sign up SIGN UP

5 Target Digitalisasi yang Diperlukan Industri Fashion, Serba Canggih dan Efisien!

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Sabtu, 11 Jun 2022 14:30 WIB
5 Target Digitalisasi yang Diperlukan Industri Fashion, Serba Canggih dan Efisien!
caption

Teknologi dinilai memberikan banyak keuntungan bagi kehidupan, tidak terkecuali dalam bidang bisnis. Peran teknologi sangat dirasakan dampaknya dan di masa depan, bisnis akan lebih progresif dengan melakukan digitalisasi. Begitu pula dengan usaha fashion yang merupakan salah satu industri terbesar di dunia. Hingga kini, digitalisasi mulai diterapkan oleh beberapa perusahaan dan keuntungan yang didapat juga tidak kalah besar.

Di kemudian hari, teknologi akan semakin berperan untuk pengembangan bisnis fashion besar. Karena itu, Beauties perlu mengetahui aspek dalam bisnis fashion apa saja yang perlu menggunakan teknologi saat eksekusinya. Terangkum dari laporan State of Fashion Technology 2022 oleh Business of Fashion dan McKinsey & Company, berikut digitalisasi yang bisa menjadi fokus bisnis fashion untuk beberapa tahun ke depan.


1. Metaverse dan NFT

Digital fashion/
Digital fashion Stradivarius/ Foto: instagram.com/stradivarius

Popularitas metaverse dan NFT di tahun 2021 yang meroket memang tidak bisa dipungkiri. Pembelian global barang virtual mencapai 110 miliar USD selama tahun 2021 dan diperkirakan akan meningkat menjadi 135 miliar USD di 2024. Berdasarkan data tersebut, investasi di dunia virtual sangat berpotensial.

Menyediakan items virtual (digital fashion) serta penggunaan extended reality, yakni virtual reality (VR) dan augmented reality (AR), dalam bisnis bisa menambah pendapatan dalam jangka waktu dekat. Namun untuk jangka panjang, investasi NFT yang digunakan untuk autentikasi atau token loyalitas menjadi langkah strategis di masa depan.

2. Personalisasi

Personalisasi saat shopping/
Personalisasi saat shopping/ Foto: pexels.com/cottonbro

Ketika kita berbelanja, tentu kita mengharapkan pakaian-pakaian yang ditawarkan sesuai dengan selera kita, bukan? Di sinilah Big Data dan artificial intelligence (AI) berperan untuk menganalisis produk seperti apa yang kita suka yang nantinya akan ditawarkan pada kita, Beauties. Dikenal sebagai personalisasi, peningkatan ini bisa dilakukan dalam pemasaran dan e-commerce.

3. Toko Terhubung Mobile App

Toko Amazon Style yang terintegrasi mobile app/
Toko Amazon Style yang terintegrasi mobile app/ Foto: instagram.com/amazonfashion

Pengembangan fashion teknologi juga diaplikasikan pada toko konvensional, yakni fasillitas canggih untuk meningkatkan customer experience. Toko offline dilengkapi dengan aplikasi ponsel untuk memudahkan dan memberikan kenyamanan saat berbelanja.

Contohnya adalah toko Amazon Style yang telah menerapkan algoritma machine learning pada in-store. Toko terhubung dengan aplikasi Amazone Shopping yang bisa dipergunakan selama berbelanja dalam toko. Scan barcode yang tersedia pada tiap rak untuk untuk memilih pakaian tertentu, lalu pelanggan dapat mengirimkannya ke fitting room melalui aplikasi hp tersebut untuk dicoba secara langsung.

4. Peningkatan Operasi End-to-End

Peningkatan operasi dengan digitalisasi/
Pembuatan desain digital/ Foto: pexels.com/Thisisengineering

Sistem digital yang terintegrasi akan meningkatkan efisiensi operasi bisnis dari awal proses hingga akhir. Contohnya, data disimpan dalam cloud yang bisa diakses secara real time di mana pun dan kapan pun secara aman. Penggunaan edge computing (komputasi tepi) dapat mengakselerasi produksi dan optimasi stok. Selain itu, proses desain dapat dilakukan secara digital menggunakan program computer-aided design (CAD) untuk menciptakan prototipe 3 dimensi.

5. Transparansi Sustainability dengan Blockchain & Big Data

Transparansi sustainability dengan data/
Transparansi sustainability dengan data/ Foto: unsplash.com/Myriam Jessier

Poin yang tidak kalah penting untuk menunjang sustainability adalah sistem pelacakan emisi karbon yang mudah ditelusuri menggunakan blockhain dan Big Data. Akses dalam sistem akan semakin mudah dengan sistem terpusat serta menggunakan blockchain untuk transparansi supply chain, autentikasi produk, dan pelacakan sustainability.

Itulah 5 fokus digitalisasi yang direkomendasikan Business of Fashion dan McKinsey & Company untuk bisnis fashion, Beauties. 

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)

Our Sister Site

mommyasia.id