Anak Berpotensi Tumbuh Jadi 6 Tipe Ini Jika Dibesarkan dalam Keluarga yang Toksik, Apa Saja?
Ada berbagai macam bentuk keluarga toksik sehingga akan menghasilkan berbagai macam individu yang juga punya kepribadian berbeda. Meskipun keluarga toksik tidak serta merta membuat seseorang gagal sebagai manusia, lingkungan itu akan memengaruhi bagaimana mereka tumbuh.
Dilansir dari laman Awareness Act, tumbuh dalam lingkungan keluarga yang toksik bisa menghancurkan masa depan seseorang. Meskipun begitu, memahami tipe anak seperti apa yang dibesarkan dalam keluarga yang toksik akan membuat seseorang dapat melakukan terapi atau mengambil langkah untuk memperbaiki masa depannya itu.
Anak berpotensi tumbuh menjadi 6 tipe ini jika dibesarkan dalam keluarga yang toksik. Simak ulasannya di bawah ini.
Tipe Pahlawan
Ilustrasi Ibu dan Anak/ Foto: pexels.com/Ron Lach |
Tipe pahlawan atau anak yang penuh tanggung jawab tumbuh sambil mengambil alih tanggung jawab yang tidak seharusnya mereka rasakan di usia yang terlalu muda. Mereka akan merasa bahwa tugasnya adalah menyelamatkan semua orang dan mengesampingkan kepentingannya sendiri.
Mereka akan berakhir seperti ini setelah mengurus orang tuanya alih-alih menjadi sosok yang diurus. Anak yang harus menjaga dan memperhatikan saudara-saudara kandungnya karena ketiadaan kedua orang tuanya juga bisa tumbuh menjadi tipe anak yang seperti ini.
Tipe yang Liar
Ilustrasi Ibu dan Anak/ Foto: pexels.com/Kindel Media |
Karena dibesarkan di lingkungan yang kacau, anak juga akan memiliki perilaku yang kacau. Banyak anak yang dibesarkan dalam sistem keluarga yang toksik akan memberontak atau bangkit melawanorangtuanya.
Karena orangtua atau keluarga yang seharusnya mengurusnya tidak menunjukkan serta mencontohkan sifat dan perilaku yang sehat, maka anak pun akhirnya akan bertingkah laku negatif. Hal yang sama berlaku ketika anak diabaikan atau terluka oleh orangtuanya.
Tipe yang Canggung
Ketika anak tidak menerima kasih sayang yang cukup, hal ini bisa membuat mereka cenderung canggung. Mereka akan kesulitan bersosialisasi atau bahkan menarik diri sepenuhnya dari lingkungan sosial.
Mereka akan terus kesulitan meningkatkan rasa percaya dirinya dan selalu merasa cemas di sekitar orang lain. Hal ini terjadi karena orang yang paling mereka cintai terus membuat mereka merasa cemas atau membuat mereka merasa bahwa dirinya tidak cukup baik.
Anak Berpotensi Tumbuh Jadi 6 Tipe Ini Jika Dibesarkan dalam Keluarga yang Toksik, Apa Saja?
Anak Berpotensi Tumbuh Jadi 6 Tipe Ini Jika Dibesarkan dalam Keluarga yang Toksik, Apa Saja?/Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes
Tipe Pemimpi
Alih-alih bertingkah negatif, anak yang punya kecenderungan untuk menjadi pemimpi akan mengambil rute yang berbeda. Untuk bertahan dalam dinamika keluarga yang toksik, mereka mungkin akan menenggelamkan diri dalam buku, film, atau gim.
![]() Ilustrasi anak-anak (Foto: Unsplash/Myles Tan) |
Tipe pemimpi biasanya pemalu, tetapi berbeda dengan anak yang punya kecenderungan canggung. Mereka akan menghabiskan masa kecil mereka dengan merencanakan hari di mana mereka bisa kabur dari kehidupan mereka saat ini dan memulai kehidupan yang baru.
Tipe yang Ahli Melarikan Diri
Tipe ini akan segera kabur ketika situasi yang dihadapinya menjadi sulit. Hal ini sendiri mungkin telah terbiasa mereka lakukan sejak mereka masih kecil.
Setelah dewasa, mereka akan melompat dari pekerjaan satu ke pekerjaan lainnya atau berganti dari hubungan satu ke hubungan yang lain. Karena mereka dibesarkan dalam lingkungan yang kacau dan tidak pernah diajari caranya menanganinya, mereka akan kabur untuk mengatasi masalahnya.
Tipe yang Tidak Stabil
Ilustrasi/Foto: Freepik.com/our-team |
Ketidakstabilan emosi adalah hal yang biasa dialami oleh orang yang tumbuh dalam keluarga disfungsional dan toksik. Ini terjadi karena banyak alasan, tetapi mungkin alasan yang paling penting adalah karena kestabilan emosional tidak pernah dicontohkan kepada mereka.
Ketidakstabilan emosi juga terjadi karena mereka dilahirkan dan dibesarkan dalam keadaan yang kacau dan serba tidak pasti. Bahkan ketika anak mencoba melatih kemampuan memecahkan konflik, mustahil untuk memiliki kestabilan emosi ketika keluarganya saja tidak mengajarkan hal itu.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!
Pilihan Redaksi |
Ilustrasi Ibu dan Anak/ Foto: pexels.com/Ron Lach
Ilustrasi Ibu dan Anak/ Foto: pexels.com/Kindel Media

Ilustrasi/Foto: Freepik.com/our-team