sign up SIGN UP

5 Desainer Anti-Fashion Ternama di Dunia, Konsepnya Unik dan Menarik!

Ira Syafira | Beautynesia
Minggu, 31 Jul 2022 08:30 WIB
5 Desainer Anti-Fashion Ternama di Dunia, Konsepnya Unik dan Menarik!
caption

Rancangan busana yang apik merupakan sebuah seni tersendiri bagi para pecinta fashion. Mereka memandang setiap desain busana memiliki cerita dan karakteristik yang berbeda dari setiap desainer yang membuatnya. Akan tetapi, kesadaran publik mengenai fashion dan style bisa juga mempengaruhi seorang desainer dalam membuat suatu rancangan busana.

Mode dan desain pakaian yang banyak diminati masyarakat memang bisa membentuk sebuah tren. Namun, ada beberapa fashion designer yang memilih berpegang pada konsep yang telah mereka ciptakan sejak awal, dan tidak mengikuti tren saat ini tentunya. Desainer seperti ini biasa disebut sebagai desainer anti-fashion.

Para desainer ini memilih tidak mengikuti tren karena perputaran fashion yang terlalu cepat dan membuat orang-orang menjadi sangat konsumtif. Siapa aja sih para desainer anti-fashion yang cukup dikenal di dunia? Yuk, langsung aja simak daftar berikut. 

1. Vivienne Westwood

Vivienne Westwood/Foto: Instagram/@viviennewestwood
Vivienne Westwood/Foto: Instagram/@viviennewestwood

Vivienne Westwood merupakan seorang fashion designer kelahiran Inggris, tahun 1941. Ia merupakan lulusan Antwerp's Royal Academy of Fine Arts. Selain fokus di bidang fashion, ia juga seorang aktivis perubahan iklim yang senang menggabungkan style punk di segala kegiatan aktivisnya.

Ide awal ia mendesain nuansa punk berasal dari kolaborasinya bersama manajer band punk asal London, Malcolm McLaren. Saat itu, Vivienne dijuluki sebagai ikon punk. Produksi usahanya sendiri difokuskan ke karya yang efisien dan berkelanjutan. Ia dikenal menolak sifat konsumerisme dan tidak bergantung pada tren. Vivienne memanfaatkan mode pakaian lama yang didaur ulang menjadi karya baru.

2. Rei Kawakubo

Rei Kawakubo/Foto: Instagram/commedesgarcons
Rei Kawakubo/Foto: Instagram/commedesgarcons

Rei Kawakubo adalah seorang perempuan asal Tokyo yang mendirikan fashion label dengan nama Comme des Garçons atau sering disingkat CDG. Bisnis fashion ini ia dirikan saat usianya 27 tahun, dan berhasil membuka 100 gerai di seluruh Jepang dalam kurun waktu 10 tahun. 

Produk Comme des Garçons sangat identik dengan warna kain hitam, desain tepian yang sedikit kasar dan sentuhan asimetris berhasil membawanya tampil di Paris Fashion Week pertama kalinya pada 1981 silam. Istri Adrian Joffe ini dikenal sebagai seorang desainer yang tidak terpengaruh oleh tren, ia cenderung radikal dan cuek. 

Desain Rei Kawakubo terkesan bebas dan mengikuti sesuai keinginannya. Tak hanya membuat, ia juga akan mengenakan hasil rancangannya. Kesuksesan perempuan dengan julukan queen of fashion ini telah menarik para selebriti seperti Rihanna, Katty Perry, dan Pharrel Williams, untuk mengenakan hasil karyanya.

3. Raf Simons

Raf Simons/Foto: Instagram/@rafsimons
Raf Simons/Foto: Instagram/@rafsimons

Raf Jan Simons merupakan seorang desainer kelahiran Belgia, ia memiliki label fashion yang didirikan sejak tahun 1995. Namun, Jaf juga pernah bekerja di beberapa high end brand, seperti sebagai chief creative officer di Calvin Klein, creative director di Jil Sander dan Christian Dior. Kemudian sejak April 2021, dia ditunjuk sebagai co-creative director oleh Prada. 

Raf memiliki pola pikir anak muda, ia ingin menunjukkan seni dan nilai anti-fashion dalam setiap koleksi yang ia buat. Pengalamannya bekerja dengan brand ternama membuat ia sadar bahwa bisnis yang hanya berfokus pada komersial akan membosankan. Akhirnya di tahun 2021, Raf merancang pakaian perempuan di bawah labelnya yang dipamerkan bersama dengan koleksi menswear edisi spring bulan Oktober 2021. 

4. Ann Demeulemeester

Ann Demeulemeester/Foto: Instagram/@anndemeulemeester_official
Ann Demeulemeester/Foto: Instagram/@anndemeulemeester_official

Ann Demeulemeester adalah salah satu anggota Antwerp Six, yakni kelompok yang terdiri dari enam desainer asal Belgia lulusan Antwerp's Royal Academy of Fine Arts Belgia. Ann seringkali menolak mengikuti tren yang ada dan memiliki merancang koleksi berbeda untuk label fashion miliknya. 

Label fashion yang ia dirikan tahun 1985 memiliki ciri khas pakaian yang dihiasi dengan motif bulu, warna-warna gelap, berukuran longgar, dan menggunakan bahan kulit bertekstur kasar. Perempuan kelahiran Kortrijk ini sudah beberapa kali di kritik karena ide koleksi yang cenderung sama. Akan tetapi, Ann tidak peduli dan tetap berpegang pada prinsipnya. 

 

5. Issey Miyake

Issey Miyake/Foto: Instagram/@pleatspleaseisseymiyake
Issey Miyake/Foto: Instagram/@pleatspleaseisseymiyake

Issey Miyake adalah salah seorang desainer anti-fashion kelahiran Hiroshima, April 1938. Sebagai fashion designer ternama Jepang, tak jarang Issey bereksperimen dengan model, teknik desain, hingga bahan tekstil yang ia gunakan.

Bahkan, pemilik brand Pleat Please ini membuat kainnya sendiri. Karya-karyanya berkonsep orisinil, Issey pernah membuat konsep pakaian yang dapat menutupi seluruh badan dan terbuat dari sepotong kain. Konsep tersebut diberi nama A-Piece of cloth (A-POC). 

Well, itulah beberapa nama desainer anti-fashion yang cukup ternama di dunia. Industri fashion yang berkelanjutan tidak akan mempengaruhi karya dan kebebasan mereka dalam berekspresi menghasilkan desain yang berbeda. Walaupun tidak mengikuti tren, desain mereka justru lebih menarik perhatian!

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)

Our Sister Site

mommyasia.id