sign up SIGN UP

RELATIONSHIP

Sering Jadi Penyebab Cerai, Ini 5 Masalah Keuangan Rumah Tangga yang Perlu Diwaspadai

Dian Aprilia | Minggu, 23 May 2021 21:00 WIB
Sering Jadi Penyebab Cerai, Ini 5 Masalah Keuangan Rumah Tangga yang Perlu Diwaspadai
caption

Dilansir dari Hukum Online, menurut Abdul Manaf, mayoritas penyebab perceraian didorong dua persoalan besar, yakni masalah ekonomi dan perselisihan yang tidak berkesudahan. Oleh sebab itu masalah keuangan atau finansial termasuk salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh pasangan.

Setiap pasangan perlu mengetahui potensi-potensi masalah keuangan guna menghindari dan mengantisipasinya di masa depan. Berikut beautynesia.id merangkum 5 masalah keuangan rumah tangga yang perlu diwaspadai:

Kurang Uang

Kurang uang
Kurang uang/pexels.com

Masalah yang sering dihadapi pasangan adalah kekurangan uang. Hal ini kerap terjadi di masa awal-awal pernikahan. Tak jarang, kondisi kekurangan ini memicu konflik dan ketegangan di antara kedua belah pihak. Bahkan sampai memutuskan untuk bercerai, entah dengan cara baik-baik atau tidak baik.

Oleh sebab itu, sebaiknya pasangan memahami potensi masalah ini sebelum memutuskan menikah. Dengan begitu, keduanya bisa berusaha meningkatkan kondisi finansial sebelum menikah sampai dirasa cukup mapan dan mampu untuk memenuhi biaya rumah tangga.

Terlalu Banyak Uang

Terlalu banyak uang
Terlalu banyak uang/pexels.com

Tidak hanya kekurangan uang, terlalu banyak uang juga bisa menimbulkan pertikaian. Kebanyakan uang bisa memicu sikap-sikap negatif dalam pernikahan, seperti perselingkuhan, masalah penghormatan kepada pasangan, kurangnya saling menghargai karena dominan perihal keuangan.

Solusinya bukan berarti harus mengurangi uang yang dimiliki, melainkan mindset saat memiliki banyak uang. Setiap pasangan harus memahami kedudukan uang, pentingnya komitmen dan saling menghargai dalam pernikahan. Jangan sampai kebanyakan uang justru menjadi masalah bukan berkah untuk keluarga.

Tidak Jujur

Tidak jujur
Tidak Jujur/pexels.com

Memang ada istilah kebohongan hitam dan kebohongan putih. Ada kalanya kamu harus berbohong demi kebaikan, tapi hati-hati jika berbohong masalah keuangan. Sebab keuangan termasuk hal yang sensitif, sehingga kebohongan dalam keuangan bisa menyebabkan salah satu pihak berpikir negatif dan memicu konflik.

Sebisa mungkin, usahakan untuk jujur perihal penghasilan, pengeluaran, hutang, investasi, tabungan, dana pendidikan anak dan lainnya. Hal ini akan membuat rumah tanggamu lebih mudah dalam menghadapi masalah. Sebaliknya kebohongan bisa menurunkan kepercayaan dan penghormatan antar pasangan.

Kurang Perencanaan

Kurang perencanaan
Kurang perencanaan/pexels.com

Salah satu masalah keuangan yang juga kerap dihadapi dalam rumah tangga adalah kurang perencanaan. Bahkan tidak sedikit, generasi milenial yang sebelum menikah saja tidak terbiasa mengelola keuangannya dengan baik. Mungkin dampaknya belum begitu terasa saat masih single, tapi saat sudah memiliki anak, perencanaan keuangan terasa begitu penting.

Mulai dari mengukur apakah pemasukan cukup untuk pengeluaran sebulan. Seperti halnya kebutuhan makan, biaya listrik, air, sekolah anak, perlengkapan anak dan banyak lagi lainnya. Untuk itu, sebaiknya biasakan diri untuk merencanakan keuangan sejak dini agar tidak kesulitan saat berumah tangga.

Kurang Komunikasi

Kurang komunikasi
Kurang komunikasi/pexels.com

Kurang komunikasi perihal keuangan bisa memicu salah paham. Usahakan untuk meluangkan waktu untuk membicarakan hal-hal penting perihal keuangan. Kamu bisa mendiskusikannya setiap awal bulan dan akhir bulan untuk evaluasi bersama. Dengan begitu, kamu akan terhindari dari masalah keuangan karena kurang komunikasi.

Pahami juga bahwa kamu sudah hidup berdua dalam satu bangunan rumah tangga. Maka setiap keputusan keuangan perlu dibicarakan bersama karena masing-masing punya hak untuk tahu.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id