sign up SIGN UP

Sama-Sama "Takut Makan", Ini Bedanya Cibophobia dan Anorexia

Risma Oktaviani | Selasa, 27 Jul 2021 13:30 WIB
Sama-Sama
caption

Apakah kamu kenal dengan seseorang yang sangat menghindari makanan tertentu karena merasa takut atau cemas yang berlebihan? Seperti takut makan nasi, takut makan durian, bahkan takut makan tempe. Bukan hanya sekadar guyonan, meskipun pada dasarnya makanan adalah kebutuhan pokok makhluk hidup, ketakutan ini memang ternyata ada dan dapat dialami oleh siapa saja.

Namun, meskipun sama-sama mempunyai permasalahan dengan makanan, ternyata Cibophobia berbeda dengan Anoreksia loh, beauties!

Cibophobia, Fobia Makanan yang Bervariasi

takut terhadap makanan
Takut Terhadap Makanan / foto:beatyourfears.com

Dilansir dari laman healthline, Cibophobia adalah suatu ketakutan terhadap makanan. Orang dengan fobia ini sering menghindari makanan dan minuman karena mereka takut dengan makanan itu sendiri. Nggak semua orang mempunyai fobia makanan yang sama. Beberapa mungkin takut makan makanan yang mudah busuk atau makanan yang kurang matang. Ada juga yang mungkin mengalami masalah dengan tekstur dan rasa makanan atau baunya.

Hal ini dapat memicu mual atau sensasi tersedak jika mencobanya, contohnya adalah fobia terhadap durian. Selain harus memakannya, pengidap cibophobia memiliki gejala kecemasan yang mirip dengan gangguan panik saat harus memasak atau hanya berada di dekat makanan tertentu.

Anoreksia, Takut Terhadap Efek yang Ditimbulkan pada Tubuh

takut berat badan naik
takut berat badan naik / unsplash.com/Dianapolekhina

Berbeda dengan Cibophobia yang takut terhadap makanan yang spesifik, anorexia adalah salah satu jenis eating disorder atau gangguan makan yang memiliki ketakutan terhadap efek yang yang ditimbulkan setelah mengonsumsi makanan itu sendiri. Dilansir dari laman Mental health foundation, Anoreksia adalah gangguan makan dan masalah kesehatan mental yang serius yang berpotensi mengancam jiwa penderitanya.

Mereka memiliki ketakutan berlebih jika berat badannya bertambah dan mungkin memiliki pandangan yang buruk tentang tubuh mereka, berpikir bahwa mereka gemuk meskipun pada kenyataannya mereka malah kekurangan berat badan. Orang sering berpikir anoreksia adalah tentang diet, tapi ternyata lebih rumit dari itu. Ini terkait dengan harga diri yang rendah, citra tubuh yang negatif, dan banyak faktor lainnya. Seseorang yang mengidap anorexia sengaja untuk membatasi asupan makanannya bahkan bisa sampai memuntahkannya kembali demi menjaga berat badan mereka, dan pada akhirnya mereka malah kekurangan gizi dan nutrisi.

Berdampak pada Kesehatan dan Kehidupan Sehari-hari

Menarik diri dari interaksi sosial
Menarik diri dari interaksi sosial / unsplash.com/anthony

Cibophobia dan Anoreksia adalah gangguan yang memiliki karakteristik umum dari pikiran dan gejala berbasis kecemasan. Fobia makanan dan gangguan makan menyebabkan penderitanya menghindari makanan karena takut dan cemas yang berlebih. Keduanya dapat memiliki efek kelaparan dan kekurangan gizi karena kurangnya asupan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Sehingga, dapat menyebabkan komplikasi medis jangka panjang yang dapat mengancam jiwa. Selain itu, kondisi seseorang dengan kedua gangguan tersebut sulit untuk disembunyikan, hal ini dapat menimbulkan situasi yang nggak nyaman dan dapat membuat mereka untuk menghindari diri dari interaksi sosial.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id