sign up SIGN UP

LIFE

Daftar Novel yang Angkat Topik Feminisme dan Menangkan Penghargaan

Jovita | Senin, 29 Jun 2020 10:30 WIB
Daftar Novel yang Angkat Topik Feminisme dan Menangkan Penghargaan
Novel Women Talking/ Foto: Instagram.com/sumaiyya.books

Feminisme sebenarnya memiliki maksud dan tujuan yang baik. Ideologi ini kemudian dituangkan dalam novel feminisme yang mengangkat cerita tentang karakter perempuan yang keren, seperti yang bisa Beautynesian lihat dari beberapa novel berikut ini!

1. The Color Purple

Novel The Color Purple Alice Walker/ Foto: Instagram.com/lindsaylibrary
Novel The Color Purple Alice Walker/ Foto: Instagram.com/lindsaylibrary

The Color Purple adalah novel feminisme yang selalu masuk daftar rekomendasi. Novel ini menceritakan perempuan dari ras kulit berwarna, dengan tokoh utama Celie yang harus hidup dalam kemiskinan dan diskriminasi.

Celie tak pernah merasakan kebahagiaan seumur hidupnya. Ia dilecehkan oleh ayahnya sejak kecil. Ia pun dipaksa menikah dengan orang yang tidak ia cintai. Namun, Celie menemukan suara dan kekuatannya ketika ia bertekad menemukan kakak perempuannya.


Pada tahun 1985, The Color Purple diangkat ke layar lebar oleh Steven Spielberg. Karya ini sudah penuh dengan prestasi dan meraih banyak nominasi serta penghargaan.

2. Honour

Novel Honour/ Foto: Instagram.com/__wander_inpages_
Novel Honour/ Foto: Instagram.com/__wander_inpages_

Honour adalah novel karya penulis Turki bernama Elif Shafak. Fokus cerita Honour adalah pada dua saudara kembar dari etnis Kurdi bernama Jamila dan Pembe. Dikisahkan, Jamila tinggal dengan suaminya di negara asalnya dan menjadi ibu rumah tangga. Sedangkan Pembe ikut merantau ke Inggris bersama dengan suaminya.

Namun, Pembe mengalami dilema pasca kepergian suaminya. Ia bingung harus mempertahankan tradisi atau berusaha beradaptasi dengan tempat tinggalnya sekarang. Honour dikemas dengan berbagai sudut pandang, membuat pembaca dapat menyelami dilema dan perasaan tiap karakter.

3. Lilac Girls

Novel Lilac Girls/ Foto: Instagram.com/ellaisreadingabook/
Novel Lilac Girls/ Foto: Instagram.com/ellaisreadingabook/

Lilac Girls bercerita soal kisah hidup perempuan yang berkontribusi selama Perang Dunia II, namun tidak pernah mendapatkan apresiasi yang setara dengan rekan mereka yang ber-gender laki-laki. Novel ini menceritakan tiga tokoh utama; Caroline yang bekerja untuk Konsulat Perancis di New York, Herta yang seorang dokter asal Jerman yang mendapatkan promosi bekerja untuk pemerintah Nazi, dan Kasia remaja Polandia yang bekerja menjadi kurir untuk kelompok pemberontak.

Ketiga tokoh bertemu di Ravensbruck, sebuah kamp konsentrasi Nazi khusus perempuan. Mereka membentuk sebuah ikatan yang bertahan hingga perang usai. Narasi yang mereka ceritakan menampar kelalaian masyarakat akan nilai kontribusi dan pengorbanan perempuan selama perang.

4. Dominicana

Novel Dominicana/ Foto:Instagram.com/elena.luo
Novel Dominicana/ Foto:Instagram.com/elena.luo

Dominicana adalah novel tentang keputusan-keputusan yang dibuat oleh Ana, perempuan asal Republik Dominika. Saat usianya 15 tahun, ia bercita-cita ingin pindah ke Amerika Serikat. Keinginannya terwujud saat ada seorang pria berusia lebih tua darinya, bernama Juan, yang melamarnya dan berjanji akan membawanya ke Amerika.

Namun, saat sudah di Amerika, Ana hanya bisa tinggal di apartemen karena terkendala bahasa yang tak terlalu ia kuasai. Ia bahkan sempat berniat kabur saat tahu apa yang ia bayangkan selama ini tidak ia dapatkan di Amerika. Ditambah, Juan harus kembali ke negara asal saat Dominika bergejolak. Di tengah kondisinya yang ditinggal sendiri di Amerika, Ana sadar bahwa ia memiliki kemampuan untuk menentukan nasibnya sendiri.

5. Women Talking

Novel Women Talking/ Foto: Instagram.com/sumaiyya.books
Novel Women Talking/ Foto: Instagram.com/sumaiyya.books

Novel feminisme yang berjudul Women Talking ini diangkat dari sebuah kisah nyata. Sejumlah perempuan dari kelompok agama Mennonite memutuskan untuk mengadakan pertemuan di sebuah bukit terpencil untuk membahas masa depan mereka. Mereka tidak tahan dengan ketidakadilan yang dirasakan.

Di tengah keterbatasan, para perempuan itu memutuskan untuk menuntut pelaku pelecehan yang masih bebas berkeliaran. Novel ini diceritakan dari sudut pandang notulen rapat di pertemuan tersebut.

Novel feminisme memang mengangkat tema soal wanita. Tapi bukan berarti hanya wanita saja yang bisa membacanya. Semua bisa membaca novel dengan tema feminisme untuk menambah wawasan dan mampu melihat dari berbagai sudut pandang.

(hld/hld)

Our Sister Site

mommyasia.id