sign up SIGN UP

3 Stereotip Tentang Perempuan yang Masih Sering Terjadi di Kehidupan Sehari-hari

ivanacete | Beautynesia
Jumat, 18 Mar 2022 09:00 WIB
3 Stereotip Tentang Perempuan yang Masih Sering Terjadi di Kehidupan Sehari-hari
caption
Jakarta -

Beauties, apakah kamu pernah mendengar ungkapan seperti "perempuan harus lemah lembut, pria harus kuat dan tangguh"? Hal tersebut bisa dibilang termasuk ke dalam stereotip gender.

Tak dapat dipungkiri, stereotip gender masih terlanjur mengakar dan tertanam kuat. Banyak stereotip gender yang mendiskreditkan, baik perempuan maupun pria. Contoh lainnya ialah seperti “pria tak boleh menangis” atau “perempuan tugasnya di dapur”.

Tak hanya itu, masih ada stereotip gender lainnya yang mungkin sering kamu dengar atau bahkan pernah alami di kehidupan sehari-hari. Apa saja? Yuk, simak!

Warna Biru Identik Pria, Merah Muda Identik Perempuan

Warna Sifatnya Universal, Bukan Untuk Mengkotakkan Gender/Foto : pinterest.com/Freepik
Warna Sifatnya Universal, Bukan Untuk Mengkotakkan Gender/Foto : pinterest.com/Freepik

Sadar tidak sadar, stereotip yang membatasi dan mengkotakkan gender bahkan mengakar ke hal sesepele warna. Sejalan dengan stereotip “perempuan harus lembut” seperti lembutnya warna merah muda, pengkotakkan warna membuat banyak orang membatasi diri dan kreativitas mereka karena stereotip ini.

Padahal, warna apapun bersifat universal. Warna apapun berlaku untuk semua orang sesuai selera masing-masing. Merah muda dipakai laki-laki dan biru dipakai perempuan bukanlah sebuah kriminal dan hal yang harusnya biasa saja.

Perempuan Selalu Benar

Perempuan Juga Harus Bisa Belajar Mengaku Salah/Foto : pinterest.com/Liam Bemelmans
Perempuan Juga Harus Bisa Belajar Mengaku Salah/Foto : pinterest.com/Liam Bemelmans

Mungkin kamu sudah tidak asing lagi dengan ungkapan "perempuan selalu benar". Yup, sekilas terlihat seperti pujian bukan? Padahal di balik kalimat ini, ada pesan terselip yaitu “perempuan tak berhak punya pendapat”. Wah, kok bisa?

Kamu bisa amati, setiap orang yang mengucapkan hal tersebut pasti ada dalam situasi memberi pernyataan dan ada perempuan punya pendapat berbeda dan berani menyatakannya. Dan kalimat ini sering dikeluarkan saat lawan bicara sulit terbuka terhadap teguran atau ide yang berbeda dari perempuan.

Stereotip ini sering dijadikan pamungkas untuk mengakhiri pembicaraan. Dan sayangnya, bukan untuk benar-benar mengakui bahwa mungkin sudut pandang yang berbeda dari perempuan bisa jadi lebih relate untuk diterapkan.

Kamu bisa mendobrak bias ini dengan terus belajar terbuka terhadap perbedaan pendapat, ya, Beauties. Tetaplah berani mengutarakan pendapat dan terbuka terhadap keberagaman ide.

Perempuan Mengerjakan Hal Mudah Saja

Tindakan ini akan memberi rumah dan kehidupan yang bersih.Ilustrasi membersihkan rumah/Foto: Freepik/ Foto: Astari Dewi Larasati

Stereotip ini sejalan dengan anggapan bahwa perempuan punya fisik yang lemah. Sehingga menimbulkan anggapan bahwa perempuan harus dibantu untuk pekerjaan yang diasosiasikan dengan pria. Perempuan dianggap tidak bisa sama sekali ketika harus mengerjakan hal-hal berkaitan fisik, seperti mengangkat galon, memasang tabung gas, menyetir mobil, dan masih banyak lagi. 

Padahal, tak sedikit perempuan yang bisa dan mampu mengerjakan pekerjaan tersebut. Namun sayangnya, masih ada banyak perempuan yang punya pengalaman diremehkan ketika mengerjakan pekerjaan fisik.

Dimulai dari Diri Sendiri untuk Mendobrak Bias

Ada begitu banyak bias gender yang masih mengakar kuat di masyarakat. Namun, kamu tentu bisa berkontribusi untuk mendobrak bias tersebut. Saat kamu berani menyuarakan pendapat dan mengoreksi serta memberi edukasi terkait bias gender, akan semakin banyak pula yang mengerti dan memahami bahwa perempuan bisa dan perempuan kuat.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id