sign up SIGN UP

5 Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Perguruan Tinggi Sepanjang 2021: Didominasi oleh Dosen ke Mahasiswa

Nadya Quamila | Kamis, 25 Nov 2021 11:45 WIB
5 Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Perguruan Tinggi Sepanjang 2021: Didominasi oleh Dosen ke Mahasiswa
Deretan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Lingkungan Kampus Selama 2021/Foto: Pexels/Engin Akyurt
Jakarta -

Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November setiap tahunnya. Hari Guru Nasional merupakan bentuk upaya untuk mewujudkan penghormatan kepada guru. Seperti yang kita ketahui, guru memiliki peranan yang sangat penting dalam mendidik generasi penerus bangsa.

Sayangnya, masih ada satu realitas pahit yang harus kita hadapi. Beberapa tahun belakangan ini kerap terjadi kasus-kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kampus.

Menurut temuan BEM SI yang dikutip dari detikcom, kasus pelecehan seksual di lingkungan kampus didominasi oleh dosen ke mahasiswa. Seringnya, peristiwa tersebut menimpa mahasiswa yang sedang bimbingan tugas akhir atau skripsi.

Bersamaan dengan diperingatinya Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan yang juga jatuh pada tanggal 25 November, Beautynesia merangkum beberapa kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh dosen ke mahasiswa sepanjang tahun 2021.


Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Universitas Cokroaminoto Palopo

Trauma korban pelecehan seksual/Foto: Freepik/8photoKorban pelecehan seksual/Foto: Freepik/8photo

Awal Februari lalu, seorang dosen berinisial P (50) di Universitas Cokroaminoto Palopo, Sulawesi Selatan, ditangkap polisi lantaran kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan terhadap mahasiswinya di dalam mobil. P menjebak korban dengan modus mengumpulkan tugas di mobil.

Kasus ini berawal saat P meminta mahasiswinya mengumpulkan tugas kuliah pada Kamis. Tanpa curiga, korban menemui P. Begitu korban masuk ke dalam mobil, P langsung mengunci mobilnya.

Usai mengunci mobil, P langsung melakukan tindakan pelecehan dengan meraba tubuh korban. Berteriak hingga memberontak, korban baru diizinkan keluar dari mobil setelah memohon untuk pulang.

Akibat perbuatannya, sang oknum dosen dijerat polisi dengan Pasal 289 KUHP hingga terancam 9 tahun penjara, seperti dilansir dari detikcom.

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di IAIN Kediri

Sekitar akhir Agustus 2021 lalu, seorang dosen IAIN Kediri dilaporkan telah melakukan pelecehan terhadap mahasiswinya. Kasus dugaan pelecehan seksual tersebut mencuat karena viral di media sosial.

Diduga peristiwa pelecehan seksual tersebut terjadi saat mahasiswi sedang melakukan bimbingan skripsi di rumah sang dosen. Ia diminta untuk datang seorang diri, tidak boleh ditemani orang lain.

Dosen yang juga menjabat sebagai ketua program studi tempat korban mengambil jurusan kuliah diketahui mengancam korban apabila ia tidak menurut. Akhirnya, korban tak punya pilihan kecuali menuruti permintaan tersebut.

Waspada! Kenali tingkatan pelecehan seksual ini agar lebih berhati-hatiIlustrasi pelecehan seksual/ Foto: Pexels/Rodnae Productions

Awalnya, korban tidak terlalu khawatir karena berpikir rumah itu aman sebab ada keluarga sang dosen. Namun ternyata, rumah dosen tersebut sepi, hanya ada mereka berdua. Dan saat itulah diduga tindakan pelecehan seksual dilakukan dosen terhadap korban, seperti dilansir dari detikcom.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan korban ke dosen pembimbing kedua. Dosen pembimbing tersebutlah yang akhirnya melaporkan pelecehan seksual tersebut ke Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Kediri.

Tak lama setelah laporan tersebut, Rektor IAIN Kediri mencopot jabatan MA, inisial sang dosen, sebagai Kaprodi, penundaan kenaikan pangkat dan tidak boleh membimbing skripsi selama dua tahun.

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id