sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Apakah Pre-Cum Bisa Menyebabkan Kehamilan?

Rumaysha Milhania | Jumat, 30 Apr 2021 05:00 WIB
Apakah Pre-Cum Bisa Menyebabkan Kehamilan?
caption

Sebelum pria mencapai klimaks, mereka akan mengeluarkan cairan yang dikenal sebagai pre-ejakulasi, atau pre-cum. Pre-cum keluar tepat sebelum air mani, yang memiliki sperma hidup sehingga ini tentu dapat menyebabkan kehamilan.

Banyak orang percaya bahwa pra-cum tidak termasuk sperma, jadi tidak ada risiko kehamilan yang tidak diinginkan. Tapi itu tidak benar. Dengan kata lain, ya, pre-cum dapat menyebabkan kehamilan.

Sebelum pria mencapai klimaks, mereka akan mengeluarkan cairan yang dikenal sebagai pre-ejakulasi, atau pre-cum.
Seks/ Sumber: Freepik.com

Pre-cum pada dasarnya memang tidak mengandung sperma, tetapi ini dapat mengandung sperma. Pre-cum sendiri merupakan pelumas yang diproduksi oleh kelenjar di penis yang dilepaskan sebelum ejakulasi. Akan tetapi, semen mungkin tertinggal di uretra setelah ejakulasi dan bercampur dengan pre-cum saat sedang keluar.

Faktanya, sebuah studi tahun 2016 menemukan sel sperma berada di pre-cum dari hampir 17 persen peserta laki-laki. Studi lain, yang diterbitkan pada 2011, menemukan sperma dalam 37 persen sampel pra-cum dari 27 pria. Akan tetapi, kehamilan akibat pre-cum dapat dicegah dengan buang air kecil sebelum berhubungan seks sehingga ini dapat membantu mengeluarkan air mani yang tersisa dan kemungkinan sperma muncul di pra-cum.

Faktanya, sebuah studi tahun 2016 menemukan sel sperma berada di pre-cum dari hampir 17 persen peserta laki-laki. Studi lain, yang diterbitkan pada 2011, menemukan sperma dalam 37 persen sampel pra-cum dari 27 pria.
Suami dan Istri/ Sumber: Freepik.com

Kapan pre-cum terjadi?

Pra-cum bukanlah sesuatu yang dapat dikendalikan. Pelepasan cairan ini adalah fungsi tubuh yang tidak dapat dikontrol yang terjadi tepat sebelum ejakulasi. Inilah sebabnya mengapa metode senggama terputus tidak bekerja sebaik opsi kontrasepsi lainnya, seperti pil atau kondom. Pasalnya, jika kamu menarik keluar tepat sebelum kamu mencapai klimaks, pre-cum masih dapat masuk ke dalam vagina pasanganmu.

Beberapa penelitian menunjukkan hal itu bisa menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan. Sebuah studi tahun 2008 memperkirakan bahwa 18 persen pasangan yang menggunakan metode senggama terputus akan hamil dalam setahun. 

Pra-cum bukanlah sesuatu yang dapat dikendalikan. Pelepasan cairan ini adalah fungsi tubuh yang tidak dapat dikontrol yang terjadi tepat sebelum ejakulasi. Inilah sebabnya mengapa metode senggaa terputus tidak bekerja sebaik opsi kontrasepsi lainnya, seperti pil atau kondom.
Seks/ Sumber: Freepik.com

Dengan kata lain, kamu tetap harus mewaspadai adanya risiko kehamilan saat kamu tidak menggunakan alat kontrasepsi dan hanya mengandalkan metode senggama terputus. Jika kamu memang ingin menunda kehamilan, tidak ada salahnya untuk mencari metode kontrasepsi dengan risiko rendah seperti kondom atau pil. Dengan begitu, risiko kehamilan dapat dicegah dengan lebih optimal.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id