5 Kebiasaan Nyaman yang Diam-Diam Bikin Kamu Sulit Kaya
Beberapa kebiasaan yang terasa nyaman sering kali perlahan menghambat langkah finansial, terutama ketika dilakukan tanpa disadari dan dianggap sebagai bagian wajar dari keseharian. Perlahan, pola yang tampak sederhana ini bisa menurunkan kualitas pengelolaan finansial, mengurangi peluang berkembang, dan membuat kamu tidak bergerak dari titik yang sama.
Semua hal itu sekilas memang terlihat sepele, tetapi akumulasi dampaknya bisa membuat tujuan jangka panjang makin menjauh dan makin sulit dicapai meskipun kamu sudah berusaha keras. Nah, jika kamu masih melakukan kebiasaan yang bikin sulit kaya seperti yang dibahas dalam artikel yang dilansir dari Invested Wallet di bawah ini, maka sudah saatnya kamu mengevaluasi rutinitas harianmu dan mulai membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.
Menghindari Nasihat Keuangan Profesional
![]() Penyebab sulit kaya sering berawal dari keputusan menghindari nasihat keuangan profesional/Foto: Freepik |
Menghindari nasihat keuangan profesional sering kali membuat seseorang kehilangan banyak kesempatan penting yang sebenarnya bisa membuat keuangannya lebih baik sehingga menjadi penyebab sulit kaya. Pendekatan mandiri memang dapat membantu untuk kebutuhan dasar, tetapi tujuan yang lebih rumit—seperti optimalisasi pajak, perencanaan warisan, dan investasi yang terdiversifikasi—biasanya memerlukan dukungan ahli.
Penasihat keuangan dapat memberikan pandangan yang lebih objektif, menemukan hal-hal yang mungkin terlewat, serta menawarkan strategi yang dapat meningkatkan kekayaan. Mengabaikan layanan profesional hanya karena biaya atau rasa percaya diri yang berlebihan berisiko membuat seseorang tidak memanfaatkan potensi pertumbuhan kekayaan secara maksimal.
Takut Berinvestasi
Penyebab sulit kaya kerap terkait dengan ketakutan berinvestasi di pasar yang fluktuatif/Foto: Freepik
Ketakutan berinvestasi adalah salah satu gaya hidup yang menghambat finansial dan sering muncul karena fluktuasi pasar saham yang dianggap mengkhawatirkan. Akibatnya, banyak orang memilih menyimpan uang mereka di rekening tabungan biasa dan melewatkan potensi keuntungan jangka panjang yang lebih besar. Kondisi ini paling sering terjadi pada profesional muda yang sebenarnya memiliki peluang terbesar untuk meraih manfaat dari strategi investasi berjangka panjang.
Untuk mengatasi ketakutan ini, ada baiknya kamu mencoba untuk melakukan investasi kecil secara rutin dengan menggunakan pendekatan jangka panjang. Jangan menunggu hingga memiliki dana besar untuk berinvestasi sambil mencoba menebak pergerakan pasar yang memang fluktuatif kalau dilihat dari sudut pandang jangka pendek!
Menghindari Diskusi Keuangan
Kebiasaan menutup-nutupi keuangan dari pasangan termasuk penyebab sulit kaya/Foto: Freepik/katemangostar
Menghindari pembicaraan keuangan, terutama dalam lingkungan keluarga sering membuat situasi keuangan menjadi rumit. Pasangan yang tidak memiliki keselarasan tujuan finansial rentan mengalami ketegangan hubungan dan kehilangan berbagai peluang penting.
Sebaliknya, keterbukaan mengenai tujuan finansial, besaran utang, hingga pola pengeluaran membantu membangun kepercayaan serta memudahkan proses perencanaan bersama. Dengan memahami kondisi keuangan secara menyeluruh, kedua belah pihak dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan menguntungkan dalam hubungan mereka.
Nyaman Berutang
Kebiasaan yang bikin sulit kaya sering muncul tanpa disadari melalui penggunaan kartu kredit dan pinjaman rutin/Foto: Freepik/tirachardz
Penggunaan kartu kredit dan memiliki pinjaman bisa terasa normal ketika dilakukan secara rutin. Hal ini membuat banyak orang tidak menyadari bahwa mereka menumpuk utang.
Padahal, beban bunga yang tinggi dari kartu kredit dan pinjaman dapat mengurangi peluang membangun kekayaan secara signifikan. Oleh karena itu, konsumen yang bijak akan memanfaatkan utang secara strategis untuk aset yang nilainya meningkat, seperti rumah atau pendidikan, dan tetap menghindari perangkap utang bergulir.
Bertahan pada Pola Keuangan yang Familiar
Kebiasaan yang bikin sulit kaya sering berakar dari pola keuangan masa kecil yang terus terbawa hingga dewasa/Foto: Freepik/shurkin_son
Pengalaman masa kecil sangat memengaruhi cara seseorang mengelola keuangan di masa dewasa. Jika tumbuh dengan orang tua yang sangat hemat, seseorang akan cenderung terlalu berhati-hati dalam membelanjakan uangnya, bahkan ketika berinvestasi pada diri sendiri sebenarnya lebih menguntungkan saat itu. Untuk itu, diperlukan usaha sadar agar dapat melepaskan keyakinan keuangan lama yang membatasi dirimu.
Dengan belajar menyeimbangkan pengeluaran dengan bijak dan menabung, kamu bisa mencapai kondisi keuangan yang lebih sehat. Selain itu, penting untuk memahami bahwa membelanjakan uang demi pengembangan karier adalah hal yang wajar dan bermanfaat.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!
