6 Cara Berkelas Menghadapi Orang 'Beracun' di Tempat Kerja

Kyla Putri Nathania | Beautynesia
Selasa, 26 May 2026 15:30 WIB
4. Blok Kalender untuk Waktu Fokus
Memiliki waktu fokus tanpa gangguan membantu pekerjaan selesai lebih efektif. Gaya hidup kerja penuh tekanan bisa berdampak buruk bagi karier jangka panjang./ Foto: magnific.com

Lingkungan kerja idealnya jadi tempat berkembang dan saling support. Namun realitanya, nggak semua rekan kerja punya attitude yang menyenangkan. Ada yang suka meremehkan, pasif-agresif, sampai bikin suasana kantor jadi draining setiap hari.

Menurut career coach Heather Moulder, boundaries atau batasan sehat di dunia kerja penting banget untuk menjaga rasa hormat terhadap diri sendiri. Menariknya, kamu nggak selalu harus konfrontasi atau debat panjang untuk menghadapi orang toksik. Kadang, sikap tenang dan tegas justru lebih powerful.

Nah, berikut beberapa trik yang bisa kamu lakukan supaya tetap profesional tanpa kehilangan ketenangan diri.

1. Jangan Langsung Balas Email atau Chat Kantor

Membalas pesan kerja terlalu cepat bisa bikin orang menganggap kamu selalu available. Menurut burnout coach, menjaga jeda respons membantu membangun boundaries yang lebih sehat./ Foto: magnific.com/rawpixel.com

Membalas pesan kerja terlalu cepat bisa bikin orang menganggap kamu selalu available. Menurut burnout coach, menjaga jeda respons membantu membangun boundaries yang lebih sehat./ Foto: magnific.com/rawpixel.com

Salah satu kebiasaan yang sering bikin burnout adalah merasa harus selalu responsif. Padahal, menurut burnout coach Elissa Lynn, membalas email atau chat kantor secara instan justru bisa membuat orang lain menganggap waktumu selalu terbuka untuk mereka.

Memberi jeda sebelum membalas pesan bukan berarti malas atau tidak profesional. Sebaliknya, hal ini menunjukkan kalau kamu punya kontrol atas ritme kerja sendiri. Selain itu, kamu juga jadi punya waktu untuk berpikir lebih tenang sebelum merespons situasi yang mungkin memancing emosi.

Sikap ini juga membantu mengurangi tekanan mental akibat tuntutan kerja yang terus datang tanpa henti. Sebelum masuk ke poin berikutnya, penting untuk diingat kalau menjaga jarak sehat di kantor bukan berarti jadi cuek, tapi lebih ke bentuk self-respect.

2. Stop Minta Maaf karena Balasnya Lama

Stop Minta Maaf karena Balasnya Lama/ Foto: magnific.com/rawpixel.com

Terlalu sering meminta maaf bisa membuat orang lain menganggap kamu bersalah padahal tidak. Ahli menyebut kebiasaan ini justru memberi tekanan berlebihan pada diri sendiri./ Foto: magnific.com/rawpixel.com

Banyak orang refleks mengetik, “Maaf baru balas,” padahal sebenarnya mereka sedang sibuk bekerja. Menurut Elissa Lynn, kebiasaan ini tanpa sadar membuat kita merasa harus selalu siaga sepanjang waktu.

Padahal, urgensi orang lain belum tentu jadi prioritas utama kita. Dengan berhenti meminta maaf atas hal yang sebenarnya normal, kamu sedang menunjukkan bahwa waktumu juga berharga.

Cara ini mungkin terlihat kecil, tapi efeknya besar untuk membangun image yang lebih tegas dan profesional. Setelah berhasil mengurangi tekanan dari komunikasi instan, langkah berikutnya adalah mengatur ritme kerja yang lebih sehat.

3. Tentukan Jadwal Khusus untuk Cek Email

Terlalu sering mengecek email bisa meningkatkan stres dan kecemasan saat bekerja. Penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kerja yang jelas membantu meningkatkan fokus./ Foto: magnific.com/yanalya

Terlalu sering mengecek email bisa meningkatkan stres dan kecemasan saat bekerja. Penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kerja yang jelas membantu meningkatkan fokus./ Foto: magnific.com/yanalya

Kebiasaan refresh inbox setiap beberapa menit sering kali bikin otak sulit fokus. Akibatnya, pekerjaan utama malah terbengkalai karena perhatian terus terpecah.

Berdasarkan penelitian dari American Psychological Association, membuat jadwal khusus untuk mengecek email dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan produktivitas. Misalnya, kamu hanya membuka email di pagi hari, setelah makan siang, dan sebelum jam kerja selesai.

Dengan begitu, kamu nggak mudah terdistraksi oleh notifikasi yang sebenarnya tidak mendesak. Selain mengatur komunikasi, kamu juga perlu melindungi waktu fokus supaya energi nggak habis untuk hal-hal yang kurang penting.

4. Blok Kalender untuk Waktu Fokus

Memiliki waktu fokus tanpa gangguan membantu pekerjaan selesai lebih efektif. Gaya hidup kerja penuh tekanan bisa berdampak buruk bagi karier jangka panjang./ Foto: magnific.com

Memiliki waktu fokus tanpa gangguan membantu pekerjaan selesai lebih efektif. Gaya hidup kerja penuh tekanan bisa berdampak buruk bagi karier jangka panjang./ Foto: magnific.com

Meeting bertumpuk dan chat nonstop sering bikin pekerjaan terasa nggak ada habisnya. Oleh karena itu, Elissa Lynn menyarankan untuk memblok waktu khusus di kalender agar kamu bisa fokus menyelesaikan tugas penting.

Cara ini membantu kamu terhindar dari hustle culture yang memaksa orang terus terlihat sibuk sepanjang hari. Bahkan menurut Heather Moulder, tekanan kerja berlebihan bisa berdampak buruk pada kesehatan mental dan perkembangan karier.

Kadang, produktif bukan soal bekerja lebih lama, tapi bekerja lebih fokus. Supaya batasan kerja makin jelas, kamu juga perlu belajar memisahkan waktu kerja dan waktu pribadi.

5. Gunakan Mode “Do Not Disturb” Setelah Jam Kerja

Work-life balance semakin penting di era kerja digital dan remote working. Mematikan notifikasi setelah jam kerja membantu menjaga kesehatan mental./ Foto: magnific.com/benzoix

Work-life balance semakin penting di era kerja digital dan remote working. Mematikan notifikasi setelah jam kerja membantu menjaga kesehatan mental./ Foto: magnific.com/benzoix

Di era serba online, banyak orang merasa sulit benar-benar “pulang” dari pekerjaan. Notifikasi kantor bisa muncul kapan saja, bahkan saat malam atau akhir pekan.

Karena itu, menggunakan mode “Do Not Disturb” setelah jam kerja jadi langkah sederhana tapi penting. Cara ini membantu otak beristirahat dan memberi ruang untuk kehidupan pribadi.

Kamu tetap bisa profesional tanpa harus online 24 jam. Selain menjaga waktu pribadi, penting juga untuk tidak terus-menerus mengambil beban tambahan di kantor.

6. Jangan Selalu Sukarela Ambil Kerjaan Tambahan

Jangan Selalu Sukarela Ambil Kerjaan Tambahan/ Foto: magnific.com

Terlalu sering mengambil tugas tambahan bisa membuat orang lain memanfaatkan kebaikanmu. Ahli menyarankan pentingnya delegasi dan menjaga keseimbangan hidup./ Foto: magnific.com

Menjadi helpful memang bagus, tapi kalau semua pekerjaan selalu kamu ambil, orang lain bisa terbiasa bergantung padamu. Lama-lama, kamu sendiri yang kewalahan.

Elissa Lynn juga menyarankan untuk mulai belajar delegasi tugas agar tidak memikul semuanya sendirian. Menurut penelitian, burnout sering muncul ketika identitas seseorang terlalu terikat pada pekerjaan.

Punya kehidupan di luar kantor sama pentingnya dengan pencapaian karier. Jadi, nggak ada salahnya mulai berkata “cukup” demi menjaga kesehatan mental sendiri.

Menghadapi orang toxic di tempat kerja memang nggak mudah, tapi menjaga boundaries dengan cara tenang dan elegan bisa bikin kamu lebih dihargai tanpa harus banyak drama. 

Dari semua tips tadi, mana yang paling relate sama kondisi kamu sekarang, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE