sign up SIGN UP

Sering Dilakukan Anak Muda, 6 Kebiasaan Buruk Ini Pemicu Penyakit Saraf 'Demensia'

Zeyra Haya | Sabtu, 11 Sep 2021 18:30 WIB
Sering Dilakukan Anak Muda, 6 Kebiasaan Buruk Ini Pemicu Penyakit Saraf 'Demensia'
Foto: Sering Dilakukan Anak Muda, 6 Kebiasaan Buruk Ini Pemicu Penyakit Saraf 'Demensia'/Pexels.com/Andrea Piacquadio

Demensia adalah penyakit neurodegeneratif yang mengakibatkan penurunan daya ingat dan gangguan cara berpikir. Kondisi ini akan berdampak pada gaya hidup, kemampuan bersosialisasi, hingga aktivitas sehari-hari sang penderita.

Meskipun memiliki gejala dan keluhan yang mirip, nyatanya demensia dan pikun sama seklai berbeda. Demensia disebabkan oleh rusaknya sel saraf dan hubungan antar saraf pada otak. Sementara pikun adalah perubahan kemampuan berpikir dan mengingat yang biasa dialami seiring pertambahan usia.

Bisa Memicu Demensia, Stop Lakukan 6 Hal ini!

Sering dianggap sepele, nyatanya kebiasaan-kebiasaan berikut ini malah jadi pemicu demensia. Apa saja? Beauties, yuk simak penjelasan berikut ini!

1. Kurang Main Game yang Melatih Otak

Kurang main game bisa sebabkan demensia? ini alasannya/Foto: pexels/Karolina Grabowska
(Kurang main game bisa sebabkan demensia? ini alasannya/Foto: pexels/Karolina Grabowska)

Siapa sangka, bermain game ternyata dapat mengasah kemampuan otak dan dapat mengurangi resiko demensia. Otak manusia sebagai sumber saraf tubuh perlu dilatih agar dapat bekerja secara efisien.

Demensia dapat dipicu akibat kebiasaan kurang aktifnya kerja saraf otak. Dengan bermain permainan seperti catur, puzzle dan game teka-teki yang mengasah otak dapat membuat otak terpacu untuk berpikir strategis sehingga kerja otak pun menjadi aktif dan dapat terhindar dari resiko demensia.

2. Kurang Bersosialisasi

Jangan dibiasakan! kurang bersosialisasi bisa tingkatkan resiko demensia/Foto: pexels/Mart Production
(Jangan dibiasakan! kurang bersosialisasi bisa tingkatkan resiko demensia/Foto: pexels/Mart Production)

Pemicu demensia lainnya adalah kurangnya bersosialisasi. Berinteraksi dapat membuat otak akan otomatis bekerja untuk menanggapi informasi yang didapat dari proses komunikasi yang terjalin. Jika seseorang kurang bersosialisasi, maka interaksi akan jarang terjadi. Sehingga otak cenderung akan bekerja secara pasif dan meningkatkan timbulnya demensia.

3. Tidak Menjaga Kesehatan Mental

Stres dan depresi bisa picu resiko demensia/Foto: pexels/Alex Green
(Stres dan depresi bisa picu resiko demensia/Foto: pexels/Alex Green)

Salah satu faktor penyebab demensia adalah stres atau depresi. Tentu hal ini sangat berkaitan dengan kesehatan mental.

Beberapa penelitian kerap mengaitkan riwayat depresi dengan peningkatan resiko penurunan kognitif. Oleh sebab itu, penting untuk kita menjaga kesehatan mental dengan melakukan kegiatan positif seperti meditasi, berolahraga hingga melakukan self healing dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang kita sukai.

4. Tidak Menjaga Pola Makan

Jangan diremehkan! kurang gizi bisa sebabkan demensia/Foto: pexels/Andrea Piacquadio
(Jangan diremehkan! kurang gizi bisa sebabkan demensia/Foto: pexels/Andrea Piacquadio)

Asupan makanan bernutrisi penting bagi kesehatan tubuh dan juga otak. Sebab itu, jika kita tidak menjaga pola makan, resiko munculnya demensia akan semakin besar.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa makanan sehat dengan gizi seimbang dan rendah lemak dapat membantu mengurangi resiko penurunan kognitif. Dengan lebih banyak mengkonsumsi sayuran dan buah, tentu tidak hanya menjaga kesehatan otak namun sekaligus menjaga kebugaran tubuh.

5. Kurang Tidur 

Jangan disepelekan! kurang tidur ternyata bisa jadi pemicu munculnya penyakit demensia/Foto: pexels/Ivan Samkov
(Jangan disepelekan! kurang tidur ternyata bisa jadi pemicu munculnya penyakit demensia/Foto: pexels/Ivan Samkov)

Kondisi sulit tidur turut menjadi pemicu demensia. Kurangnya waktu tidur dapat mengakibatkan masalah dengan memori dan pemikiran. Orang yang kurang tidur juga cenderung mudah stres sehingga dapat meningkatkan resiko penurunan kognitif. 

6. Kurang Olahraga

Rutin berolahraga bisa cegah resiko penyakit demensia/Foto: pexels/Alexy Almond
(Rutin berolahraga bisa cegah resiko penyakit demensia/Foto: pexels/Alexy Almond)

Riset penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik seperti melatih otot dapat membantu meningkatkan fungsi otak. Olahraga teratur dapat membantu meningkatkan jumlah pembuluh darah kecil yang membawa darah kaya oksigen ke wilayah otak yang berfungsi untuk berpikir. Olahraga turut memacu perkembangan sel saraf baru dan meningkatkan koneksi antarsel otak yang kemudian dapat mengurangi resiko penyakit demensia.

Melansir dari CNN Indonesia, itulah beberapa kebiasaan-kebiasaan sepele yang justru malah dapat memicu munculnya penyakit demensia. Bagaimana dengan kamu, Beauties? Apa suka melakukan kebiasaan-kebiasaan di atas?

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id