sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Hati-Hati! Ini 5 Dampak Buruk Tidak Menepati Janji Pada Anak

Lifia Mawaddah Putri | Rabu, 28 Apr 2021 20:00 WIB
Hati-Hati! Ini 5 Dampak Buruk Tidak Menepati Janji Pada Anak
caption

Terkadang, orang tua sengaja membuat janji pada anak untuk meningkatkan semangat atau menghiburnya. Namun, enggak sedikit orang tua yang akhirnya mengingkari janji tersebut.

Banyak orang tua yang masih menyepelekan hal ini. Padahal, mengingkari janji pada anak-anak dapat berdampak negatif padanya. Bahkan, dampak tersebut juga dapat terbawa hingga ia dewasa. Apa saja dampak negatif yang dapat terjadi? Simak berikut ini!

Hilangnya Rasa Percaya

Jika terlalu sering mengingkari janji pada anak, hal ini akan membuat ia sulit merasa percaya pada orang lain.
Marah/freepik.com

Jika terlalu sering mengingkari janji pada anak, hal ini akan membuat ia sulit merasa percaya pada orang lain. Bahkan bisa jadi, rasa ini justru akan terbawa hingga ia dewasa. Jadi, kamu harus berhati-hati dalam membuat janji pada anak ya, Beautynesian. Karena hilangnya kepercayaan anak bisa membuat mereka jadi enggan menurut lho.

Menimbulkan Kekecewaan

Siapa sih yang enggak kecewa jika seseorang mengingkari janji? Bukan hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa merasa kecewa. Misalnya kamu menjanjikan akan pergi berwisata di akhir pekan. Namun karena kamu memiliki urusan mendadak, akhirnya kamu membatalkan janji tersebut.

Kalau kamu berada di situasi ini, cobalah untuk meminta maaf terlebih dulu padanya. Kemudian, cobalah untuk pelan-pelan menjelaskan padanya dan memberikan pemahaman pada anak.

Merasa Tidak Diutamakan

Meskipun terlihat sepele, namun mengingkari janji pada anak juga dapat membuatnya merasa tidak diutamakan.
Sedih/freepik.com

Meskipun terlihat sepele, namun mengingkari janji pada anak juga dapat membuatnya merasa tidak diutamakan. Misalnya, kamu sudah berjanji akan membelikannya mainan jika ia berhasil mendapatkan nilai yang baik di sekolah. Tapi pada kenyataannya saat ia mampu mendapat nilai yang baik, kamu mengingkari janjimu.

Hal ini dapat membuat ia merasa tidak diutamakan. Bahkan hal ini juga bisa menurunkan semangatnya lho!

Merasa Tidak Dihargai

Selain tidak merasa diutamakan, berbohong pada anak juga dapat membuat ia tidak merasa dihargai. Misalnya saja saat anak melakukan kesalahan, kamu menunjukkan emosi padanya dan mengancam untuk membiarkan anak di luar rumah semalaman. Padahal sebagai orang tua, tentu kamu enggak akan tega melakukan itu. Nah, hal inilah yang dapat menyebabkan anak menjadi takut dan merasa tidak dihargai.

Menimbulkan Sifat yang Sama Saat Dewasa

Ketika terlalu sering dibohongi, besar kemungkinan sifat ini pun akan tertanam pada anak.
Marah/freepik.com

Ketika terlalu sering dibohongi, besar kemungkinan sifat ini pun akan tertanam pada anak. Sehingga saat beranjak dewasa, ia pun akan cenderung tidak menepati janjinya pada orang lain. Hal ini disebabkan karena anak bisa memiliki pemahaman bahwa mengingkari janji terus menerus adalah hal yang diperbolehkan.

Sebaiknya jika kamu merasa tidak bisa menepati hal tersebut, pilihlah kalimat yang lebih tepat dan jangan membuat janji padanya.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id