4 Hal yang Harus Dilakukan Orang Tua Ketika Anaknya Menjadi Pelaku Bullying

Budi Rahmah Panjaitan | Beautynesia
Jumat, 08 Mar 2024 20:30 WIB
3. Evaluasi Pola Perilaku di Rumah
Pola perilaku di rumah/ Foto: Freepik.com/our-team

Kasus perundungan atau bullying semakin santer diperbincangkan belakangan ini. Bagaimana tidak? Mencuatnya sejumlah kasus perundungan hingga ke ranah hukum menjadi gambaran jelas kondisi “darurat moral” di negeri ini.

Lebih memprihatinkannya lagi, pelaku dan lingkungan tempat terjadinya bullying seringkali berkaitan erat dengan dunia pendidikan. Sebut saja kasus perundungan oleh belasan siswa salah satu SMA swasta ternama di daerah Serpong belum lama ini. Kasus tersebut menjadi gambaran jelas bahwa upaya pembentukan karakter menghadapi tantangan serius.

Di samping itu, kita sering mendapati bahwa banyak yang menaruh perhatian tentang bagaimana mencegah terjadinya perundungan dan bagaimana pemulihan untuk korban perundungan itu sendiri. Padahal, yang tidak kalah penting juga adalah tentang bagaimana memperlakukan pelaku perundungan.

Terutama bagi para orang tua, yang punya tanggung jawab besar ketika hal ini terjadi pada anak-anak mereka. Terkait hal ini, dikutip dari laman UNICEF, berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua ketika anak menjadi pelaku perundungan.

1. Berkomunikasi

Berkomunikasi dengan anak/ Foto: Freepik.com/our-team
Berkomunikasi dengan anak/ Foto: Freepik.com/our-team

Komunikasi menjadi salah satu tonggak penting dalam banyak hal. Tidak terkecuali untuk kasus perundungan. Orang tua yang mendapati anak mereka melakukan perundungan perlu melakukan komunikasi mendalam.

Tanyakan pada mereka tentang alasan mengapa mereka melakukan perundungan. Tanyakan pula “apakah mereka merasa tidak aman di sekolah?” “apakah ada konflik dengan teman?”. Jika anak sulit menjelaskan, maka pertimbangkanlah untuk berkonsultasi dengan konselor atau tenaga profesional lainnya yang berpengalaman dengan anak-anak.

2. Ajarkan Cara Mengatasi Konflik Secara Sehat

Mengatasi cara menangani konflik/ Foto: Freepik.com/master1305

Tindakan bullying yang dilakukan anak menjadi representasi ketidakmampuannya mengatasi konflik secara sehat. Ya, seringkali, konflik lah yang menjadi pemicu bullying terjadi. Ketika sudah terjadi dan orang tua menyadari anaknya terlibat, maka penting mengajarkan anak cara mengatasi konflik secara sehat.

Pertama, mintalah anak untuk berbagi pengalaman tentang apa yang membuat mereka merasa frustrasi. Setelah itu, tawarkan solusi yang konstruktif pada mereka.

Nah, selanjutnya yang tidak kalah penting, berikan mereka pemahaman dampak bullying yang dirasakan korban. Beri gambaran kepada mereka, dengan cara memberi contoh bagaimana jika mereka berada di posisi korban.

Sebagai gambaran kecil, orang tua bisa menjelaskan bahwa bullying dalam bentuk komentar jahat di dunia maya (online) pun terasa masih menyakitkan di dunia nyata.

3. Evaluasi Pola Perilaku di Rumah

Pola perilaku di rumah/ Foto: Freepik.com/our-team

Menyiasati pemecahan masalah bullying perlu dilakukan secara komprehensif. Salah satunya dengan mengevaluasi lingkungan dimana anak dibesarkan. Untuk itu, cobalah lihat dan refleksi tentang bagaimana pola perilaku yang ada di rumah.

Apakah anak terindikasi meniru tindakan-tindakan yang bisa menjadi akar bullying di rumah? Misalnya, seperti berkata kasar, kekerasan fisik, atau yang lainnya yang mungkin saja bisa ia lihat dan dapatkan di rumah. Pikirkanlah secara jujur guna mendapatkan salah satu dari sumber masalahnya.

4. Berikan Konsekuensi dan Kesempatan Menebus Kesalahan

Memberikan kesempatan/ Foto: Freepik.com/freepik

Jika mengetahui anak sebagai pelaku perundungan, maka penting untuk menawarkan konsekuensi yang tepat tanpa adanya kekerasan. Misalnya saja dengan membatasi kegiatan mereka yang berpotensi mendorong perilaku bullying seperti pertemuan sosial, bermain media sosial, dan lainnya. Dorong anak untuk meminta maaf kepada korban bullying dan berusahalah menemukan cara agar mereka menjadi lebih inklusif di masa depan.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE