4 Hal yang Dilakukan Orang Tua Cerdas Secara Emosional kepada Anaknya

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Minggu, 07 Jun 2026 15:30 WIB
3. Tidak Mengendalikan Percakapan
Hal yang dilakukan orang tua yang cerdas secara emosional/Foto: Magnific.com/Lifestylememory

Sebagai orang tua, pastinya kita ingin memberikan yang terbaik untuk anak, bukan hanya dari sisi pendidikan tetapi juga mental serta moral. Untuk mencapai itu semua, setidaknya orang tua butuh yang namanya kecerdasan emosional atau EQ.

Kecerdasan emosional sendiri adalah kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi diri sendiri. Selain itu, juga mengenali emosi orang lain dan menavigasi situasi sosial dengan empati, kebijaksanaan, dan kesadaran diri.

Menurut psikolog, Dr. Harry Cohen, PhD., orang yang cerdas secara emosional tidak akan cepat bereaksi pada sesuatu. Mereka merespons sesuatu dengan cara mencerminkan kejelasan, kontrol, dan kasih sayang, meskipun berada di bawah tekanan dan konflik, melansir Parade.

Melalui penjelasan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa kecerdasan emosional itu sangat penting bagi orang tua. Logikanya, jika sebagai orang tua kita belum sepenuhnya memahami diri sendiri, bagaimana kita bisa memahami anak-anak?

Lantas dalam kehidupan sehari-hari, hal apa saja yang bakal dilakukan oleh orang tua ber-EQ tinggi terhadap anak-anaknya? Berikut ulasannya, simak!

1. Aktif Mendengarkan

Hal yang dilakukan orang tua yang cerdas secara emosional/Foto: Magnific.com/Tirachardz

Orang tua yang cerdas secara emosional dapat mendengarkan anak-anak mereka secara aktif, bahkan ketika emosi sedang tinggi. “Ini berarti orang tua terhubung dengan anak tanpa menghakimi, hanya dengan tujuan memahami anak,” kata John Gottman, PhD., salah satu pendiri The Gottman Institute, menukil Good Housekeeping.

John Gottman menambahkan bahwa orang tua yang cerdas secara emosional melakukan hal ini bahkan ketika anak berperilaku buruk. Alih-alih langsung marah, mereka memilih untuk mendengarkan terlebih dahulu alasan anak melakukannya.

Selain itu, ia akan mengulang kembali apa yang didengar dari anak-anaknya dengan cara yang dapat dikoreksi oleh anak-anak mereka. Contohnya seperti ini:

  • Kalimat yang seharusnya dihindari: “Kamu bilang, adikmu memukulmu duluan.”
  • Kalimat yang lebih baik diucapkan: “Tadi mama dengar, kamu bilang kalau adikmu memukulmu duluan. Apa itu benar? Coba cerita sama mama apa yang sebenarnya terjadi.”

2. Menanggapi Anak-Anak dengan Empati dan Memvalidasi Perasaan Mereka

Hal yang dilakukan orang tua yang cerdas secara emosional/Foto: Magnific.com/Tirachardz

Orang tua dengan kecerdasan emosional tinggi cenderung mengenali perasaan anak dengan baik. Bahkan ketika mereka tidak setuju dengan perspektif anak atau merasa kesulitan dengan waktu munculnya emosi tersebut.

Menanggapi anak dengan empati dan memvalidasi emosinya membantu membangun kepercayaan, memperkuat harga diri mereka, dan membantu mereka mengembangkan kemampuan untuk mengakui dan mengelola perasaan dengan cara yang sehat.

Masih merujuk laman yang sama, Debbie Zeichner, LCSW., selaku parent coach, mengatakan bahwa hal yang paling diinginkan dan dibutuhkan anak adalah merasa dilihat, didengar, dipahami, dan dihargai. Ketika mereka tidak merasakannya, salah satu cara mereka mengomunikasikan itu adalah dengan bertindak agresif.

3. Tidak Mengendalikan Percakapan

Hal yang dilakukan orang tua yang cerdas secara emosional/Foto: Magnific.com/Lifestylememory

Salah satu hal yang sangat penting yang dilakukan oleh orang tua yang cerdas secara emosional adalah memperhatikan dan membantu anak mengembangkan dan mengekspresikan ide, pandangan, serta nilai-nilai mereka sendiri.

Saat anak menyampaikan idenya, orang tua membiarkan anak-anaknya memimpin percakapan. Mereka mengajukan pertanyaan terbuka dan mencoba untuk mendapatkan pemahaman yang konkret tentang apa yang diungkapkan anak dan dari mana ide itu berasal.

Selain itu, sembari menegaskan kemampuan anak untuk memiliki pandangan dan ide yang independen. Pola komunikasi semacam ini menciptakan hubungan yang lebih intens dan memperkuat keterampilan komunikasi anak.

4. Tahu Kapan Harus Meminta Maaf

Hal yang dilakukan orang tua yang cerdas secara emosional/Foto: Magnific.com/Tirachardz

Gengsi seringkali membungkam mulut seseorang untuk meminta maaf. Namun, orang tua ber-EQ tinggi tidak akan seperti itu. Mereka dinilai lebih pandai dalam memperbaiki hubungan.

“Orang tua yang cerdas secara emosional biasanya pandai memperbaiki hubungan,” kata Gayane Aramyan, LMFT. Ini termasuk mengakui kesalahan atau kekeliruan apa pun, bertanggung jawab atasnya, dan menjalin kembali hubungan dengan anak.

Itu dia beberapa hal yang cenderung dilakukan oleh orang tua ber-EQ tinggi. Kita sadar bahwa menjadi orang tua memang tidak mudah dan memiliki EQ tinggi butuh proses. Namun, usaha untuk menjadi orang tua terbaik tidak akan berakhir dengan sia-sia.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE