sign up SIGN UP

Bikin Geram! Perempuan Ini Diduga Alami Pelecehan Seksual saat Instagram Live, Pelaku Sempat 'Playing Victim'

Nadya Quamila | Beautynesia
Rabu, 03 Aug 2022 11:00 WIB
Bikin Geram! Perempuan Ini Diduga Alami Pelecehan Seksual saat Instagram Live, Pelaku Sempat 'Playing Victim'
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Pheelings Media
Jakarta -

Pelecehan seksual bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, tak terkecuali di dunia maya. Baru-baru ini seniman perempuan asal Bandung Irvine Jasta diduga mengalami pelecehan seksual secara verbal saat sedang melakukan Instagram Live pada Selasa (2/8). Ketika ia berani menegur, sang pelaku malah melakukan 'playing victim' hingga mengancam balik Irvine.

Kala itu, Irvine sedang live di Instagram bersama seorang temannya yang berada di Jepang. Di Instagram live itu, ibu dua anak itu tengah melakukan live painting sembari membahas merk cat dan membicarakan koleksi mainan Hot Wheels di studionya.

Siaran tersebut berjalan lancar, sampai akhirnya seorang pengguna Instagram yang diduga pelaku melemparkan pertanyaan kepada Irvine di kolom komentar. Awalnya, ia bertanya apa rahasia awet muda Irvine.

A teenager protects himself with a hand with the inscription Ilustrasi korban pelecehan seksual/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Serghei Turcanu

"Saya menjawab, 'ya bergaul dengan anak muda, dong, seperti saya dan Tama (teman Irvine) ini. Kebetulan Tama sedang sekolah dan kerja di Jepang, ayo yang mau tanya-tanya boleh, lho," ungkap Irvine, dikutip dari akun Instagramnya @irvinejasta. Beautynesia telah mendapatkan izin dari Irvine Jasta untuk mengutip pernyataan tersebut.

Namun tidak disangka-sangka, tiba-tiba pelaku memberikan komentar tidak senonoh yang termasuk pelecehan seksual secara verbal. Sontak, Irvine pun merasa kaget dan shock. Tubuhnya pun sempat membeku. 

"Belasan tahun saya ada di komunitas yang didominasi pria, tidak pernah ada satu orang pun yang pernah melakukan hal seperti itu terhadap saya. Makanya begitu mendapat komen tersebut, saya kaget dan shock. Karena saat itu, ada 300-an viewers yang menonton saya menjelaskan review cat, live painting, dan mainan Hot Wheels," ungkap Irvine saat dihubungi Beautynesia pada Rabu (3/8).

Dengan tangan gemetar, Irvine sempat mengambil screenshot komentar dari pelaku. Perempuan yang memiliki bisnis berbasis otomotif itu mengaku sempat menegur si pelaku.

"Saya masih bisa menghentikan live IG dengan tenang, sempat pamitan dengan viewers sementara si pelaku masih membalas dengan 'hehe saya bercanda' waktu saya tegur," tambahnya.

Memutuskan untuk Berani Speak Up

Selesai Instagram Live, Irvine pun lantas menceritakan kejadian tak menyenangkan yang ia alami kepada suami dan adiknya. Ia pun memutuskan untuk bersuara karena ia merasa punya platform yang cukup besar untuk bisa didengar.

Irvine mengunggah kejadian yang ia alami ke Instagram Story dan menjelaskan apa yang telah dilakukan pelaku. Namun, pelaku 'meneror' meminta Irvine untuk menghapusnya.

"Pelaku playing victim lalu mengancam balik saya dan adik saya untuk pencemaran nama baik. Semalaman dia meneror saya untuk menghapus Insta story tentang dia," ujar Irvine.

Adik Irvine sendiri sudah menghubungi pelaku dan setuju untuk bertemu untuk menyelesaikan kasus tersebut.

[Gambas:Instagram]

"Saya cuma mau ketemu dia, ketemu orangtuanya dan nyuruh dia minta maaf ke ibu kandungnya, atas apa yang dia lakukan terhadap saya. Biar dia sadar, saya juga seorang ibu untuk anak anak perempuan saya. Saya seorang perempuan, saya seorang ibu, buat saya hal in bukan hal kecil," tutur Irvine.

Keputusan Irvine untuk berani speak up rupanya membuat perempuan lain merasa terwakili, dan hal tersebut membuatnya semakin berani untuk mencari keadilan. 

"Banyak DM yang masuk, ternyata si pelaku ini sering melakukan pelecehan verbal melalui Instagram Live para perempuan, WhatsApp ataupun DM (terhitung udah 3 orang yang laporan ke saya)," ungkap Irvine.

Masih Banyak yang Menormalisasi Pelecehan Seksual Verbal

A woman's hands in front of her face.Ilustrasi korban pelecehan seksual/ Foto: Getty Images/markgoddard

Sangat disayangkan, masih banyak yang menormalisasi pelecehan seksual berbentuk verbal karena dianggap 'harmless' atau hanya sekadar candaan. Perlu dipahami, candaan bukan lagi candaan apabila menyakiti pihak lain, apalagi sampai melecehkan hingga meninggalkan luka mendalam dan trauma.

Bentuk pelecehan seksual verbal yang termasuk pelecehan seksual non fisik sendiri meliputi pernyataan, gerak tubuh, atau aktivitas yang tidak patut dan mengarah kepada seksualitas dengan tujuan merendahkan atau mempermalukan.

"Banyak kasus anxiety dan mental yang hancur, "HANYA" gara-gara komentar tidak baik di platform media sosial. Pelaku sexual harassment baik verbal maupun fisik, harus mendapatkan efek jera," papar Irvine.

Ketika mengalami kejadian tersebut, Irvine sempat berpikir apakah ia telah melakukan kesalahan atau 'mengundang' orang melontarkan komentar demikian.

"Untuk kami, perempuan yang mengalami pelecehan seperti ini, rasanya tidak enak. Dalam hitungan detik, sewaktu saya membaca komen tersebut, saya berpikir mungkin saya salah ya, apa mungkin saya yang 'mengundang' seseorang untuk berkata seperti itu,"

Namun, terbukti dari kejadian yang dialami Irvine, pakaian bukan faktor penyebabnya. 

"Kejadian ini terbukti kan ternyata bukan dari pakaian si perempuan yang mengundang, tapi memang pelaku nya yang amoral. Saat itu saya memakai t-shirt, membahas hal hal yang sangat jauh dari pembahasan sexual, tapi ternyata bisa kena juga," paparnya.

HELP, Teenager with help sign. girl holding a paper with the inscription. Homeless person with help sign. teenage girl in casual clothes holding sheet of paper. Girl holding sheet of paper with word HELP on grey wall backgroundIlustrasi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/dragana991

Mengalami pelecehan seksual tentu bukan hal yang mudah. Korban bisa merasa cemas, ketakutan, merasa tidak berharga, hingga depresi. Irvine pun berpesan jika menjadi korban pelecehan seksual dan belum berani bersuara di platform yang besar, bisa bercerita ke orang terdekat dahulu.

"Meskipun kalian belum berani, setidaknya kalian bisa cerita ke orang terdekat terlebih dahulu, kumpulkan bukti bukti yang ada, dan minta bantuan lembaga perlindungan perempuan apabila tidak mendapat dukungan dari orang terdekat. I got your back!" tuturnya.

Ia juga menambahkan, "Menjadi perempuan memang tidak mudah, tapi bukan kita yang salah, yang salah adalah pelaku."

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id