sign up SIGN UP

5 Kebiasaan yang Dianggap Normal Ini Ternyata Termasuk Toxic Relationship, Lho

Sheila Fathin | Beautynesia
Jumat, 05 Mar 2021 20:30 WIB
5 Kebiasaan yang Dianggap Normal Ini Ternyata Termasuk Toxic Relationship, Lho
caption
Jakarta -

Masih ada banyak orang belum sadar apakah itu toxic relationship dan bagaimana tindakannya. Salah satu akar permasalahannya, tanpa kita sadar toxic relationship kini sudah mendarah daging dan bergabung menjadi budaya masyarakat sehingga kita sendiri susah untuk membedah mana saja yang termasuk toxic relationship.

Terkadang kita merasa perilaku dan tindakan X benar karena masyarakat sosial sering melakukannya, Padahal jika dibedah lebih dalam, perbuatan dan tindakan itu termasuk salah satu dari toxic relationship.

Ketika kita memiliki komitmen untuk menjalin hubungan dengan pasangan kita, kita pasti menjalankan tiga komponen utama untuk membuat hubungan kita berjalan dengan sehat dan  berkembang. Tiga komponen utama dalam sebuah hubungan adalah saling menghargai, saling percaya, dan kasih sayang.

Menurut Mark Manson, toxic relationship adalah hubungan yang terjadi di mana salah satu atau kedua orang ini memprioritaskan cinta melebihi tiga komponen tersebut. Contoh paling dasar bisa seperti ini : Jika kamu menemukan pasanganmu berbohong, padahal kalian sudah berkomitmen untuk tidak saling berbohong, tetapi kamu masih membelanya dan rela untuk meredam emosimu dan menganggap perilaku pasanganmu  bisa kamu toleransi.

Maka itulah contoh toxic relationship yang mana menempatkan posisi cinta melebihi tiga komponen utama. Kamu mengesampingkan perasaan sakit hatimu, dan mengutamakan perasaan dia. 

Dari situ kita tahu bahwa masih banyak perilaku-perilaku yang dianggap sehat, namun ternyata tindakan tersebut adalah toxic. Berikut ini contoh-contoh kebiasaan yang sering dilakukan antar pasangan yang ternyata masuk ke dalam toxic relationship.

Konflik Sebagai Bentuk Kasih Sayang

Toxic relationship
ilustrasi toxic relationship/freepik.com

Dalam sebuah hubungan pasti akan ada yang namanya pertengkaran dan perdebatan. Namun permasalahannya bukan pada konfliknya tetapi pada perilaku kita dalam bertindak akan suatu konflik itu. Bertengkar dan berdebat merupakan hal biasa, tetapi berteriak dan mengeluarkan kata-kata kotor yang dilakukan hampir setiap hari bukanlah merupakan bentuk kasih sayang. Pasanganmu hanya ingin mengontrol perasaanmu. 

Psikolog Harriet Lerner menyatakan, “Ingatlah bahwa pasangan yang bahagia bukanlah pasangan yang tidak bertengkar. Sebaliknya, mereka adalah pasangan yang berjuang dengan adil dan bertanggung jawab atas kata-kata dan tindakan mereka sendiri, tidak peduli seberapa marah perasaan mereka di dalam."

Hubungan yang Tidak Pernah Ada Perdebatan

toxic relationship
ilustrasi toxic relationship/freepik.com

Mungkin beberapa diantara kalian akan ada yang merasa bahwa hubungan yang baik-baik saja adalah hubungan yang jarang terjadi konflik, bahkan tidak pernah. Sejujurnya menurut artikel dari Power of Positivity, hubungan yang tidak pernah terjadi konflik adalah hubungan yang perlu diwaspadai. Hal itu karena hubungan ini akan mengarah ke toxic relationship.

Pasalnya, ketika kita menghindari sebuah perdebatan, tanpa sadar kita memendam perasaan kita dalam hati hanya karena enggan untuk berdebat dengan pasangan atau tidak mau menyakitinya. Tetunya itu akan berdampak pada permasalahan ke depannya. Tanpa sadar mulai tidak bisa menahan luapan emosimu yang telah kamu tahan. Akhirnya kamu menemukan bahwa hubungan kalian sudah tidak bisa diperbaiki lagi.

Merasa Perlu Saling Melengkapi

Toxic relationship
ilustrasi toxic relationship/powerofpositivity.com

Sering kali kita mendengar kata, “Kamu melengkapiku”, “Kamu adalah segalanya yang aku butuhkan.” dan masih banyak kata-kata lainnya. Terdengar romantis memang. Namun, perasaan perlu saling melengkapi hanya akan membuat hubungan romantis ini menjadi sebuah hubungan ketergantungan.

Hubungan ketergantungan adalah hubungan yang tidak sehat. Hal itu membuat kamu dengan pasangan tidak bisa bergerak bebas untuk berkembang atau memilih keinginan yang ingin dipilih. Kamu seolah-olah merasa dibebankan untuk membuat dirinya nyaman hanya karena dia merasa membutuhkanmu. 

Cemburu

toxic relationship
Stalking/freepik.com

Cemburu bukan lah hal yang salah dalam sebuah hubungan. Itu adalah perasaan yang manusiawi dan sering terjadi. Tapi perlu diketauhi bahwa rasa cemburu bukan lah emosi yang sehat.  Rasa cemburu bisa berubah menjadi toxic, ketika kita mengungkapkan rasa cemburu kita dengan perilaku yang tidak tepat.

Misalkan, mencurigai pasangan secara berlebihan dengan membuka semua akun sosial media, membaca semua pesan dia dengan orang lain. Selain itu mengontrol tindakan pasanganmu dan melarangnya untuk melakukan hal ini dan itu. Perilaku tersebut adalah perilaku yang tidak perlu dilakukan. Kamu membuat rasa cemburumu melewati batas privacy pasanganmu dan tidak lagi menghormatinya sebagai pasangan.

Relationship Hostage

toxic relationship
ilustrasi toxic relationship/freepik.com

Relationship hostage adalah tindakan di mana ketika pasangan kamu melakukan kesalahan yang membuatmu kecewa dan kamu mengancamnya dengan membawa-bawa hubungan kalian. Misalkan, ketika pasangan kamu membuatmu kecewa dan sedih, kamu mengancamnya dengan perkataan seperti ini “Aku tidak peduli lagi denganmu. Kamu bisa urus dirimu sendiri dengan orang lain”. Sebuah ancaman yang sering dilakukan untuk membuat pasangan merasa bersalah atas tindakannya. 

Hal itu termasuk ke dalam hubungan yang tidak sehat karena kamu membuat perasaan pasanganmu tidak lagi valid. Hubungan seperti ini adalah tindakan yang bisa dibilang egois. 

(mel/mel)

Our Sister Site

mommyasia.id