sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Seberapa Sering Frekuensi Berhubungan Seks yang Dianggap Normal?

Rumaysha Milhania | Sabtu, 24 Apr 2021 23:00 WIB
Seberapa Sering Frekuensi Berhubungan Seks yang Dianggap Normal?
caption

Di beberapa titik dalam hidup, banyak pasangan bertanya-tanya dan bertanya, "seberapa sering rata-rata hubungan seks yang dilakukan pasangan lain?" Meskipun jawabannya tidak sepenuhnya jelas, ada jawaban dari para terapis seks tentang topik ini. 

Di beberapa titik dalam hidup, banyak pasangan bertanya-tanya dan bertanya,
Seks/ Sumber: Freepik.com

Frekuensi Seks Rata-rata

Ada beragam jawaban tentang rekomendasi frekuensi seks yang seharusnya dilakukan oleh para pasangan. Pasangan yang berhubungan seks sekali seminggu dan sebulan sekali masih dikatakan normal. Seorang terapis seks, Ian Kerner, PhD, mengatakan bahwa tidak ada angka atau frekuensi yang normal untuk semua pasangan.

Seks merupakan hal yang sangat personal dan berbeda bagi tiap orang dan pasangan. Bagaimanapun, kehidupan seks suatu pasangan dipengaruhi oleh begitu banyak faktor yang berbeda: usia, gaya hidup, kesehatan masing-masing pasangan dan libido alami dan, tentu saja, kualitas hubungan mereka secara keseluruhan, dan masih banyak lagi.

Jadi, meskipun mungkin tidak ada jawaban yang tepat untuk pertanyaan tentang seberapa sering pasangan harus berhubungan seks, sebuah penelitian menemukan hal menarik. Dari lebih dari 20.000 pasangan, ditemukan bahwa hanya 26% pasangan yang melakukan seks seminggu sekali. Di sisi lain, mayoritas responden melaporkan mereka hanya berhubungan seks sekali atau dua kali sebulan.

Bagaimanapun, kehidupan seks suatu pasangan dipengaruhi oleh begitu banyak faktor yang berbeda: usia, gaya hidup, kesehatan masing-masing pasangan dan libido alami dan, tentu saja, kualitas hubungan mereka secara keseluruhan, dan masih banyak lagi.
Seks/ Sumber: Freepik.com

Apakah Pernikahan Bermasalah Tanpa Seks?

Kebanyakan terapis seks setuju bahwa berhubungan seks kurang dari 10 kali setahun adalah alasan yang cukup untuk memberi label pernikahanmu adalah pernikahan tanpa seks. Namun, kurangnya seks bukan berarti pernikahanmu bermasalah.

Meskipun seks mungkin merupakan cara pasangan biasanya mengekspresikan cinta dan keinginan mereka untuk satu sama lain, kurangnya seks tidak selalu berarti bahwa kamu dan pasangan berada pada akhir hubungan. Tiap pasangan memiliki kecenderungan berbeda tentang cara mengekspresikan cinta. Ini tidak selalu tentang hubungan badan.

Masalah baru akan muncul jika kamu dan pasangan memiliki kecenderungan yang berbeda di mana salah satu dari kalian ternyata memiliki dorongan seks yang lebih tinggi.
Suami dan Istri/ Sumber: Freepik.com

Masalah baru akan muncul jika kamu dan pasangan memiliki kecenderungan yang berbeda di mana salah satu dari kalian ternyata memiliki dorongan seks yang lebih tinggi. Jika ini adalah masalah yang kamu hadapi, ada baiknya untuk berkomunikasi untuk mencari solusi terbaik atas masalah ini. Tidak ada salahnya untuk bisa saling memahami kondisi satu sama lain agar bisa menemukan jalan tengah yang menciptakan kenyamanan bagi kedua pasangan.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id