sign up SIGN UP

Anak Terpapar Covid-19 Atau Bukan? Kenali Gejalanya dan Segera Bawa Ke RS Bila Dapati Tanda Ini

Fina Prichilia | Kamis, 15 Jul 2021 16:00 WIB
Anak Terpapar Covid-19 Atau Bukan? Kenali Gejalanya dan Segera Bawa Ke RS Bila Dapati Tanda Ini
caption
Jakarta -

Covid-19 diketahui dapat menyerang siapa saja, baik itu orang dewasa, remaja, maupun usia anak-anak.

Anak yang positif terpapar covid-19 bisa diisolasi mandiri di rumah, selama tak bergejala (asimptomatik) maupun punya gejala ringan yang ditandai; batuk, pilek, demam, diare, muntah dan muncul ruam-ruam.

Yang perlu orang tua pahami, orang tua tetap dapat mengasuh si kecil yang positif. Namun pastikan saja, mereka yang mengurus ini ialah yang berisiko rendah terhadap gejala berat covid-19.

Syarat Anak Bisa Isolasi Mandiri

Pandemi virus corona dapat menyerang anak-anak secara langsung dan tidak langsung. Selain sakit secara fisik, pandemi ini juga berisiko para terganggunya kesejahteraan sosial, emosional, atau mental anak-anak selama masa karantina.Pandemi virus corona dapat menyerang anak-anak secara langsung dan tidak langsung. / Foto: freepik.com

Dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), syarat isolasi mandiri selain yang telah disebutkan di atas, orang tua juga perlu memastikan bahwa kondisi anak ialah aktif. Artinya bisa makan dan minum seperti biasa.

Kemudian si kecil dapat terapkan etika batuk, serta terus memantau gejala/keluhan si kecil. Selanjutnya, kamu juga perlu memeriksa suhu tubuhnya dua kali sehari (pagi dan malam hari).

Yang juga tak kalah penting adalah lingkungan rumah atau kamar yang punya ventilasi yang baik.

Gejala Covid-19

Hati-Hati! Ini 5 Tanda Anak Mengalami Masalah Mental Karena Covid-19Usia anak dapat terpapar covid-19/ Foto: beautynesia

Di antaranya; demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sakit kepala, mual/muntah, diare, lemas, dan sesak napas.

Kapan Harus Dibawa ke RS?

- Anak banyak tidur


- Napas cepat (dianggap berbahaya bila bayi usia kurang dari 2 bulan napasnya lebih dari atau sama dengan 60 kali per menit; atau bayi usia 2-11 bulan napasnya lebih dari atau sama dengan 50 kali per menit; anak usia 1 - 5 tahun, laju napasnya lebih dari atau sama dengan 40 kali per menit; dan anak usia lebih dari 5 tahun laju napasnya lebih atau sama dengan 30 kali per menit)


- Ada cekungan di dada, hidung kembang kempis


- Saturasi Oksigen < 95%


- Mata merah, ruam, leher bengkak


- Demam > 7 hari


- Kejang


- Tidak bisa makan dan minum


- Mata cekung


- BAK berkurang


- Terjadi penurunan kesadaran.

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id