4 Alasan Orang Gemar Melakukan Oversharing
Banyak orang yang tergila-gila dengan konsep tampil apa adanya atau tanpa kepura-kepuraan di depan orang lain. Namun, alih-alih tampak apa adanya, beberapa orang malah justru melakukan tindakan oversharing saat mereka mulai bercerita hal-hal pribadi kepada orang asing.
Oversharing sendiri bukanlah hal yang baik untuk dilakukan, tetapi kamu tentu masih sering bertemu dengan orang yang bercerita kepada orang asing mengenai masalah yang semestinya diketahui orang terdekat saja.
Ternyata, dilansir dari Psychology Today, ada alasan kuat yang membuat beberapa orang tidak bisa menahan diri untuk oversharing. Apa saja?
Perasaan Dekat yang Palsu
![]() Ilustrasi/Foto: Unsplash/Richard Jaimes |
Ada alasan unik yang membuat penata rambut bisa mendengar detail mendalam dari kehidupan klien mereka. Hal ini terjadi ketika mereka menyentuh kliennya—entah itu saat memotong rambut atau mengecat kuku jari—klien tersebut akan merasakan perasaan kedekatan yang palsu.
Kamu mungkin bahkan tidak mengenal nama seseorang, tetapi jika mereka telah menginvasi ruang pribadi dan menyentuhmu maka di situlah perasaan kedekatan muncul. Untuk sebagian besar orang, sentuhan fisik tersebut memberi mereka “izin” untuk mulai berbicara seolah mereka sedang berkomunikasi dengan teman dekat atau pasangan.
Kenyamanan yang Diberikan oleh Orang Asing
Ilustrasi/Foto: Freepik/ freepik |
Beberapa orang cukup sering menceritakan rahasia terdalam atau tergelap yang disimpannya kepada orang yang benar-benar asing baginya. Meskipun mengherankan, nyatanya banyak orang melakukan hal ini karena mereka berpikir bahwa orang asing tidak akan menghakiminya.
Kecilnya kemungkinan untuk bertemu lagi dengan orang asing itu juga akan membuat seseorang nyaman menceritakan banyak hal. Bagi beberapa orang, menceritakan rahasia memalukan dan kenangan menyakitkan kepada orang asing adalah bentuk terapi alternatif yang terjangkau.
Upaya agar Hubungan Lebih Dekat
4 Alasan Orang Gemar Melakukan Oversharing/Foto: Unsplash.com
Ketika bertemu dengan orang baru dan berusaha menjalin koneksi dengan orang itu, kamu tentu pernah merasakan adanya sedikit tekanan. Untuk mengetahui apakah orang itu menyukai atau tertarik padamu, kamu harus mencari petunjuk yang menandakan hal itu.
Beberapa orang mengalami kecemasan saat berada pada fase awal dari sebuah hubungan ini. Pada akhirnya, dalam upaya untuk membawa hubungan ke level berikutnya dengan cepat, mereka berusaha bercerita mengenai hal-hal yang semestinya baru mereka ceritakan ketika memang sudah ada dalam level hubungan tersebut.
Penetapan Batasan yang Buruk
Ilustrasi/Foto: Freepik/ pressfoto |
Kurang memahami batasan personalnya sendiri juga bisa menjadi alasan seseorang melakukan oversharing. Mereka tidak tahu bahwa menceritakan mengenai masalah hubungan atau mengungkapkan tentang isu finansialnya kepada orang asing adalah hal yang kurang patut.
Orang yang kurang bisa menetapkan batasan personal ini biasanya tidak memiliki hubungan yang cukup dekat dengan orang lain. Pada akhirnya, mereka tidak memiliki sosok yang bisa menjadi pendengar baik untuk mendengarkan tentang masalah pribadinya.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!
Pilihan Redaksi |

Ilustrasi/Foto: Freepik/ freepik
Ilustrasi/Foto: Freepik/ pressfoto