan dan mengalihkan fokus ke jenis hiburan lain seperti film atau buku.

Lalu, carilah info dari sumber-sumber terpercaya. Oh iya, rehat sejenak dari media sosial juga boleh dilakukan untuk meredakan kecemasanmu.

Hubungi Orang Terdekatmu

hubungi orang terdekat
hubungi orang terdekat/photo by jim reardan on Unsplash

Menurut Robert Waldenger, MD dari Mass General, kualitas hidup seseorang ditentukan dari kualitas hubungan seorang individu terhadap individu lainnya. Manfaatkan lah kecanggihan teknologi untuk berinteraksi dengan orang-orang terdekatmu.

Selain bertelepon, kamu juga bisa melakukan kegiatan bersama seperti main game atau olahraga melalui aplikasi video call. Jika kamu berada di rumah dengan keluargamu, buatlah acara makan malam yang hangat.

Merayakan Keberhasilan Kecil

Seperti disebutkan di atas bahwa salah satu gejala quarantine fatigue adalah berkurangnya produktivitas. Cara yang dapat dilakukan adalah berusaha untuk menyelesaikan tanggung jawab sebaik mungkin, misal bekerja atau kuliah di rumah.

Lalu, jangan lupa merayakan keberhasilan yang dicapai karena telah menyelesaikan tanggung jawabmu. Ingat, small happiness does matter!

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id