STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

5 Alasan Kenapa Anak Generasi Modern Lebih Cepat Dewasa, Perubahan Iklim Ikut Berpengaruh!

Retno Anggraini | Beautynesia
Selasa, 13 Sep 2022 20:00 WIB
5 Alasan Kenapa Anak Generasi Modern Lebih Cepat Dewasa, Perubahan Iklim Ikut Berpengaruh!

Para ilmuwan percaya bahwa masa kanak-kanak generasi modern berakhir pada usia 12 tahun. Sebuah survei juga membuktikan banyak orangtua yang merasa anak-anak mereka tidak seperti anak kecil di usia tersebut.

Generasi modern sedang berada di bawah tekanan untuk tumbuh lebih cepat. Kemungkinan besar anak perempuan berusia 10 tahun lebih mengkhawatirkan penampilan dan anak pria didorong ke dalam perilaku macho.

Kira-kira, alasan apa saja yang bisa mempengaruhi hal tersebut dan bagaimana fakta ini mengubah dunia di masa mendatang? Melansir Bright Side, berikut 5 alasan mengapa anak jaman sekarang jadi lebih cepat dewasa!

Produk Perawatan Pribadi

Alasan anak generasi modern lebih cepat dewasa
Anak generasi modern lebih cepat mengenal produk kecantikan/Foto: Freepik.com

Dalam beberapa tahun terakhir, industri kimia telah mencapai tingkat perkembangan baru dan kemajuan ini telah membuat hidup kita jauh lebih mudah. Tapi, banyak kosmetik dan produk perawatan pribadi mengandung unsur-unsur yang berdampak negatif pada tubuh kita.

Menurut penelitian, beberapa bahan kimia meniru estrogen dan dapat mempercepat pubertas. Penyebab utamanya adalah unsur-unsur yang digunakan sebagai pengawet dalam kosmetik, produk beraroma, dan produk perawatan pribadi.

Anak-anak yang terpapar bahan kimia ini sebelum waktunya dapat mengalami pubertas lebih awal. Anak-anak yang sedang tumbuh juga mungkin sangat rentan karena mereka terpapar produk perawatan sehari-hari seperti itu.

Nutrisi

Alasan anak generasi modern lebih cepat dewasa
Anak generasi modern jarang konsumsi makanan sehat/Foto: Freepik.com/garetsvisual

Karena penampilan jadi fokus utama anak generasi modern, tidak sedikit anak-anak yang melakukan diet di usia yang masih terbilang muda. Diet tinggi lemak di masa kanak-kanak dapat menyebabkan pubertas dini. Budaya nutrisi pada anak-anak generasi modern banyak meninggalkan hal bermanfaat.

Maraknya makanan cepat saji dan junk food membuat anak-anak hanya mengonsumsi karbohidrat tanpa adanya vitamin dan nutrisi yang cukup. Selain itu, makanan cepat saji biasanya tinggi gula, garam, dan lemak trans yang bisa menyebabkan obesitas. Studi terbaru menunjukkan bahwa obesitas dan pubertas dini pada masa kanak-kanak merupakan satu kesatuan.

Teknologi Digital

Alasan anak generasi modern lebih cepat dewasa
Anak generasi modern kecanduan teknologi digital/Foto: Freepik.com/rawpixel.com

Percaya atau tidak, anak generasi modern mengonsumsi sejumlah besar informasi setiap hari melalui media sosial. Selain memberi manfaat, teknologi digital yang semakin maju memaksa anak-anak untuk tumbuh lebih cepat.

Karena hal tersebut, anak-anak lebih mudah khawatir dengan berat badan dan penampilan sejak dini. Kecanduan teknologi juga bisa berdampak pada kesehatan mental dan kehidupan sosial anak. Penggunaan sosial media berlebih juga seringkali dikaitkan dengan depresi dan kecemasan.

Perubahan Iklim

Alasan anak generasi modern lebih cepat dewasa
Perubahan iklim ikut berpengaruh/Foto: Freepik.com/wirestock

Para ilmuwan mulai melihat adanya hubungan antara pubertas dini, polusi massal, dan gaya hidup menetap yang merupakan dampak dari perubahan iklim. Perubahan iklim yang terjadi dapat menyebabkan anak-anak menghabiskan waktu di dalam ruangan daripada bergerak aktif di luar ruangan. Gaya hidup ini dapat mengurangi melatonin, yang kemudian memicu tubuh untuk memasuki masa pubertas.

Menghabiskan Lebih Sedikit Waktu di Luar

Alasan anak generasi modern lebih cepat dewasa
Lebih suka menghabiskan waktu dengan gawai/Foto: Freepik.com

Akibat dari perubahan iklim dan kemajuan teknologi, anak generasi modern cenderung lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan. Alih-alih bermain di luar, mereka lebih tertarik memainkan gawai.

Isolasi dan kurangnya bermain bebas aktif berkontribusi pada peningkatan tingkat stres. Wajib diketahui bahwa stres pada anak usia dini menyebabkan pematangan lebih cepat dari daerah otak tertentu selama masa remaja.

Pubertas dini dapat meningkatkan risiko perilaku bermasalah pada remaja muda. Para peneliti mengatakan bahwa orangtua dapat turun tangan dan mencegah terjadinya pubertas dini pada anak.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE