3 Perubahan Aturan Perempuan di Arab Saudi Ini Buktikan Kehadirannya Makin Berdaya dan Dihargai, Apa Saja?
Apa yang terlintas di kepala kamu kalau mendengar negara “Arab Saudi”? Mungkin Beauties akan ingat dengan para perempuan yang wajib memakai jubah hitam panjang dan menutupi kepala hingga kaki yang disebut dengan abaya.
Tapi, sejak tahun 2018, abaya bukan lagi pakaian wajib bagi para perempuan di Arab Saudi. Keputusan ini bahkan dititahkan langsung oleh Pangeran Arab Saudi.
Selain itu, masih ada lagi aturan-aturan yang selama ini “mengurung” perempuan sudah diubah. Hmm... kenapa ya Beauties?
Reformasi Visi 2030
Visi ini direncanakan oleh Putra Mahkota Arab Saudi yaitu Muhammad bin Salman. Dilansir dari jurnal Islamic World and Politics, visi ini berawal dari anggapan beliau bahwa Arab Saudi sudah terlalu lama tertutup dari dunia modern karena konsep Islam yang ekstrim dan konservatif yang dicanangkan oleh ulama Wahabi.
Selain itu, beliau juga mengkhawatirkan kemerosotan ekonomi akibat negaranya terlalu dininabobokan oleh melimpahnya keberadaan minyak sementara harga minyak terus merosot.
Dua alasan tersebut memotivasi beliau “membuka” Arab Saudi pada dunia dan menjadikan Islam Moderat sebagai wajah baru Arab Saudi. Dengan harapan bahwa dunia dapat semakin “melihat” negara ini, Muhammad bin Salman melakukan banyak gebrakan yang sangat signifikan, terutama perubahan aturan untuk para perempuan.
Perempuan Semakin Berdaya
Pangeran Muhammad Bin Salman melakukan banyak perombakan terkait aturan-aturan untuk para perempuan. Dengan konsep Islam Moderat, beliau ingin menampilkan bahwa Arab Saudi adalah negara yang ramah dan berpihak terhadap perempuan.
Pangeran Muhammad Bin Salman berharap Arab Saudi dapat semakin maju dengan diperluasnya kesempatan untuk para perempuan berkarya dan berdaya.
Coba kita intip yuk Beauties 3 perubahan aturan untuk perempuan yang dilakukan oleh beliau!
1. Punya Banyak Pilihan Selain Abaya
![]() Putri Arab Saudi Tanpa Abaya, Ameera Al Taweel/Foto : detik.com |
Sejak tahun 2018, Pangeran Muhammad Bin Salman memutuskan untuk menghapus aturan bahwa hanya abaya yang menjadi pakaian wajib para perempuan. Para perempuan dibebaskan untuk memilih pakaian apapun yang mereka suka ketika keluar bepergian tanpa takut ditangkap oleh polisi moral.
Perubahan aturan ini diperjelas lewat wawancara beliau dengan CBS News pada bulan Maret tahun 2018. Beliau mengatakan “Keputusan sepenuhnya diserahkan kepada perempuan untuk memutuskan jenis pakaian apa yang layak dan sopan yang dia pilih untuk dipakai”.
2. Libatkan Perempuan Hingga Aspek Militer
![]() Perempuan Arab Saudi Boleh Ikut Militer/ Foto : wolipop.detik.com |
Kalau dulu pekerja militer hanya diisi oleh laki-laki, sejak awal tahun 2021, Kementerian Pertahanan Arab Saudi akhirnya memberikan kesempatan yang sama untuk perempuan. Posisi dan tempat angkatan militer yang ditawarkan juga tidak main-main loh Beauties.
Kesempatan mulai dari posisi prajurit biasa hingga sersan di Angkatan Darat Arab Saudi, Pertahanan Udara Kerajaan Saudi, Angkatan Laut Kerajaan Saudi, Pasukan Rudal Strategis Kerajaan Saudi, dan Layanan Medis Angkatan Bersenjata disediakan untuk para perempuan. Namun, tentunya sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, misalnya harus sehat secara medis yang didukung oleh catatan medis yang baik juga.
3. Tak Lagi Bergantung Pada Laki-laki
![]() Boleh Bepergian Tanpa Wali/Foto : travel.detik.com/Fayez Nureldine |
Tahukah kamu bahwa perempuan di Arab Saudi harus meminta izin terlebih dahulu kepada laki-laki yang menjadi walinya bahkan hanya untuk sekedar membeli obat? Sebelum adanya transformasi sosial, hampir 90% kegiatan yang akan dilakukan perempuan harus dilaporkan dulu kepada laki-laki yang menjadi wali.
Namun, sekarang, para perempuan berhak menentukan sendiri pilihannya. Ada cukup banyak hal yang akhirnya dapat dilakukan perempuan tanpa harus terikat izin laki-laki seperti boleh memiliki surat izin mengemudi dan menyetir mobil, memilih tempat tinggal, ingin hidup sendiri, mengajukan paspor dan bepergian, mengakses layanan kesehatan dan pemerintahan, membuka bisnis, mempertahankan hak asuh, mengubah nama, dan memiliki karir di sektor swasta.
Wah, Beauties bisa bayangin kehidupan perempuan di Arab Saudi sebelum perubahan aturan perempuan terjadi? Sebuah keputusan yang patut diapresiasi ya Beauties. Semoga nantinya semakin banyak perempuan di Arab Saudi yang bisa lebih berdaya lagi ya!
_______________
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!
Pilihan Redaksi |


