5 Kebiasaan Sederhana Orang yang Tidak Overthinking untuk Menenangkan Pikiran

Gayuh Tri Pinjungwati | Beautynesia
Jumat, 10 Jul 2026 13:15 WIB
2. Mereka Menyadari Semua Hal Tidak dapat Dikontrol
Mereka Menyadari Semua Hal Tidak dapat Dikontrol/Foto: Pexels.com/ Quý Nguyễn

Overthinking layaknya lingkaran yang sulit diputus. Awalnya cuma satu pikiran kecil, lalu berkembang jadi skenario panjang di kepala. Berpikir berlebihan mungkin terdengar tidak terlalu buruk. Tetapi berpikir berlebihan dapat menyebabkan masalah. Ketika kamu berpikir berlebihan, penilaianmu menjadi kabur dan stres pun meningkat.

Tapi menariknya, ada orang-orang yang terlihat lebih tenang. Bukan karena hidup mereka tanpa masalah, tapi karena mereka punya kebiasaan sederhana yang membuat pikiran tidak mudah berputar-putar.

Kabar baiknya, kebiasaan ini bisa dilatih. Berikut ada beberapa cara mengatasi overthinking. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.

1. Sadar Bahwa Sedang Overthinking

Sadar Bahwa Dia Sedang Overthinking/Foto: Pexels.com/ Doci

Kesadaran adalah awal dari perubahan. Sebelum kamu dapat mulai mengatasi atau menghadapi kebiasaan berpikir berlebihan, kamu perlu belajar untuk menyadarinya ketika itu terjadi. Kapan pun kamu merasa ragu, stres atau cemas, mundurlah, lihat situasinya dan bagaimana kamu meresponsnya. Pada saat kesadaran itulah benih perubahan yang ingin kamu lakukan berada.

Mereka memilih berhenti sejenak. Saat muncul kekhawatiran, mereka tidak langsung tenggelam di dalamnya. Mereka berhenti, tarik napas, dan memberi jarak antara diri dan pikirannya. Sesederhana menarik napas dalam tiga kali bisa membantu otak kembali lebih rasional.

2. Mereka Menyadari Semua Hal Tidak dapat Dikontrol

Mereka Menyadari Semua Hal Tidak dapat Dikontrol/Foto: Pexels.com/ Quý Nguyễn

Kesadaran terhadap kontrol bukan hal yang instan. Tapi justru di situlah letak kekuatannya. Orang yang tidak overthinking biasanya paham betul mana yang bisa ia kendalikan dan mana yang harus ia lepaskan.

Mereka terbiasa membedakan antara tanggung jawab dan kendali penuh. Misalnya, dalam pekerjaan. Mereka akan berusaha maksimal menyelesaikan tugas dengan baik. Tapi setelah itu? Mereka tidak terus-menerus memikirkan apakah atasan akan menyukai hasilnya atau tidak. Karena mereka sadar, opini orang lain berada di luar kendali mereka.

Begitu juga dalam hubungan. Orang yang tidak overthinking tidak berarti cuek atau tidak peduli. Justru sebaliknya, mereka peduli dengan cara yang sehat.

Jika pasangan atau teman sedang berubah sikap, mereka akan mencoba berkomunikasi. Namun, setelah itu, mereka tidak menghabiskan malam dengan memutar ulang setiap percakapan di kepala. Mereka sadar, perasaan dan keputusan orang lain bukan sesuatu yang bisa mereka atur sepenuhnya.

3. Mengalihkan Perhatian pada Kebahagiaan

Mengalihkan Perhatian pada Kebahagiaan/Foto: Pexels.com/ SUNDAY 일요일

Mengalihkan perhatian pada kebahagiaan bukan berarti menghindari tanggung jawab. Justru ini cara mereka menjaga kesehatan mental agar tetap stabil. Mereka paham, masalah akan lebih mudah diselesaikan ketika pikiran dalam kondisi tenang. Jadi sebelum membuat keputusan, mereka isi ulang dulu energinya dengan hal-hal kecil yang menyenangkan.

Kebahagiaan yang dipilih pun tidak selalu besar atau mahal. Bisa sesederhana meditasi, menari, olahraga, belajar memainkan alat musik, merajut, menggambar, dan melukis dapat menjauhkanmu dari masalah cukup untuk menghentikan analisis berlebihan.

4. Mereka Melihat Segala Sesuatu dari Perpektif yang Tepat

Mereka Melihat Segala Sesuatu dari Perpektif yang Tepat/Foto: Pexels.com/ Minh Vũ

Bukan berarti orang yang tidak overthinking selalu positif atau tidak pernah merasa sedih. Mereka tetap manusia biasa. Bedanya, mereka tidak langsung membesar-besarkan situasi di kepala. Mereka terbiasa mengambil jarak sejenak sebelum memberi makna pada sebuah kejadian.

Mereka sadar bahwa tidak semua pikiran harus dipercaya. Pikiran hanyalah pikiran, bukan selalu fakta. Dengan menyadari hal ini, mereka tidak mudah terseret dalam skenario-skenario negatif yang sering kali belum tentu terjadi.

Menariknya, kebiasaan ini membuat mereka lebih dewasa secara emosional. Mereka tidak reaktif, tapi reflektif. Tidak langsung tersinggung, tapi mencoba memahami. Tidak buru-buru menyalahkan diri sendiri, tapi melihat gambaran yang lebih luas.

5. Mereka Tidak Selalu Menunggu Kesempurnaan

Mereka Tidak Selalu Menunggu Kesempurnaan/Foto: Pexels.com/Huy Hoàng Tran

Orang yang tidak overthinking paham bahwa kesempurnaan itu ilusi. Mereka tahu, kalau terus menunggu waktu yang ideal, mereka bisa kehabisan momentum. Jadi daripada sibuk memikirkan bagaimana kalau gagal, mereka memilih berpikir apa yang bisa dilakukan sekarang.

Bukan berarti mereka sembrono atau asal-asalan. Mereka tetap punya standar dan tanggung jawab. Bedanya, mereka tidak membiarkan standar itu berubah menjadi tekanan yang melumpuhkan. Mereka tahu bahwa proses akan mengasah kemampuan, bukan sebaliknya.

Kalau kamu merasa sering terjebak dalam pikiran sendiri, mungkin kamu bisa mulai dari satu kebiasaan kecil hari ini. Tidak perlu langsung berubah drastis. Cukup belajar mengenali kapan pikiran mulai berlebihan, lalu perlahan mengarahkannya kembali.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE