sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Penting! Ini Dia Cara Mengajarkan Anak Kesetaraan Gender Sejak Dini

Rumaysha Milhania | Minggu, 04 Apr 2021 21:00 WIB
Penting! Ini Dia Cara Mengajarkan Anak Kesetaraan Gender Sejak Dini
caption

Mengajarkan anak nilai-nilai kesetaraan gender sejak dini sangatlah baik untuk mendukung segala potensi dan peluang yang mereka miliki dalam hidup mereka tanpa membatasinya karena alasan gender. Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengajarkan anak kesetaraan gender sejak dini.

Mengajarkan anak nilai-nilai kesetaraan gender sejak dini sangatlah baik untuk mendukung segala potensi dan peluang yang mereka miliki dalam hidup mereka tanpa membatasinya karena alasan gender.
Mendidik Anak/ Sumber: Freepik.com

1. Jangan Membatasi Aktivitas Anak

Semua anak, terlepas dari jenis kelaminnya, memiliki hak untuk mencapai potensi penuh atas apa yang ingin mereka pelajari dan eksplor. Baik itu anak laki-laki dan anak perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk mengeksplorasi minat mereka lebih dalam. Para ahli mengatakan bahwa membatasi aktivitas menurut jenis kelamin dapat menghambat perkembangan anak.

Kita semua tahu bahwa dari mainan saja terdapat jenis-jenis mainan tertentu yang secara tradisional menargetkan anak laki-laki. Mainan untuk anak laki-laki ini cenderung mengembangkan lebih banyak keterampilan spasial. Di sisi lain, mainan yang ditandai sebagai mainan "feminin" merangsang lebih banyak aktivitas sosial dan kepedulian. Inilah yang tanpa disadari dapat membatasi perkembangan kecerdasan anak sejak awal.

2. Berikan Contoh, Tak Hanya Lewat Kata-kata

Anak-anak tumbuh dengan kemampuan yang hebat dalam menyerap dan mereproduksi perilaku yang mereka lihat dan alami dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2001 menunjukkan bahwa menampilkan pembagian pekerjaan rumah tangga antara laki-laki dan perempuan pada anak-anak secara langsung berkaitan dengan pemisahan peran laki-laki dan perempuan.

Anak-anak tumbuh dengan kemampuan yang hebat dalam menyerap dan mereproduksi perilaku yang mereka lihat dan alami dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan Gender untuk Anak/ Sumber: Freepik.com

3. Membuka Pembicaraan dengan Anak-Anak

Bahkan jika mereka dibesarkan dalam lingkungan yang bebas dari stereotip gender di rumah, anak-anak dapat menerima konsep pemisahan peran gender di media, di sekolah, dari keluarga besar serta teman sebaya.

Tantangan terbesar yang harus kamu perhatikan adalah menjawab stereotip. Mulailah berbicara dengan anak-anak yang memang sudah bisa diajak bicara. Berikan mereka pemahaman bahwa anak laki-laki dan anak perempuan adalah sama dan keduanya memiliki hak dan peluang yang setara dalam mengeksplorasi dunianya.

4. Perasaan adalah Milik Manusia

Anak-anak perlu tahu bahwa mereka dapat mengungkapkan semua perasaan mereka dan tidak ada emosi “perempuan” atau emosi “laki-laki”. Anak laki-laki biasanya ditekankan kemampuan untuk tidak menangis dan kuat. Sedangkan anak perempuan harus lebih bersabar dan tidak boleh marah yang meluap-luap.

Padahal, semua emosi dan perasaan adalah milik semua manusia tanpa mengenal jenis kelamin. Baik itu anak perempuan dan laki-laki boleh mengungkapkan perasaan mereka dengan menangis, marah, dan beragam emosi lainnya.

Berikan anak pemahaman penuh mengenai seksualitas dan gender. Pendidikan seks dan gender akan membantu mereka untuk bisa lebih menghargai diri sendiri dan orang lain tanpa mengenal jenis kelamin dan gender.
Kesetaraan Gender/ Sumber: Freepik.com

5. Berikan Pendidikan Seks dan Gender 

Berikan anak pemahaman penuh mengenai seksualitas dan gender. Pendidikan seks dan gender akan membantu mereka untuk bisa lebih menghargai diri sendiri dan orang lain tanpa mengenal jenis kelamin dan gender. Dengan begitu, mereka bisa lebih menyadari bahwa tiap gender memiliki peluang dan hak yang sama untuk belajar dan mengeksplorasi minat mereka. 

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id