STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Benarkah Perempuan Bisa Lebih Multitasking dari Pria? Ini Jawaban Para Ahli!

Michelle Florenzia | Beautynesia
Selasa, 29 Nov 2022 17:00 WIB
Benarkah Perempuan Bisa Lebih Multitasking dari Pria? Ini Jawaban Para Ahli!

Penelitian mengatakan dalam kasus tertentu, perempuan lebih baik dari pria dalam urusan multitasking. Pria dinilai lebih lambat dan kurang teroganisir dibandingkan dengan perempuan ketika beralih dengan cepat antar tugas berdasarkan sebuah tes yang dilakukan oleh psikologi Inggris.

Dicuplik dari media BBC, menurut jurnal BMC Psychology, kedua jenis kelamin baik itu perempuan maupun pria berjuang untuk mengatasi prioritas pekerjaan, tetapi pria hanya pada rata-rata saja.

Dikatakan,"Pertanyaannya sekarang adalah mengapa? Dan apakah untuk semua jenis multitasking atau hanya situasi tertentu?"

"Jika pria benar-benar lebih lambat daripada perempuan, hal itu bisa berdampak serius pada bagaimana tempat kerja diatur," ungkap penulis penelitian, Dr. Gijsbert Stoet dari Universitas Glasgow.

"Multitasking semakin penting di kantor, tetapi sangat mengganggu, semua gadget ini mengganggu alur kerja kami," ujar Stoet.

Ilustrasi bekerja/Foto: Freepik.com/jcompIlustrasi bekerja/Foto: Freepik.com/jcomp

Studi sebelumnya mengenai gender dan multitasking telah menarik kesimpulan yang sangat berbeda.

Satu percobaan di Tiongkok menemukan bahwa perempuan mengungguli rekan pria mereka. Sementara di Swedia menemukan, bahwa pria sebenarnya lebih baik daripada perempuan dalam melakukan banyak tugas ketika melibatkan tugas spasial seperti kemampuan mengenali berbagai hubungan dalam bentuk gambar.

Untuk menyelesaikan argumen tersebut, Stoet dan rekannya mulai membandingkan perempuan dan pria dalam jenis multitasking tertentu. Yakni di saat seseorang harus menghadapi banyak tugas dalam suksesi cepat, tapi tidak secara bersamaan.

Hal tersebut termasuk pekerjaan kantor yang beralih antara email masuk, panggilan telepon, tugas, sambil berlari masuk dan keluar dari rapat. 

Contoh lainnya yaitu orangtua dalam rumah tangga. Ketika mereka memasak makanan sambil menjaga anak kecil kemudian tiba-tiba harus menjawab telepon.

Hasil Tes Pertama: Pria 77 Persen Lebih Lambat, Perempuan 69 Persen Lebih Lambat

Ilustrasi Multitasking
Ilustrasi Multitasking/foto:Unsplash

 Pertama, para peneliti membandingkan 120 perempuan dan 120 pria dalam sebuah tes komputer yang melibatkan pergantian tugas-tugas dari menghitung dan mengenali bentuk. Hasilnya, pria dan perempuan setara ketika tugas ditangani satu per satu. Namun ketika tugas digabungkan, ada perbedaan yang jelas. 

Baik perempuan maupun pria melambat, dan mereka membuat lebih banyak kesalahan saat pergantian tugas menjadi lebih cepat. Namun pria secara signifikan lebih lambat melakukan respon dengan 77 persen. Sementara perempuan mengambil respon 69 persen lebih lama.

"Perbedaannya mungkin tampak kecil, tapi akan bertambah selama hari kerja atau minggu," kata Stoet.

Hasil Tes Kedua: Perempuan Lebih Terorganisir Saat di Bawah Tekanan

Ilustrasi Multitasking
Ilustrasi Multitasking/foto:unsplash

Agar percobaan lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari, para peneliti mencoba melakukan tes kedua.

Sekelompok perempuan dan pria diberi waktu delapan menit untuk menyelesaikan serangkaian tugas dengan menemukan restoran yang ada di peta, mengerjakan soal matematika sederhana, menjawab panggilan telepon, dan memutuskan bagaimana mereka akan mencari kunci yang hilang di lapangan.

Menyelesaikan semua tugas ini dalam delapan menit dirasa tidak mungkin, sehingga memaksa perempuan dan pria untuk memprioritaskan, mengatur waktu mereka, dan mencoba untuk tetap tenang di bawah tekanan.

Hasilnya, dalam tugas mencari kunci, perempuan menampilkan kinerja lebih unggul dari pria, kata rekan Stoet yaitu Profesor Keith Laws dari Universitas Hertfordshire.

Ilustrasi fokus bekerja/ Foto: Freepik.com/timeimageIlustrasi bekerja/ Foto: Freepik.com/timeimage

"Anda dapat melihat dari gambar, perempuan menggunakan pola pencarian metodis, seperti berkeliling lapangan dalam lingkup persegi panjang konsentris. Itu adalah strategi yang sangat produktif untuk menemukan objek yang hilang," tutur Laws.

"Sementara beberapa pria bahkan tidak mencari di seluruh lapangan dengan cara tertentu, itu aneh," lanjutnya.

Laws menambahkan bahwa perempuan lebih terorganisir saat berada di bawah tekanan. "Mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk berpikir pada awalnya, sedangkan pria memiliki sedikit impulsif dan melompat terlalu cepat," ujar Laws.

"Ini menunjukkan bahwa dalam situasi stres dan kompleks, perempuan lebih bisa berhenti dan berpikir tentang apa yang terjadi di depan mereka," lanjut Laws menjelaskan.

Secara keseluruhan, Dr. Gijsbert Stoet dan Profesor Keith Laws menyimpulkan bahwa perempuan memiliki keunggulan dibandingkan pria dalam multitasking di situasi tertentu.

Hasil Penelitian Lainnya

Ilustrasi Multitasking
Ilustrasi Multitasking/foto:unsplash

Psikolog, Dr. Dongning Ren dari Chinese Academy of Sciences mengatakan bahwa penelitian ini merupakan tambahan yang berguna untuk perdebatan ilmiah.

Menurut Ren penelitian yang dilakukan oleh Dr. Gijsbert Stoet dan Profesor Keith Laws menunjukkan hasil yang serupa dengan apa yang dia teliti.

"Dalam penelitian saya sendiri, saya menemukan hasil yang serupa, jadi ini menambah dukungan untuk kesimpulan ini," katanya kepada BBC.

"Tetap saja ada kemungkinan bahwa untuk tugas-tugas tertentu, pria mungkin lebih baik dalam multitasking. Itu mungkin tergantung pada sifat tugas yang berurutan atau simultan," tutur Ren.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE