sign up SIGN UP

Wah... Kaya Akan Ragam Budaya! 5 Tradisi Unik Pra-nikah Ini Ternyata Cuma Ada di Indonesia

Zeyra Haya | Jumat, 20 Aug 2021 06:15 WIB
Wah... Kaya Akan Ragam Budaya! 5 Tradisi Unik Pra-nikah Ini Ternyata Cuma Ada di Indonesia
caption

Upacara pernikahan menjadi momen sakral bagi setiap pasangan. Dipertemukannya dua keluarga artinya bertemu pula dua adat dan kebudayaan yang berbeda.

Menjadi rahasia umum bahwa budaya Indonesia sangatlah beragam. Dari sekian banyak adat dan kebudayaan, adat pernikahan Indonesia menjadi salah satu tradisi yang paling menonjol.

Tradisi pernikahan Indonesia menurut adat tidak hanya semata dilakukan saat prosesi pernikahan saja, namun bahkan dimulai dari sebelum pernikahan. Hal tersebut kemudian dikenal dengan serangkaian tradisi pra-nikah.

Selain unik, nyatanya berbagai tradisi pra-nikah tiap adat di Indonesia tak bisa ditemukan di negara lain alias cuma ada di Indonesia. Apa saja? Berikut 5 tradisi pra-nikah unik yang cuma bisa kita lihat di Indonesia.

1. Tradisi Pingit

Tradisi pra nikah adat Jawa/Foto: pinterest.com
(Tradisi pra nikah adat Jawa/Foto: pinterest.com)

Tradisi Pingit merupakan rangkaian tradisi pernikahan Indonesia yang asalnya dari adat Jawa. Tradisi Pingit dilakukan dua atau tiga hari sebelum hari pernikahan.

Dalam prosesi ini, kedua calon pengantin tidak diperbolehkan untuk bertemu dan bepergian keluar rumah. Tujuan dari ritual ini adalah untuk menjaga kesucian kedua calon pengantin dan melindungi mereka dari bahaya. Untuk calon pengantin perempuan, biasanya tradisi Pingit dibarengi dengan tradisi Mandi Kembang yang dipercaya dapat membersihkan aura sang calon pengantin.

2. Tradisi Bainai

Tradisi pra nikah adat Sumatra Barat/Foto: femaledaily.com
(Tradisi pra nikah adat Sumatra Barat/Foto: femaledaily.com)

Tradisi pra nikah selanjutnya adalah tradisi malam Bainai. Bainai merupakan tradisi yang dilakukan sehari sebelum acara akad nikah dimana para keluarga atau teman calon pengantin melekatkan tumbukan halus daun pacar ke ujung jari calon pengantin perempuan sampai meninggalkan bekas warna merah kekuningan pada kuku.

Tradisi adat Minang atau Sumatra Barat ini dilakukan dengan tujuan sebagai simbol ungkapan kasih sayang dan doa restu dari para sesepuh keluarga mempelai. Dengan pemberian inai pada kuku pengantin akan menjadi pertanda bahwa sang anak dari telah dipersunting.

3. Betanges

Tradisi pra nikah adat Palembang/Foto: femaledaily.com
(Tradisi pra nikah adat Palembang/Foto: femaledaily.com)

Satu lagi tradisi pernikahan Indonesia yang berasal dari daerah Sumatra adalah Betanges. Tradisi pra nikah adat Palembang ini merupakan ritual mandi uap bagi calon mempelai perempuan yang dilakukan dua atau tiga hari sebelum acara pernikahan berlangsung.

Ritual Betanges bertujuan  untuk menghilangkan bau badan tak sedap dan mendetoksifikasi sisa racun dalam tubuh. Prosesi Betanges dimulai dengan calon pengantin perempuan yang duduk di atas bangku kecil lalu mengaduk-aduk air di dalam panci yang berisikan rempah-rempah Betanges seperti daun serai, daun pandan, dan lain-lain hingga mendidih sampai terbentuknya uap.

4. Ngekeb

Tradisi pra nikah adat Bali/Foto: pinterest.com
(Tradisi pra nikah adat Bali/Foto: pinterest.com)

Beralih ke pulau Dewata, Ngekeb menjadi salah satu tradisi pernikahan adat Bali yang cukup populer. Ngekeb adalah sebuah upacara dimana calon pengantin perempuan  akan menjalani ritual mandi air bunga, keramas air merang, serta luluran dengan ramuan tradisional yang menggunakan beras halus, bunga kenanga, daun merak, kunyit, pandan, dan lain-lain.

Tradisi ini dilakukan bertujuan untuk menyiapkan calon mempelai perempuan dari kehidupan remaja menjadi seorang istri. Setelah seluruh rangkaian prosesi dilakukan, calon pengantin perempuan akan masuk ke kamar pengantin dan tidak diperbolehkan keluar kamar hingga pengantin laki-laki menjemputnya.

5. Kawin Colong

Tradisi unik pernikahan Indonesia. Salah satunya adat Banyuangi/Foto: pinterest.com
(Tradisi unik pernikahan Indonesia. Salah satunya adat Banyuangi/Foto: pinterest.com)

Kembali ke pulau Jawa, Kawin Colong merupakan tradisi pra nikah ala masyarakat Banyuwangi khususnya suku Osing. Seperti namanya, pada tradisi ini dilakukan ritual penculikan calon mempelai perempuan oleh mempelai laki-laki.

Prosesi pelaksanaan Kawin Colong adalah sang laki-laki akan menculik si perempuan, lalu membawa ke rumahnya dan tinggal di sana. Dalam waktu kurang dari 24 jam, sang lelaki harus mengirimkan seorang Colok untuk bertemu dengan kedua orang tua perempuan.

Colok adalah seorang penengah yang akan menjadi perwakilan pihak pria untuk meminta izin kepada kedua orang tua pihak perempuan. Biasanya Colok adalah seorang yang dituakan atau disegani masyarakat, hal ini bertujuan agar orangtua perempuan dapat menghormati sang Colok.

Itulah 5 tradisi pra-nikah unik yang cuma bisa ditemukan dan ada di Indonesia. Peran budaya dan adat menjadi hal yang kuat dan bernilai tinggi dalam prosesi pernikahan. Tak ayal, rangkaian tradisi pernikahan Indonesia ini dilaksanakan secara sakral.

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id