sign up SIGN UP

3 Tanda Pasangan Termasuk Perfeksionis dan Cara Menghadapinya

Putri Rizki Aulika | Beautynesia
Rabu, 03 Aug 2022 19:00 WIB
3 Tanda Pasangan Termasuk Perfeksionis dan Cara Menghadapinya
Ilustrasi pasangan/Foto: Freepik.com/Freepik

Setiap pasangan pasti selalu menginginkan dan mengupayakan hal terbaik dalam hubungan percintaannya. Namun, kamu perlu berhati-hati jika pasanganmu menentukan standar paling tinggi alias perfeksionis. Akibatnya, obsesi hubungan percintaan yang sempurna malah berisiko memicu konflik.

Dilansir dari Very Well Mind, seorang perfeksionis cenderung bersikap kaku, mengendalikan, mendominasi, dan menuntut. Umumnya, orang yang perfeksionis disebabkan oleh ketakutan akan kegagalan menyenangkan orang lain dan takut tidak disukai oleh orang lain.

Nah, inilah pentingnya untuk mengenali sikap perfeksionis dalam hubungan dan bagaimana cara mengatasinya. Simak penjelasannya berikut ini, yuk!

Selalu Menuntut Kesempurnaan PasanganĀ 

Ilustrasi pasangan bertengkar/Foto: Pexels.com/Timur Weber
Ilustrasi pria yang menuntut pasangannya untuk selalu sempurna/Foto: Pexels.com/Timur Weber

Tak hanya menuntut bagaimana sikap kamu sebagai pasangannya, seorang perfeksionis juga bisa mulai menuntut kamu untuk mengubah penampilan fisik sesuai standar yang ditetapkannya. Contohnya, ia menginginkan kamu menurunkan berat badan lebih banyak agar terlihat lebih kurus.

Jika terus dibiarkan, kamu bisa kehilangan pandangan terhadap jati diri dan citra tubuh sehingga kepercayaan dirimu pun berkurang. Untuk mencegah hal ini terjadi, sebaiknya kamu bicarakan dari hati ke hati bahwa kamu merasa tidak nyaman dengan tuntutannya dan mengingatkannya bahwa dalam suatu hubungan tidak ada yang benar-benar sempurna. Yang terpenting adalah selalu saling komunikasikan dengan pasangan apa pun yang dirasakan.

Selama perilakumu sebagai pasangan tidak bertentangan dengan nilai, norma, dan etika, maka kamu tidak perlu khawatir dengan tuntutan pasangan. Begitu pula dengan keinginannya tentang penampilan fisikmu, bukankah merawat dan menjaga tubuh tetap sehat lebih baik?

Sulit Menerima Kritik, Tetapi Selalu Mengkritik

Ilustrasi pria yang sulit menerima kritik/Foto: Pexels.com/Pavel Danilyuk
Ilustrasi pria yang sulit menerima kritik/Foto: Pexels.com/Pavel Danilyuk

Pasangan yang perfeksionis biasanya akan kesulitan membedakan mana kritik yang membangun, saran untuk berkembang, dan kritik pedas, karena baginya semua hal tersebut tidak bisa diterima dengan baik. Besar kemungkinan, seorang perfeksionis sudah terdampak pengaruh buruk terhadap bagaimana bersikap dan menanggapi orang lain. Peranmu di sini untuk memberitahukan secara halus maksud kritik orang lain yang ditujukan kepada pasanganmu dengan hati-hati, agar ia bisa mendengarkan dari sudut pandangmu.

Seorang perfeksionis justru senang mengkritik orang lain secara berlebihan. Hal yang mendasarinya karena keinginan untuk menjadi yang terbaik, sehingga untuk mewujudkannya, ia berusaha menjatuhkan citra diri orang lain termasuk pasangannya demi mengangkat citra diri sendiri.

Sebagai pasangannya, kamu jangan mudah tersinggung dengan apa yang selalu dikritiknya kepadamu. Sebenarnya, apa yang ia kritik itu adalah cerminan dari dirinya yang terlalu menjunjung tinggi harga diri dan adanya kecemasan dalam pikirannya saja. Tanggapi pasangan dengan mendengarkannya, selanjutnya ingatkan ia bahwa mengkritik orang lain boleh saja asal kritik membangun danĀ tidak menjatuhkan orang lain.

Selalu Menginginkan Pengakuan

Ilustrasi pria yang selalu menginginkan pengakuan/Foto: Pexels.com/Vera Arsic
Ilustrasi pria yang selalu menginginkan pengakuan/Foto: Pexels.com/Vera Arsic

Pengakuan dari orang lain menjadi hal yang juga selalu diinginkan seorang perfeksionis. Ia hanya fokus pada penilaian orang lain terhadap usaha kesuksesan yang sudah dilakukan dibandingkan fokus terhadap usaha itu sendiri, hal ini bisa menandakan perfeksionisme dalam dirinya sudah memberikan pengaruh yang buruk.

Untuk menghindari pengaruh buruk akibat selalu menginginkan pengakuan, kamu bisa coba komunikasikan kepada pasangan bahwa lebih baik fokus terhadap proses daripada hanya pada hasil akhir. Dengan begitu, ia akan memaknai kesuksesan tak selalu harus menjadi yang nomor satu.

Mempunyai pasangan yang perfeksionis bisa menjadi baik selama bertujuan untuk meningkatkan kualitas diri. Jika pasangan semakin menunjukkan sikap perfeksionisnya hingga sering kali membuat konflik, sebaiknya komunikasikan secara langsung dan buat batasan.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id