sign up SIGN UP

Heboh Pengakuan ASN KPI Pusat Dibully dan Dilecehkan, Kenali Pelecehan di Ruang Kerja yang Harus Kamu Waspadai

Rini Apriliani | Kamis, 02 Sep 2021 10:45 WIB
Heboh Pengakuan ASN KPI Pusat Dibully dan Dilecehkan, Kenali Pelecehan di Ruang Kerja yang Harus Kamu Waspadai
caption
Jakarta -

Di sosial media beredar surat kepada Presiden Joko Widodo yang ditulis langsung oleh ASN KPI Pusat (Komisi Penyiaran Indonesia). Dalam surat tersebut, ia menceritakan bagaimana dirinya mengalami perundungan sampai dilecehkan oleh sesama rekan kerjanya.

Ternyata bukan dalam kurun waktu singkat, ia mengalami hal tersebut selama dua tahun lamanya, tepatnya sepanjang tahun 2012 sampai 2014. Sebagai korban, ia menuturkan jika sudah tak terhitung berapa kali ia dirundung, dilecehkan, dipukul, hingga dimaki tanpa bisa melawan.

Pelecehan Seksual di Ruang KerjaPelecehan Seksual di Ruang Kerja/ Foto: Freepik.com/teksomolika

Berlangsungnya kasus seperti ini, tentu saja mengganggu mental dan psikis korban. Dalam surat tersebut ia menceritakan jika dirinya sempat mengalami stres, trauma berat, hilang percaya diri, dan merasa dirinya tak lagi berharga. Setelah konsultasi ke psikolog, ia divonis mengalami PTSD (Post Traumatic Stress Disorder).

Belajar dari kasus bullying hingga pelecehan yang alami oleh ASN KPI Pusat tersebut, lalu bagaimana sih cara mengenali pelecehan di ruang kerja yang harus kamu waspadai?

Dikutip dari Jurnal 'Pedoman Pencegahan Pelecehan Seksual di Tempat Kerja' yang diterbitkan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi bersama Organisasi Perburuhan, ini dia bentuk pelecehan seksual hingga penyelesaian pelecehan seksual di tempat kerja.

5 Bentuk Pelecehan Seksual

Pelecehan Seksual di Ruang KerjaPelecehan Seksual di Ruang Kerja/ Foto: Freepik.com/yanalya

Tak hanya satu, ternyata terdapat lima bentuk pelecehan seksual yang perlu kita waspadai, yaitu:

1. Pelecehan Fisik

Pelecehan fisik menjadi salah satu bentuk pelecehan yang umum kita dengar. Perbuatan yang berkaitan dengan sentuhan yang tidak diinginkan ini termasuk ke dalam pelecehan fisik. Seperti mencium, menepuk, mencubit, melirik atau menatap seseorang penuh nafsu.

2. Pelecehan Lisan

Pelecehan lisan termasuk ke dalam ucapan verbal atau komentar tidak diinginkan yang dilakukan oleh pelaku ke korbannya. Hal ini meliputi komentar kehidupan pribadi, bagian tubuh, penampilan seseorang, sampai lelucon bernada seksual.

3. Pelecehan Isyarat

Pelecehan isyarat lebih kepada bentuk pelecehan yang menggunakan bahasa tubuh sebagai pengantarnya. Seperti gerakan tubuh bernada seksual, kerlingan mata yang dilakukan berulang kali, isyarat dengan jari, hingga menjilat bibir termasuk ke dalam pelecehan isyarat.

4. Pelecehan tertulis atau gambar

Selain itu ada juga bentuk pelecehan tertulis atau gambar, dimana termasuk ke dalam menampilkan bahan pornografi, gambar, screensaver, atau poster seksual, sampai pelecehan lewat email dan saluran komunikasi lainnya.

5. Pelecehan psikologis/emosional

Terakhir, permintaan dan ajakan terus-menerus ke arah yang tidak diinginkan, seperti ajakan kencan yang tidak diharapkan, penghinaan atau celaan yang bersifat seksual termasuk ke dalam pelecehan psikologis atau emosional.

Penyelesaian Pelecehan Seksual di Ruang Kerja

Hal yang harus dilakukan untuk korban pelecehan seksualPelecehan Seksual di Ruang Kerja/ Foto: Retno Wulandari

Setelah tahu bagaimana bentuk pelecehan seksual, lalu bagaimana penyelesaian pelecehan di tempat kerja tersebut?

Ternyata untuk langkah penyelesaian pelecehan seksual di tempat kerja, haruslah memenuhi prinsip-prinsip keadilan. Selain itu keseimbangan informasi pun harus dilakukan.

Tidak hanya memberikan kesempatan untuk korban menyampaikan keluhannya, tapi juga memberikan kesempatan untuk terduga pelaku untuk memberikan tanggapannya. Dalam hal ini, kedua belah pihak mendapatkan informasi yang sama-sama detail atas kejadian atau keluhan tersebut.

Kesempatan didengar dan saling memberikan tanggapan atau laporan tersebut sangat dibutuhkan. Setelah itu, perusahaan atau pihak pengambil keputusan harus bertindak tegas dan jujur terhadap kasus pelecehan seksual tersebut. Jangan adanya pihak-memihak yang dapat berakibat lebih fatal lagi.

Beauties, jika kamu mengalami kejadian serupa, jangan takut untuk bersuara ya! Bagaimana pun, kamu perlu adanya keadilan. Semangat ya!

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id