sign up SIGN UP

6 Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Perempuan Mengorbankan Kariernya Demi Pernikahan

Meuthia Khairani | Beautynesia
Sabtu, 16 Jul 2022 23:00 WIB
6 Hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Perempuan Mengorbankan Kariernya Demi Pernikahan
Ilustrasi menikah/Foto: Freepik.com/freepic.diller
Jakarta -

Selama ini, tradisi yang sering terjadi adalah sebagian besar perempuan meninggalkan pekerjaan setelah dilamar atau menikah, baik karena dilamar oleh rekan sekantor (bila perusahaan tersebut melarang karyawan menikahi satu sama lain), maupun bukan orang sekantor.

Anggapan ini seakan mengisyaratkan bahwa pihak perempuan seperti diharuskan merelakan kariernya karena sudah dipinang pasangannya dan kembali mengamini tradisi kuno: tempatnya perempuan adalah di rumah dan di dapur. Tugas perempuan adalah tugas domestik, yaitu: memasak, membersihkan dan merapikan rumah, melayani suami, mengasuh anak.

Meskipun di satu sisi, tidak ada yang salah dengan menjadi ibu rumah tangga, jika memang keputusan tersebut dibuat atas keinginan sang perempuan, bukan karena paksaan atau mengikuti tradisi.

Salah satu kunci penting adalah komunikasi dengan pasangan agar budaya 'perempuan resign setelah dipinang rekan kantor' ini diterapkan secara adil dan tidak terus-menerus perempuan yang harus mengorbankan kariernya. Karena semestinya, pilihan resign berlaku pada kedua belah pihak, bukan diarahkan pada pihak perempuan saja.

Jadi, apa saja yang perlu kamu pertimbangkan dan komunikasikan terkait karier dengan pasangan sebelum menikah? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

1. Pencapaian Kerja

Bahagia dengan Apa yang Dicapai/ Foto: freepik/ TirachardzIlustrasi/Foto: Freepik/ Tirachardz

Dilansir dari Money Crashers, penghargaan atau pencapaian yang telah kamu raih di tempat kerja bisa menjadi fondasi percaya diri dan ketangguhanmu sebagai perempuan di dunia profesional. Untuk meraihnya pun membutuhkan proses dan perjuangan yang tentunya tidak mudah. Jadi, semestinya kamu coba meyakinkan calon suamimu bahwa kehidupan pernikahanmu dengan calon suami akan baik-baik saja bila kamu tetap bekerja.

2. Kemandirian Finansial Pribadi

Kebiasaan Buruk Saat Gajian yang Bikin Kamu Susah Kaya Dan Tips Untuk MemperbaikinyaIlustrasi/Foto: Pexels.com/Karolina Grabowska

Sekali lagi, kemandirian finansial tampak menjadi kemampuan yang semestinya dimiliki perempuan masa kini, Beauties. Sebab, mendapatkan uang dari hasil jerih payah sendiri mampu menunjukkan pencapaianmu, menjadi bentuk perkembangan diri, dan meningkatkan tingkat percaya diri sebagai perempuan.

3. Minta Bantuan Konselor

Melakukan konseling untuk berlatih mengutarakan pendapat dan menunjukkan ketegasan tentang keinginanmu untuk tetap bekerja dapat mempermudahmu mengomunikasikan keinginan diri sehingga pilihanmu diterima dan dipahami dengan baik oleh calon suamimu. Pun, kamu harus melihat sendiri bahwa jika calon suamimu memang orang baik dan tulus padamu, selayaknya dia mau mendengarkan keinginanmu untuk tetap bekerja.

5. Risiko dari Kemungkinan Terburuk

Tanda financial abuse dalam hubunganIlustrasi pasangan/ Foto: Freepik/tirachardz

Meskipun tidak ada yang menginginkan kejadian ini, namun kamu perlu mempertimbangkan hal-hal di luar kendali yang bisa menyebabkan kondisi finansial memburuk. Misalnya, suami terkena PHK. Jika kamu bekerja dan memiliki penghasilan, tentu kekhawatiran akan hal ini bisa sedikit berkurang.

6. Mencontohkan Kemandirian pada Anak Nantinya

Seperti halnya diperlukan seorang ibu yang cerdas untuk mendidik anak-anaknya, kemampuan ibu dalam pekerjaan profesionalnya juga bisa menjadi inspirasi anak-anak bahwa perempuan bisa melaksanakan tugas sebagai ibu rumah tangga dan perempuan karier secara bersamaan. Ini merupakan salah satu bentuk aktualisasi yang berhak kamu tunjukkan, setidaknya pada anak-anakmu kelak.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id