Beauties Harus Tahu, Hak Perempuan Diperjuangkan Lewat Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Berikut Ini!

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Jumat, 25 Nov 2022 09:30 WIB
Beauties Harus Tahu, Hak Perempuan Diperjuangkan Lewat Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Berikut Ini!
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Tinnakorn Jorruang

Gerakan kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP) yang diperingati setiap tahunnya pada tanggal 25 November hingga 10 Desember ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mengajak masyarakat global untuk berjuang bersama demi mengakhiri kekerasan, baik pada perempuan dewasa maupun gadis muda di seluruh dunia.

Dilansir dari situs resmi 16 Days Campaign, gerakan kampanye yang bertujuan untuk membela hak asasi manusia yang juga dimiliki kaum perempuan, tetapi kerap dikesampingkan oleh budaya patriarki ini, memiliki sejarah panjang sebagai berikut!

Sejarah Gerakan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

Kampanye 16 hari anti kekerasan diperkenalkan oleh Center for Women’s Global Leadership (CWGL) dan feminis-feminis dari seluruh dunia dalam Women’s Global Leadership Institute yang dihelat pada 1991 sebagai bentuk panggilan untuk memerangi kekerasan berbasis gender.

Upaya ini dimulai dengan munculnya petisi yang ditujukan pada konferensi dunia PBB tentang Hak Asasi Manusia yang diadakan di Wina pada tahun 1993 agar secara komprehensif menangani hak asasi perempuan dan mengakui bahwa kekerasan berbasis gender sebagai salah satu masalah dalam hak asasi manusia.

Ilustrasi kekerasan (Foto: Pexels/Anete Lusina)
Ilustrasi kekerasan (Foto: Pexels/Anete Lusina)

Sebelum internet digunakan secara luas seperti saat ini, petisi tersebut diedarkan ke 24 negara dan diterjemahkan dalam 23 bahasa. Berkat kerja keras seluruh pihak yang terkait, kekerasan terhadap perempuan akhirnya diakui secara resmi sebagai bentuk pelanggaran HAM di Wina.

Sejak itu, kampanye 16 hari anti kekerasan dirayakan secara rutin setiap tahunnya dari mulai tanggal 25 November, yang juga diperingati sebagai hari anti kekerasan terhadap perempuan internasional hingga 10 Desember yang diperingati sebagai hari hak asasi manusia internasional.

Cewek Harus Tahu Kalau Hak Mereka Diperjuangkan Lewat Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Ini!

A teenager protects himself with a hand with the inscription

Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Serghei Turcanu

Perombakan dalam Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan

Pada musim gugur 2015, CWGL telah melakukan sejumlah evaluasi mendalam di mana lusinan organisasi yang berpartisipasi di dalamnya membagikan pemikiran, pengalaman, kritik, dan rekomendasi mereka mengenai kampanye 16 hari anti kekerasan yang selama ini dilakukan. Umpan balik tersebut membuat CWGL merumuskan visi baru untuk kampanye 16 hari anti kekerasan dan mengembangkan fokus mereka dalam tiga langkah.

Langkah yang pertama adalah mengalihkan fokus yang awalnya menyasar pada kesadaran bagi seluruh kelompok masyarakat menjadi menargetkan terhadap akuntabilitas atau pertanggungjawaban penuh pemerintah pada kasus kekerasan terhadap perempuan, penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan yang merupakan salah satu faktor yang melatarbelakangi kekerasan berbasis gender, serta kekebalan yang membuat praktik kekerasan ini bertahan.

Ilustrasi kekerasan (Foto: Pexels/MART PRODUCTION)
Ilustrasi kekerasan (Foto: Pexels/MART PRODUCTION)

Langkah yang kedua adalah menekankan aspek kontinuitas dari gerakan kampanye 16 hari anti kekerasan agar tidak hanya disorot pada 16 hari tertentu saja, tetapi juga dijaga semangatnya agar bertahan selama 365 hari nonstop. Apalagi CGWL akan segera meluncurkan platform terbarunya pada 21 November mendatang agar bisa lebih sering berkomunikasi dengan berbagai pihak yang mendukung kampanyenya tersebut.

Langkah yang terakhir adalah melakukan call to action untuk seluruh pendukung gerakan kampanye di seluruh dunia untuk bekerja sama meraih pencapaian lain bagi kaum perempuan yang sebelumnya berhasil diwujudkan ketika organisasi buruh internasional (ILO) akhirnya mengadopsi konvensi yang mengikat secara hukum untuk mengakhiri kekerasan berbasis gender di dunia kerja pada Juni 2019.

Pada tahun 2022, kampanye ini melanjutkan tema yang telah diambil pada tahun 2021, yakni ending femicide. Kampanye ini juga bekerja sama dengan inisiator CWGL lainnya untuk membangun tema tersebut demi mengakhiri kekerasan berbasis gender yang ada di dunia kerja.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE