sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

5 Risiko Pernikahan di Usia Muda, Ini yang Harus Kamu Antisipasi

Rumaysha Milhania | Selasa, 01 Sep 2020 21:00 WIB
5 Risiko Pernikahan di Usia Muda, Ini yang Harus Kamu Antisipasi
caption
Jakarta -

Menurut BKKBN, batas usia muda untuk menikah bagi perempuan adalah 21 tahun dan 25 tahun bagi laki-laki. Sayangnya, kasus pernikahan dini di Indonesia masih terus berlanjut. Bahkan, banyak sekali pengantin yang masih termasuk dalam kategori remaja dan anak-anak terpaksa menikah dengan berbagai alasan. 

Hal ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia, kasus pernikahan anak merupakan kasus pelanggaran HAM yang terjadi di berbagai negara. Tentu hal ini harus diperhatikan dengan saksama mengingat bahwa anak-anak yang dinikahkan di usia yang masih belia merupakan korban. Pernikahan di usia yang terlalu muda sangatlah berisiko dan mengancam masa depan dan kesempatannya untuk berkembang. Nah, berikut ini adalah beberapa risiko yang akan terjadi dalam pernikahan di usia muda. 

Pernikahan di usia yang terlalu muda sangatlah berisiko dan mengancam masa depan dan kesempatannya untuk berkembang.
Menikah Muda/ Sumber: Freepik.com

Risiko Pendidikan

Saat seseorang memutuskan untuk menikah di usia yang sangat muda, tentu akan ada pengorbanan yang harus dilakukan. Salah satunya adalah kesempatan untuk belajar. Menikah di usia yang sangat belia kerap kali membuat seseorang terpaksa berhenti sekolah. Hal ini berdampak lebih parah pada perempuan di mana kebanyakan dari mereka harus menjalani kehamilan dan mengurus anak. Padahal, pendidikan yang baik akan berpengaruh banyak pada kesiapan mental dan fisik yang baik untuk menjalani pernikahan dan rumah tangga.


Risiko Kesehatan

Menikah di usia yang terlalu muda juga dapat berisiko tinggi terhadap komplikasi berbahaya dalam kehamilan dan persalinan. Meskipun sudah menstruasi, itu tidak berarti seorang wanita siap untuk benar-benar menjalani proses kehamilan dan persalinan. Tidak hanya itu, hamil di usia dini juga sangat berisiko terhadap keselamatan ibu dan janin.

Menikah di usia yang terlalu muda juga dapat berisiko tinggi terhadap komplikasi berbahaya dalam kehamilan dan persalinan.
Menikah Dini/ Sumber: Freepik.com

Risiko Kekerasan

Perempuan yang terlalu muda saat menikah sangat rentan terhadap kekerasan yang dilakukan oleh suaminya. Mereka menjadi kehilangan kekuatan karena tidak memiliki akses pendidikan dan finansial yang mandiri. Tidak jarang wanita yang menikah terlalu muda akan berakhir dengan pengalaman kekerasan dalam rumah tangga yang menyakitkan.

Risiko Kemiskinan

Dengan sedikit akses ke pendidikan dan peluang ekonomi, pasangan yang menikah terlalu muda sangat berisiko tinggi menjalani hidup dalam kemiskinan. Hal ini tentu akan memberikan efek domino yang cukup serius pada anak-anak mereka ke depannya. Jika ini terjadi, bisa jadi anak mereka juga akan menjadi korban pernikahan dini dengan alasan ekonomi. 

Pernikahan dini yang dialami oleh kebanyakan anak perempuan berdampak pada terbentuknya sistem yang meremehkan kontribusi dan partisipasi anak perempuan.
Risiko Menikah/ Sumber: Freepik.com

Risiko Sosial

Pernikahan dini yang dialami oleh kebanyakan anak perempuan berdampak pada terbentuknya sistem yang meremehkan kontribusi dan partisipasi anak perempuan. Hal ini juga berdampak serius terhadap pembatasan potensi perempuan untuk bisa tumbuh, berkontribusi, dan bertransformasi menjadi bagian dari masyarakat yang produktif. Jadi, pastikan untuk berpikir ulang sebelum memutuskan menikah di usia yang belia.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id