sign up SIGN UP

5 Karakteristik Toxic Parenting, Kamu Mengalaminya?

Siti Mukaromah | Sabtu, 23 Oct 2021 23:30 WIB
5 Karakteristik Toxic Parenting, Kamu Mengalaminya?
5 Karakteristik Toxic Parenting, Kamu Mengalaminya?/pexels.com/Emma Bouso

Setiap orang tua pasti menginginkan hal yang terbaik untuk anak-anaknya. Namun, tidak semua anak merasa bahwa apa yang dilakukan orang tua adalah hal yang terbaik untuknya. Si anak mungkin saja merasa terpaksa melakukan karena takut, tertekan, dimanipulasi dan lain sebagainya. Fenomena ini kerap dikaitkan dengan toxic parenting.

Laman Healthline melansir, meskipun secara ilmiah tidak ada istilah 'gaya pengasuhan beracun', orang menggunakan istilah ini untuk membuat dampak yang telah disebut sebelumnya, yakni ketakutan hingga masa kecil yang membawa trauma.

Setidaknya ada lima karakter yang termasuk dalam lingkup itu. Penjabarannya seperti berikut:

Selalu Mementingkan Diri Sendiri

Toxic parenting, mental health
Toxic parenting/pexels.com/Pixabay

Orang tua pada kategori ini t5ampak tidak peduli dengan perasaanmu, bersifat narsis atau bahkan meraka tidak peduli dengan segala hal yang kamu butuhkan. Hingga pada situasi tertentu mereka akan menggiringmu pada kalimat “Lalu bagaimana denganku?” Hingga akhirnya kamu merasa tertekan karena harus selalu menuruti apa yang mereka mau.

Melakukan Kekerasan Fisik dan Verbal

Bentuk kekerasan tidak selamanya harus berbentuk pukulan, teriakan, ancaman atau sesuatu yang dapat sangat terlihat. Namun, kamu juga bisa mendapat kekerasan yang lebih halus seperti nama panggilan yang tidak etis, silent treatment, atau gaslighting.

Toxic parenting, mental health
Melakukan kekerasan verbal dan fisik/pexels.com/pnw production

Selalu Mengatur Perilaku yang Harus Kamu Terapkan

Beauties, seperti yang kamu tahu, setiap orang pasti memiliki privasinya masing-masing, tak terkecuali dengan seorang anak. Dia berhak memilih dan menjalani keputusan yang sudah ia pilih.

Namun lain halnya dengan toxic parenting. Mereka dapat 'seenaknya' mengganggu privasi dan tidak mengizinkanmu membuat keputusan sendiri. Bahkan bisa jadi mereka terlalu kritis dan mengendalikan setiap keputusan yang kamu buat.

Toxic Parenting dengan Berperilaku Manipulatif

Toxic parenting, mental health
Orang tua melakukan guilt trip/pexels.com/Daria Obimaha

Kamu mungkin kerap merasa orang tua kerap membuatmu merasa bersalah atau mempermainkan emosimu, demi melakukan hal-hal yang diinginkannya.

Nah, peristiwa ini juga sering dikenal sebagai guilt trip. Selain itu orang tua yang melakukan guilt trip mungkin akan menganggap waktu, uang atau barang yang telah mereka berikan padamu sebagai alat untuk membuatmu terus merasa bersalah, tiap kali kamu menolak permintaan mereka.

Tidak Membatasi Diri

Toxic parenting, mental health
Orang tua beracun/pexels.com/pixabay

Perilaku tidak membatasi diri di sini adalah mereka yang terus menerus mendorongmu untuk melakukan segala hal untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Nah, saat kamu mulai merasa lelah dengan perilaku yang mereka lakukan padamu, kamu mungkin sudah berada pada situasi kelelahan atau merasa frustasi.

Beauties, dari beberapa karakter di atas setidaknya bisa mengingatkanmu bagaimana untuk menjadi orang tua kelak, sehingga tidak kamu terapkan lagi kepada anak-anakmu kelak.

----------------

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!


Our Sister Site

mommyasia.id