sign up SIGN UP

LIFE

Mengenal Quarter Life Crisis dan Cara Menghadapinya

Ade Irma Suryani | Kamis, 25 Jun 2020 19:00 WIB
Mengenal Quarter Life Crisis dan Cara Menghadapinya
caption
Jakarta -

Istilah quarter life crisis saat ini memang begitu marak terdengar dari kalangan muda usia dua puluhan. Lantas, apa yang dimaksud dengan quarter life crisis?

Quarter life crisis sendiri sebenarnya adalah suatu fase dimana seseorang  merasa cemas, ragu, rendah diri, dan bingung dengan tujuan hidup serta masa depannya. Kondisi semacam ini seringkali membuat seseorang menjadi minder dengan kualitas hidupnya, seperti menyangkut pekerjaan, keuangan, hubungan sosial hingga hubungan asmara. 

Umumnya krisis ini terjadi pada seseorang yang memasuki transisi kehidupan dewasa, yaitu di rentang usia 20-30 tahun. Tak hanya disebabkan oleh tekanan dari diri sendiri, hal ini juga bisa disebabkan oleh banyaknya tekanan orang-orang sekitar. Nah, jika kamu sedang mengalami quarter life crisis, inilah cara yang dapat kamu lakukan dalam menghadapinya.


 

Jangan Membandingkan Hidupmu dengan Kehidupan Orang Lain

Membandingkan kehidupanmu dengan kehidupan orang lain hanya akan membuat dirimu lebih tertekan.
Jangan Membandingkan dengan Kehidupan Orang Lain/Pexels.com

Mungkin akhir-akhir ini kamu sering merasakan kesedihan dan kekecewaan terhadap diri sendiri dengan masalah yang kamu alami. Misalnya seperti pekerjaan yang tidak sesuai, gaji yang tidak mencukupi, atau hubungan asmara yang sering bermasalah. Karena dihadapkan dengan berbagai hal yang tak sesuai ekspektasi, ditambah dengan melihat kehidupan orang lain di media sosial yang seolah-olah selalu tampak bahagia, kamu pun jadi membandingkan kehidupanmu dengan mereka.

Hal terpenting yang harus kamu sadari, bahwa tidak semua hal yang selalu tampak indah di sosial media itu sesuai dengan kenyataan sebenarnya. Bisa jadi mereka juga memiliki persoalan yang sama denganmu atau bahkan jauh lebih rumit. Hanya saja tiap orang tentu berbeda cara dalam menghadapi masalahnya.

Oleh sebab itu, berhentilah untuk membanding-bandingkan kehidupanmu dengan orang lain. Karena hatimu akan jauh lebih lapang dengan mensyukuri dan menjalani setiap kehidupan dengan sebaik mungkin.

 

Tetapkan Prioritas dan Buat Rencana Hidup

Kamu harus mengetahui apa yang terpenting dalam hidup dan susun rencana tersebut untuk menggapainya.
Menentukan Prioritas dan Rencana Hidup Itu Perlu/Pexels.com

Salah satu hal yang dapat membuatmu lebih bahagia dalam menikmati hidup adalah ketika kamu memprioritaskan hal yang terpenting dalam hidup. Untuk itu sebelumnya, kamu perlu mengetahui nilai-nilai apa saja yang terpenting untuk hidupmu. Setelah itu tetapkanlah hal tersebut menjadi prioritasmu dan buatlah rencana untuk mewujudkannya, baik itu untuk rencana jangka pendek maupun jangka panjang. 

Di saat kamu sudah fokus pada prioritas dan rencana hidupmu, maka hal-hal yang diinginkan akan mulai terlihat lebih nyata. Dengan begitu, kamu tidak akan terpikir lagi untuk membandingkan hidupmu dengan orang lain. 

Belajar Menerima Keadaan dengan Hati Lapang

Tidak semua hal akan berjalan sesuai keinginan, jadi sangat diperlukan hati yang lapang dalam menerima setiap keadaan.
Belajar Menerima Keadaan/Pexels.com

Ada kalanya kamu berusaha untuk mencapai atau mempertahankan  sesuatu yang kamu inginkan dengan sungguh-sungguh, namun hasilnya tak sesuai yang diharapkan dan membuatmu kecewa. Jika kamu sedang mengalaminya maka pahamilah, ada beberapa hal yang terjadi dalam hidup ini di luar batas kendalimu sebagai manusia.

Oleh karena itu, berusahalah untuk belajar menerima setiap keadaan yang tidak diinginkan dengan hati lapang. Karena kadangkala kamu perlu membiarkan sesuatu itu berjalan dengan caranya sendiri. Maka yakinlah, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Perbanyak sabar dan lakukan sesuatu sesuai kemampuan.

 

Jangan Mengikuti Standar Kehidupan Orang Lain

Setiap orang punya zona waktunya masing-masing, jangan mengikuti standar kehidupan orang lain.
Jangan Mengikuti Standar Kehidupan Orang Lain/Pexels.com

Tak dapat dipungkiri, berada di usia 20-30 tahun seringkali membuat seseorang menjadi berusaha ataupun dituntut untuk mengikuti standar kehidupan orang-orang di sekitarnya. Misalnya seperti standar usia pernikahan yang ideal, melamar pekerjaan yang diidam-idamkan orang banyak, jumlah penghasilan, barang-barang yang harus dimiliki, dan sebagainya. 

Jika kamu berusaha untuk mengikuti standar-standar semacam itu, tentunya hal tersebut hanya akan melelahkan hatimu saja dan membuatmu semakin jauh dari kebahagiaan itu sendiri. Jika kamu sering merasa sedih karena tidak dapat melakukan pencapaian seperti orang lain di usia tertentu, maka ingatlah bahwa setiap orang mempunyai zona waktunya masing-masing. Akan lebih baik jika kamu memfokuskan diri pada hal-hal yang kamu inginkan dan yang terbaik untukmu.

 

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id