sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Soal Melatih Anak Jadi Mandiri, 6 Kesalahan Orang Tua Ini Sering Terjadi

Henny Alifah | Rabu, 07 Oct 2020 14:00 WIB
Soal Melatih Anak Jadi Mandiri, 6 Kesalahan Orang Tua Ini Sering Terjadi
caption

Tidak ada panduan saklek dalam mendidik anak. Dengan kata lain, ada banyak cara untuk mendidik anak, termasuk melatih mereka jadi anak mandiri.

Namun yang pasti, tidak ada orang tua yang sempurna. Entah itu disebabkan oleh kurang tidur, jadwal yang padat, multitasking, stres, atau sifat dasar yang melekat pada manusia, orang tua juga bisa membuat kesalahan.

Saat melatih mereka jadi anak mandiri, enam kesalahan berikut ini sering dilakukan oleh orang tua. 


1. Memberi terlalu banyak pilihan

dalam mendidik anak jadi pribadi mandiri, menyederhanakan pilihan dapat membantu
Mendidik anak/ Foto: Pexels.com

Anak-anak perlu mengembangkan rasa kemandirian, dan orang tua dapat mendorongnya dengan memberi mereka kesempatan untuk membuat keputusan sendiri. Namun penting untuk diperhatikan, pilihan anak kecil harus dibatasi pada pilihan kecil saja.

Buat keputusan lebih sederhana untuk anak-anak. Misalnya, beri pilihan seperti "Kamu mau plum atau pir?" dan bukan "Kamu mau buah apa?". Atau, "Kamu mau kaus bergaris merah atau kaus dinosaurus biru?" bukan "Kamu mau pakai baju apa?".

2. Selalu mengerjakan tugas anak

agar anak mandiri, orang tua perlu menahan keinginan untuk selalu turun tangan membantu mengerjakan tugasnya
Mendidik Anak/ Foto: Pexels.com

Tugas yang dimaksud ini adalah semua tugas, baik itu tugas sekolah maupun tugas rumah. Memberi bantuan pada anak memang membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat selesai. Misalnya membersihkan mainan, tentu jauh lebih mudah dan lebih rapi melakukannya sendiri setelah anak-anak pergi tidur daripada menugaskan mereka.

Namun jika membantu terus-terusan, anak akan cenderung mengandalkan orang lain dalam mengerjakan setiap tugasnya. Semakin banyak orang tua melakukan hal-hal yang seharusnya dapat mereka lakukan sendiri, pada akhirnya mereka akan semakin tidak mandiri.

3. Tidak cukup memberi pengetahuan tentang nilai uang

memberi wawasan tentang nilai uang sejak dini dapat membantu anak mandiri finansial
Mendidik Anak/ Foto: Pexels.com

Orang tua perlu menghindari pembicaraan tentang pendapatan, hutang, pinjaman, atau topik keuangan dewasa lainnya dengan anak-anak, terutama jika hal itu diliputi perasaan stres. Tetapi, anak-anak harus tahu sejak usia dini bahwa segala sesuatu membutuhkan uang dan uang berasal dari pekerjaan.

Ini penting agar kelak anak bisa mandiri finansial. Jika orang tua selalu memberikan semua keinginan anak tanpa memberikan wawasan bagaimana cara mendapatkannya, mereka akan tumbuh manja.

4. Tidak membiarkan anak melakukan kesalahan

dalam mendidik anak, orang tua yang tidak membiarkan mereka berbuat kesalahan justru dapat menghambat kemandirian anak
Mendidik Anak/ Foto: Pexels.com

Ketika anak-anak berbuat salah, kebanyakan orang tua dengan cepat menghakimi mereka tidak mampu dan kurang dewasa. Padahal, kesalahan yang mereka buat dapat memberi kesempatan untuk tumbuh dan mandiri. Pada anak balita, misalnya, membiarkan mereka menyendok sendiri makanannya memang membuat baju, meja, bahkan lantai kotor. Namun demikian, dengan begitu mereka jadi belajar untuk makan sendiri dan lama-lama terbiasa makan tanpa belepotan. Demikian pula ketika mereka melipat baju, tentu mereka tidak serta bisa melakukannya.

Berbuat salah itu manusiawi. Di sini orang tua dapat berperan menjadi pendamping anak dalam menghadapi konsekuensi kesalahannya. Misalnya, saat anak berulang kali menumpahkan gelas, rupanya itu karena dia tidak meletakkan cangkirnya di atas tatakan gelas yang diletakkan jauh dari tepi meja. Daripada menghakimi anak ceroboh, akan lebih baik jika segera menugaskannya untuk membersihkan tumpahan air.

5. Menuntut kesempurnaan

tuntutan untuk menjadi yang terbaik, sukses, sempurna justru dapat menghambat anak mandiri
Mendidik Anak/ Foto: Pexels.com

Tuntutan untuk menjadi yang terbaik bisa menyebabkan kecemasan pada anak. Harapan orang tua yang tinggi kepada mereka bisa menjadi beban dan menyebabkan ketakutan akan kegagalan, bahkan tidak mau mencoba. Anak pun jadi kesulitan berdiri di atas kakinya sendiri.

Alih-alih fokus pada hasil yang sempurna, orang tua lebih baik fokus pada proses. Dorong anak untuk mencoba hal-hal baru, keluar dari zona nyamannya, dan berkreasi tanpa tekanan untuk sukses atau menang atau menjadi sempurna. Jika orang tua melakukannya, anak akan lebih bersedia untuk melakukan tugas baru di masa mendatang.

6. Menahan anak terlalu erat

Menahan anak dalam mengeksplorasi hal baru dapat membuat mereka sulit mandiri
Mendidik Anak/ Foto: Pexels.com

Anak-anak penting untuk memiliki kebebasan. Dunia luas di luar sana mungkin memang menakutkan. Namun bukan berarti orang tua berhak untuk selalu menahan anak di rumah dan tidak mengizinkan mereka pergi menjelajah.

Tentu saja, orang tua tidak boleh mengalihkan pandangan dari bayi dan menjaga balita dalam jangkauan tangan. Namun seiring bertambahnya usia anak, mereka perlu memiliki rasa kebebasan untuk berkembang menjadi anak mandiri.

Selain itu, dalam mendidik anak untuk mandiri juga perlu dipahami bahwa seorang anak tetaplah seorang manusia, hanya saja dalam ukuran yang lebih kecil. Jadi, penting untuk tetap memperhatikan perasaan mereka. Jika jatuh dan terluka, misalnya, izinkan mereka merasa sakit dan menangis alih-alih mengatakan mereka cengeng dan tidak dewasa.

(hld/hld)

Our Sister Site

mommyasia.id