sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Kesalahan Parenting yang Membuat Anak Jadi Suka Berbohong

Rumaysha Milhania | Minggu, 05 Jul 2020 09:02 WIB
Kesalahan Parenting yang Membuat Anak Jadi Suka Berbohong
caption
Jakarta -

Berbohong sebenarnya merupakan bagian naluri manusia untuk bisa terhindar dari masalah yang mungkin terjadi saat ia berkata jujur apa adanya. Karakter seseorang yang suka berbohong dapat tumbuh dengan sendirinya tanpa perlu diajarkan. Berbeda dengan kejujuran yang harus ditanamkan dan dibiasakan sejak dini. Jika kamu mendapati si kecil mulai berbohong, waspadai kesalahan-kesalahan dalam parenting yang mungkin kamu lakukan berikut ini.

Anak-anak yang penyabar biasanya tumbuh dari orangtua yang juga penyabar dan lemah lembut.
Anak yang Penyabar/ Sumber: Pexels.com

Terlalu Sering Marah

Orangtua yang terlalu sering marah akan membuat anak takut padanya. Tentu ketakutan ini bukanlah solusi yang baik untuk mengarahkan anak pada perilaku yang terpuji. Anak akan lebih fokus pada menghindari kemarahan orangtua dibadingkan dengan melakukan hal dengan baik dan bertanggung jawab. Kebohongan anak-anak sebagian besar dilakukan untuk menghindari orangtua yang marah.


Tidak Pernah Mendengarkan

Orangtua yang pemarah juga cenderung tidak suka mendengarkan pendapat dan keluh kesah yang dirasakan anak. Orangtua seperti ini biasanya tidak akan peduli saat mendengarkan cerita dan alasan saat anak melakukan sebuah kesalahan. Itulah sebabnya, daripada harus repot mendengarkan omelan dari sang ayah atau ibu, anak tentu akan memilih untuk berbohong karena jujur akan menyusahkannya.

Selalu Mengharapkan Kesempurnaan

Semua orangtua tentu mengharapkan yang terbaik dari anak-anaknya. Sayangnya, kecenderungan ini hanya akan membuat anak menjadi tidak memiliki pilihan selain menutupi segala kesalahannya dengan kebohongan. Tidak jarang ini juga berlanjut pada kebiasaan anak mencontek di mana mereka akan mengupayakan segala cara untuk mendapatkan nilai bagus secara instan.

Orangtua yang pemarah juga cenderung tidak suka mendengarkan pendapat dan keluh kesah yang dirasakan anak.
Anak yang Lemah Lembut/ Sumber: Pexels.com

Menempatkan Anak Pada Posisi Serba Salah

Dalam hidup ini kita memang tidak selalu berada dalam posisi yang mudah. Terkadang ada saat-saat di mana kita harus menanggung kesalahan yang telah kita lakukan untuk bisa menebus secara adil. Sayangnya, anak-anak yang berada dalam posisi serba salah cenderung akan menghindari posisi tersebut dengan cara berbohong. 

Tidak Pernah Menekankan Kejujuran

Sebagai orangtua, kamu harus menekankan pentingnya kejujuran dengan selalu memberikan apresiasi atas tiap kejujuran yang dilakukan oleh si kecil. Ini bukan berarti mentoleransi kesalahan, melainkan menghargai keberaniannya untuk bertanggung jawab. Yang perlu dilakukan orangtua adalah memberikan contoh sikap yang jujur, menekankan nilai kejujuran, serta menahan emosi saat anak melakukan kesalahan. 

Orangtua perlu menekankan pentingnya kejujuran dengan selalu memberikan apresiasi atas tiap kejujuran yang dilakukan oleh si kecil.
Membesarkan Anak yang Jujur/ Sumber: Pexels.com

Ingatlah bahwa anak masih berada dalam tahap pembelajaran. Sangat wajar jika mereka melakukan kesalahan. Yang terpenting, kita sebagai orangtua harus selalu memfasilitasinya dengan pendidikan moral dan menanamkannya nilai-nilai kebaikan dalam setiap pelajaran hidup yang dijalaninya. 

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id