sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Panduan Ajarkan Sex Education pada Anak Berdasarkan Usianya

Rumaysha Milhania | Jumat, 20 Nov 2020 20:15 WIB
Panduan Ajarkan Sex Education pada Anak Berdasarkan Usianya
Edukasi Seks Untuk Anak/ Sumber: Freepik.com
Jakarta -

Dalam hal pendidikan seks, orangtua biasanya memiliki banyak pertanyaan tentang bagaimana cara memulainya, kapan harus melakukannya, dan apa yang harus disampaikan tentang seks. Terkadang ini memang terkesan sulit dan membingungkan, tetapi percayalah bahwa ini bukanlah hal yang tidak bisa dilakukan.

Dalam hal pendidikan seks, orangtua biasanya memiliki banyak pertanyaan tentang bagaimana cara memulainya, kapan harus melakukannya, dan apa yang harus disampaikan tentang seks.
Anak-anak/ Sumber: Freepik.com

Kita semua tahu jika pendidikan seks untuk anak-anak sangatlah penting. Pasalnya, ini bisa memberikan pengetahuan pada anak sejak dini tentang urusan privasi untuk mencegah pelecehan dan kekerasan seksual terjadi.

Namun, perlu diakui bahwa memberikan pengajaran tentang edukasi seks tidak semudah mengajarkan anak bermain sepeda atau menulis. Jika kamu merasa bingung, berikut ini adalah panduan singkat mengenai panduan edukasi seks untuk anak-anak berikut ini.

Kita semua tahu jika pendidikan seks untuk anak-anak sangatlah penting. Pasalnya, ini bisa memberikan pengetahuan pada anak sejak dini tentang urusan privasi untuk mencegah pelecehan dan kekerasan seksual terjadi.
Anak Perempuan/ Sumber: pexels.com

Pendidikan Seks untuk Anak-Anak

Sadari bahwa seks merupakan bagian dari kehidupan manusia dan itu tidak akan bisa dihindari, pada anak-anak sekalipun. J

adi, daripada mereka mendapatkan informasi yang salah dari internet atau teman-teman mereka, pastikan kamu adalah sumber informasi pertama untuk informasi seks untuk anak-anakmu. Dengan begitu, kamu bisa memastikan bahwa mereka menerima informasi yang benar dan yang lebih penting.

Bayi dan Balita (0-24 Bulan)

  • Perkenalkan bagian tubuh-tubuh mereka dengan nama yang sesungguhnya. Katakan alat kelamin wanita sebagai vagina dan sebut alat kelamin anak laki-lakimu sebagai penis.
  • Katakan pada mereka bahwa tidak apa-apa untuk menyentuh semua bagian tubuh mereka. Ini membuat mereka lebih memahami dan tahu tentang tubuh mereka sendiri.
  • Mulailah menunjukkan perbedaan antara anak laki-laki dan perempuan, laki-laki memiliki penis dan perempuan memiliki vagina.
  • Mulailah berbicara tentang fungsi bagian tubuh kita. Misalnya, air seni keluar melalui penis / vagina, kotoran keluar melalui anus.
  • Jika mereka suka telanjang sepanjang waktu, mulailah memperkenalkan batasan untuk hal itu. Tidak di semua tempat ia bisa telanjang!
Berikan penjelasan bahwa anak laki-laki dan perempuan berbeda tetapi memiliki fungsi yang sama. Anak perempuan memiliki vagina, anak laki-laki memiliki penis, dan kita semua memiliki puting/ bokong/ hidung/ tangan, dll.
Anak Laki-Laki/ Sumber: Freepik.com

Anak Balita (2-5 Tahun)

  • Perkenalkan bagian-bagian tubuh kita.
  • Sebutkan nama yang benar dari tiap bagian tubuh dan apa fungsinya.
  • Berikan penjelasan bahwa anak laki-laki dan perempuan berbeda tetapi memiliki fungsi yang sama. Anak perempuan memiliki vagina, anak laki-laki memiliki penis, dan kita semua memiliki puting/ bokong/ hidung/ tangan, dll.
  • Berikan penjelasan bahwa tubuh kita berbeda dan tidak apa-apa menjadi berbeda.
  • Berikan penjelasan jika bahwa tubuh kita dapat memberi tahu kita apa yang kita rasakan.
  • Berikan penjelasan tentang bagian-bagian pribadi di tubuh mereka yang tidak boleh disentuh oleh sembarangan orang.
  • Hargai anak dengan tidak sembarangan menyentuh tubuhnya tanpa meminta persetujuannya. Dengan begitu anak bisa paham tentang kuasanya atas tubuhnya sehingga ia bisa memiliki sikap yang tegas jika ia tidak mau disentuh oleh sembarangan orang.

Nah, itulah beberapa tips yang bisa kamu perhatikan untuk materi edukasi seks untuk anak-anak. Semoga bermanfaat, ya!

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id