sign up SIGN UP

Kenali Greenwashing dalam Fashion, Konsumen Dibohongi Brand Selama Ini?

Dimitrie Hardjo | Selasa, 11 Jan 2022 14:30 WIB
Kenali Greenwashing dalam Fashion, Konsumen Dibohongi Brand Selama Ini?
caption

Inklusivitas, keberagaman, dan berkepanjangan seakan menjadi 3 kunci utama dalam branding dan memproduksi fashion saat ini. Nilai-nilai tersebut diadopsi berdasarkan meningkatnya kepekaan masyarakat akan pentingnya brand yang peduli terhadap masalah sosial dan lingkungan. Berbagai sumber menyatakan bahwa generasi Z menjadi generasi yang paling terbuka dalam masalah-masalah tersebut––mendorong mereka untuk mengonsumsi barang dari brand yang turut menjunjung tinggi nilai ini. Akibatnya, banyak brand fashion yang mengusung tema ‘eco-friendly’ dalam proyek mereka. 

Namun, tidak semua brand yang kita ketahui 100% berupaya melakukan transformasi menjadi ramah lingkungan, Beauties. Misalnya, untuk sebuah brand fast fashion berubah menjadi lebih sustainable, diperlukan adanya perubahan bisnis model demi mencapai target kesejahteraan pekerjanya dan kelestarian lingkungan. Alhasil, istilah ‘sustainable fashion’ dan ‘eco-friendly’ ini hanyalah praktik pemasaran belaka demi menarik konsumen yang mencari brand fashion berkelanjutan tersebut. Nah, tindakan ini dikenal dengan istilah ‘greenwashing’, Beauties. Ketahui lebih dalam yuk mengenai greenwashing dari rangkuman berikut ini!

 

Apa Itu Greenwashing?

Mengenal greenwashing/
Mengenal greenwashing/ Foto: pexels.com/shattha pilabut

Kata-kata ‘kita adalah brand ramah lingkungan’ memang mudah ditulis, tapi sulit untuk diwujudkan. Beberapa brand sudah terbukti melakukan greenwashing, seperti kejadian viral di mana salah satu label fashion asal Amerika ditemukan membuang produk tas tidak laku terjual di tempat pembuangan setelah dirusak demi mendapatkan pengecualian pajak. Hal tersebut bertolak belakang dengan komitmennya menjadi brand ramah lingkungan karena tindakan tersebut menambah emisi karbon dan menyebabkan limbah fashion menumpuk. 

Beauties, hal tersebut adalah contoh tindakan greenwashing yang dilakukan sebuah brand fashion. Atau dengan kata lain, greenwashing adalah taktik marketing perusahaan yang digunakan untuk menciptakan citra ramah lingkungan tanpa adanya tindakan nyata yang sesuai klaimnya.

 

Mengapa Kita Perlu Mengetahui Greenwashing?

Pentingnya mengetahui greenwashing/
Pentingnya mengetahui greenwashing/ Foto: pexels.com/ron lach

Tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa mengetahui greenwashing membuat kita sadar akan pentingnya brand ramah lingkungan. Mengetahui greenwashing juga mengajak kita lebih waspada akan praktik yang dilakukan oleh brand semata-mata untuk mencari keuntungan dan membatasi usaha kita untuk berkontribusi menjaga bumi. Jika Beauties mengetahui sebuah brand melakukan greenwashing, maka brand juga akan meningkatkan urgensi dan memperbaiki sistem mereka agar lebih ramah lingkungan (dalam post Instagram-nya, Coach telah meminta maaf serta berhenti merusak dan barang produknya dengan memaksimalkan pemakaian ulang). Apalagi dengan tingginya limbah fashion yang merusak lingkungan, tindakan greenwash ini wajib dicegah. 

Bagaimana Kita Mengetahui Sebuah Brand Melakukan Greenwashing?

Mengetahui brand yang melakukan greenwashing/
Mengetahui brand yang melakukan greenwashing/ Foto: pexels.com/thirdman

Kita harus lebih waspada terhadap istilah ‘eco-friendly’ dan ‘sustainable’ yang dilontarkan brand karena kata-kata saja tidak cukup. Mengutip laman Good on You, berikut ini cara kita mengetahui brand melakukan greenwashing:

  1. Reduksi emisi karbon hanya di kantor pusat, tapi tidak pada supply-chain yang menyebabkan tingginya carbon footprint.
  2. Hanya sekadar kemasan eco-friendly.
  3. Lihat transparansi pencapaian target reduksi emisi karbon yang telah mereka lakukan.
  4. Mengetahui upah dasar (living wage) untuk mencukupi kebutuhan hidup diberikan para pekerjanya, berbeda dengan upah minimum (minimum wage) yang belum tentu cukup.
  5. 'Koleksi sustainable’ brand fast fashion hanya sebagian kecil dari total jumlah produksi mereka. Selain itu, persentase bahan organik yang digunakan mungkin hanya sedikit––kita bisa melihatnya pada tag pakaian.

Perubahan menjadi brand fashion ramah lingkungan membutuhkan usaha ekstra dan tahapan kompleks, tapi setiap langkahnya penting dilakukan untuk menyelamatkan bumi.

 

Lalu, Apa yang Harus Kita dan Brand Fashion Lakukan?

Mengatasi greenwashing/
Mengatasi greenwashing/ Foto: pexels.com/evg culture

Brand harus lebih transparan kepada konsumen mengenai kesejahteraan para pekerjanya, dan proses end-to-end, mulai dari pengambilan sumber bahan baku, pengolahan, distribusi, hingga bisa dikonsumsi. Mengutip Vogue Business, klaim ramah lingkungan yang diungkapkan sebuah brand harus jelas, spesifik, dan dapat dibuktikan dengan fakta.

Kita sebagai konsumen juga harus lebih kritis dalam berbelanja nih, Beauties! Kita bisa mencari tahu apakah benar bahan yang digunakan ramah lingkungan? Bagaimana pengambilan sumber dayanya? Apakah label tersebut animal friendly? Apakah brand melakukan recycling dari sisa bahan dan sebagainya? Apa buktinya? Apakah brand menyediakan data secara transparan? Sebelum membeli, kita bisa melakukan research terlebih dahulu agar kita benar-benar yakin brand tersebut tidak melakukan greenwashing.

[Gambas:Youtube]

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(raf/raf)

Our Sister Site

mommyasia.id