sign up SIGN UP

Jangan Salah Paham, Ini 4 Mitos Puasa yang Banyak Dipercaya dan Menyesatkan

Dian Aprilia | Jumat, 23 Apr 2021 08:30 WIB
Jangan Salah Paham, Ini 4 Mitos Puasa yang Banyak Dipercaya dan Menyesatkan
caption

Saat ini, Umat Islam tengah merayakan bulan suci Ramadan, dengan menjalankan ibadah puasa dan memperbanyak amalan sunnah. Di tengah euforia ramadan ini, terselip berbagai mitos puasa yang dipercaya banyak orang. Dan jika dibiarkan berkembang, mitos tersebut bisa menyesatkan dan berbahaya bagi kesehatan.

Oleh sebab itu masyarakat perlu lebih menyaring informasi yang beredar dan tidak menelannya secara mentah-mentah. Perlu adanya kroscek dengan pendapat ahli atau sumber yang kredibel agar mendapatkan informasi yang benar. Berikut beautynesia.id telah merangkum 4 mitos puasa yang banyak dipercaya dan sering menyesatkan:

Berbuka dengan yang Manis

Kue
kue/pexels.com

Kamu pasti pernah mendengar istilah ‘berbukalah dengan yang manis’. Pandangan ini memang tidak sepenuhnya salah, tapi sering disalahartikan. Menurut European Journal of Clinical Nutrition, kadar gula darah, cairan dan elektrolit tubuh menurun saat sedang puasa. Untuk itu saat buka puasa dianjurkan untuk konsumsi makanan manis untuk mengembalikan energi dengan cepat.

Konsumsi gula yang disarankan ialah 4 sendok makan atau 50 gram saja. Namun realitasnya, saat buka puasa banyak sekali makanan manis yang dikonsumsi, dengan perkiraan kadar gula yang melebihi batas kebutuhan tubuh. Mulai dari makan donat, es campur, pisang goreng, dan banyak lagi lainnya.

Padahal konsumsi gula yang berlebihan bisa membuat tubuh cepat lapar dan memicu konsumsi yang berlebihan. Oleh sebab itu boleh konsumsi yang manis, tapi harus dibatasi dan bukan berarti menu buka puasa harus yang manis-manis.

Dilarang Berolahraga

Olahraga
Olahraga/pexels.com

Selanjutnya, adapula pendapat yang menyebut tidak boleh berolahraga saat sedang puasa. Entah karena takut kehabisan energi, lapar, atau haus di tengah puasa atau berbagai alasan lainnya. Padahal olahraga saat puasa tetap dibutuhkan sebagaimana hari-hari biasanya.

Meski begitu, kamu tetap perlu mengontrol waktu, durasi, dan juga jenis olahraga supaya tidak mengganggu ibadah puasamu. Kamu bisa mengerjakan olahraga yang ringan, seperti jalan santai, yoga, peregangan dan senam yang ringan.

Berpuasa Bikin Sakit Maag

Maag
Maag/pexels.com

‘Jika telat makan saat hari biasanya, maag tiba-tiba kambuh. Tapi tidak makan seharian karena puasa, kok lambung biasa saja ya?’ Pernahkah kamu merasakan hal yang sama? Hal itu bukanlah masalah yang aneh sebab saat puasa, kadar hormon gastrin dalam tubuh bisa membantu menurunkan asam lambung. Dan tubuh akan menyesuaikan diri dengan jam makan yang berubah.

Jadi, pandangan yang menyebut bahwa berpuasa bikin sakit maag sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Sebab gangguan maag karena pola hidup yang buruk bisa sembuh dengan pola yang baru saat puasa.

Sementara gangguan maag karena ada luka di lambung atau organ pencernaan lainnya, tetap perlu treatment yang benar saat puasa, agar tidak memperparah kondisinya. Kamu bisa mengimbanginya dengan konsumsi obat dan menghindari jenis makanan tertentu.

Tidak Masalah Jika Tidak Sahur

Sahur
Sahur/pexels.com

Mitos terakhir yang sering dipahami adalah tidak masalah jika tidak sahur. Bahkan ada sebagian orang yang memang sengaja tidak melakukan sahur selama puasa Ramadan, karena tidak terbiasa dan menganggapnya tidak perlu. Padahal sahur termasuk aktivitas yang paling penting saat puasa ramadan.

Sebab sahur berperan untuk memenuhi kebutuhan asupan tubuh selama seharian saat berpuasa. Apalagi saat puasa, kamu tetap harus beraktivitas seperti biasa dan tentunya membutuhkan energi untuk tetap prima.

Itulah 4 mitos puasa yang banyak dipercaya tapi nyatanya salah kaprah. Semoga membantu dan selamat menjalankan ibadah puasa.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id