STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600

7 Hambatan Pendidikan yang Dialami Anak Perempuan di Seluruh Dunia

Retno Anggraini | Beautynesia
Kamis, 24 Nov 2022 17:00 WIB
Anak Perempuan Lebih Sering Habiskan Waktu untuk Pekerjaan Rumah Tangga

Pekerjaan Rumah Tangga

Hambatan pendidikan yang dialami anak perempuan di seluruh dunia
Ilustrasi pekerjaan rumah tangga/Foto: Freepik.com/Racool_studio

Di seluruh dunia, anak perempuan menghabiskan 40 persen lebih banyak waktu mereka untuk melakukan pekerjaan rumah tangga dibandingkan anak laki-laki. Beberapa dari tugas ini menempatkan anak perempuan dalam bahaya menghadapi kekerasan seksual.

Di Burkina Faso, Yaman, dan Somalia, anak perempuan berusia antara 10 sampai 14 tahun menanggung beban pekerjaan rumah tangga yang paling tidak proporsional dibandingkan dengan anak laki-laki. Di Somalia, anak perempuan menghabiskan waktu paling banyak di dunia untuk pekerjaan rumah tangga dengan rata-rata 26 jam setiap minggu.

Kekerasan Berbasis Gender

Hambatan pendidikan yang dialami anak perempuan di seluruh dunia
Ilustrasi stereotip gender/Foto: Freepik.com

Kekerasan berbasis gender dapat terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk pelecehan fisik dan seksual, serta intimidasi. Bertahan dari pemerkosaan, pemaksaan, diskriminasi, dan jenis pelecehan lainnya memengaruhi prestasi anak perempuan hingga meningkatkan tingkat ketidakhadiran dan putus sekolah.

Diperkirakan 246 juta anak perempuan dilecehkan dalam perjalanan mereka ke sekolah setiap tahun. Tanzania menemukan bahwa 1 dari 4 anak perempuan yang mengalami kekerasan seksual melaporkan kejadian tersebut saat dalam perjalanan berangkat atau pulang dari sekolah. Karena hal ini, orangtua cenderung tidak membiarkan anak perempuan mereka pergi ke sekolah jika mereka harus menempuh jarak jauh yang tidak aman.

Krisis dan Konflik

Hambatan pendidikan yang dialami anak perempuan di seluruh dunia
Krisis air di Afrika/Foto: Unsplash.com/Jeff Ackley

Anak perempuan dan perempuan di daerah yang terkena dampak konflik dan krisis menghadapi lebih banyak hambatan untuk bersekolah. Diperkirakan 39 juta anak perempuan dan remaja perempuan di negara-negara yang terkena dampak konflik bersenjata dan bencana alam, kekurangan akses ke pendidikan berkualitas.

Di Sudan Selatan, sekitar 72 persen anak perempuan usia sekolah dasar tidak bersekolah. Demikian pula di Afganistan, sekitar 70 persen dari 3,5 juta anak yang putus sekolah adalah perempuan. Tanpa pendidikan, anak perempuan kekurangan keterampilan yang mereka butuhkan untuk mengatasi krisis dan membantu membangun kembali komunitas mereka.

Perdagangan Manusia

Hambatan pendidikan yang dialami anak perempuan di seluruh dunia
Ilustrasi/Foto: Unsplash.com/Jessica Modi

Jumlah anak perempuan yang dilaporkan menjadi korban perdagangan manusia terus meningkat. Dari semua korban perdagangan manusia yang dilaporkan secara global pada tahun 2016, sekitar 23 persen korbannya adalah anak perempuan. Pelaku perdagangan manusia mengeksploitasi paksa anak perempuan untuk kerja paksa dan sebagian besar didorong ke dalam eksploitasi seksual.

Perempuan dan anak perempuan yang diperdagangkan menghadapi tingginya tingkat kekerasan fisik dan seksual, serta masalah kesehatan mental dan fisik. Bentuk pelecehan ini menempatkan anak perempuan terjebak dalam siklus kemiskinan dan perbudakan yang menghentikan mereka untuk menerima pendidikan.

Anak-anak yang hidup dalam kemiskinan menghadapi banyak hambatan untuk mendapatkan pendidikan dan risikonya sangat tinggi bagi anak perempuan. Oleh sebab itu, UNICEF memprioritaskan prakarsa pendidikan menengah perempuan yang mengatasi norma gender yang diskriminatif dan menangani manajemen kebersihan menstruasi di sekolah.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE