sign up SIGN UP

Diduga Alami Pelecehan, Perempuan Ini Berani Melawan & Bersuara: Kalau Bukan Saya yang Membela Diri Sendiri, Siapa Lagi?

Nadya Quamila | Beautynesia
Jumat, 29 Jul 2022 11:00 WIB
Diduga Alami Pelecehan, Perempuan Ini Berani Melawan & Bersuara: Kalau Bukan Saya yang Membela Diri Sendiri, Siapa Lagi?
caption
Jakarta -

Berjalan-jalan seorang diri di ruang publik atau sekitar rumah sembari menikmati pemandangan dan menghirup udara segar mungkin terdengar seperti sebuah kegiatan biasa. Namun bagi perempuan, kegiatan sederhana tersebut bisa menjadi begitu 'mahal'.

Terkadang ada rasa takut, cemas, dan khawatir membayangi ketika perempuan ingin berjalan-jalan sendiri di ruang publik atau bahkan sekitar rumah. Seperti yang diketahui, kasus pelecehan seksual semakin marak terjadi di mana saja. Kaum perempuan pun sering kali menjadi korban.

Hal tersebut juga baru-baru ini dialami oleh Evisenna. Ia diduga mengalami pelecehan saat sedang berjalan-jalan bersama sang anak di sekitar komplek perumahan. Ada seorang pria yang diduga mengikutinya dan membuatnya merasa tidak nyaman.

Tidak tinggal diam, ia pun merekam aksi pria tersebut dan berani melawan. Ia juga mengunggah kejadian tersebut yang terjadi pada Senin (25/7) di kawan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, di media sosialnya.

Diduga Alami Pelecehan saat Berjalan di Komplek Perumahan

Pria yang diduga mengikuti Evi saat sedang berjalan di komplek perumahanPria yang diduga mengikuti Evi saat sedang berjalan di komplek perumahan/ Foto: Tangkapan Layar/Instagram

"Jadi saat itu saya sedang berjalan kaki keliling komplek dengan anak perempuan saya yang berusia 1 tahun. Aktivitas ini sudah saya lakukan hampir setiap hari sejak 6 bulan terakhir. Namun pada hari itu ada kejadian tidak mengenakkan, yaitu saya diikuti oleh seorang pria mengendarai sepeda motor," ungkap Evisenna saat dihubungi Beautynesia, Rabu (27/7).

Evi, panggilannya, menyadari bahwa ia sedang diikuti pria tersebut. Benar saja, ia kemudian mendengar suara motor pria tersebut semakin mendekat dari arah belakang. Saat itu juga, Evi sontak memutar badannya dan menghadap pria tersebut.

"Setelah beberapa saat saya mendengar motornya semakin mendekati saya dari arah belakang, saat itu saya langsung memutar badan, menghadap pria tersebut, dan betul saja, posisi dia sudah sangat dekat. Lalu dia berhenti di depan saya," tuturnya.

Dugaan pelecehan seksual di Jakarta SelatanDugaan pelecehan seksual di Jakarta Selatan/ Foto: Tangkapan Layar/Instagram

Pria tersebut kemudian mengajak Evi berkenalan. Namun, Evi merasa situasi tersebut sangat aneh lantaran pria tersebut masih berada di atas motor yang kondisinya masih menyala, dan menggunakan masker beserta helm.

Evi pun menolak permintaan pria tersebut dengan sopan dan baik-baik. Pria tersebut kemudian pergi. Evi pikir pria tersebut pergi ke luar dari daerah komplek perumahan menuju jalan raya, namun ternyata tidak.

"Saya tolak baik-baik, saya bilang nggak bisa. Lalu pria tersebut pergi. Saya pikir dia akan pergi keluar dari daerah komplek menuju jalan raya, namun ternyata tidak. Jadi dia putar balik, maju sekitar 50 meter di depan saya, dan berhenti lagi, dan menunggu saya lewat. Dia itu berhentinya di perempatan komplek, jadi saya pasti lewat situ dan itu memang rute saya jalan pulang ke rumah," ujar Evi.

Berani Melawan dengan Merekam Pelaku

Merasa tidak nyaman dan melihat gelagat aneh, Evi pun langsung menyiapkan ponselnya untuk merekam. Ia kemudian menghampiri pria tersebut dan bertanya mengapa mengikuti dirinya.

"Ngapain dari tadi bolak-balik di sini?" tanya Evi.

"Jujur saya mau kenalan sama kakak dari tadi, beneran," balas pria tersebut.

[Gambas:Instagram]

Evi pun terus bertanya mengapa pria tersebut bolak-balik dan mengikutinya. Evi dengan lantang mengungkapkan bahwa ia merasa terganggu dan sempat memanggil orang sekitar untuk menjelaskan situasinya. Pria tersebut kemudian pergi.

Namun tak lama, pria tersebut kembali menghampiri Evi sambil mengendarai sepeda motor. Ia berlagak sedang merekam Evi dengan ponselnya dan memaki Evi. Setelah itu, pria tersebut benar-benar pergi.

Bukan Pengalaman Pertama

Setelah membagikan video tersebut di media sosial, banyak netizen yang turut prihatin atas kejadian tersebut dan kagum dengan keberanian dan keteguhan hati Evi ketika berhadapan dengan situasi yang tak mengenakkan.

Evi mengungkapkan bahwa itu bukan pengalaman pertamanya dilecehkan. Ketika ia duduk di bangku SD, ada seorang pria dewasa yang tiba-tiba menunjukkan alat vitalnya saat ia sedang berada di kolam renang umum. Ia juga pernah dilecehkan saat dibonceng di atas motor oleh pengendara lain yang memegang area tubuhnya.

Berbagai pengalaman traumatis tersebut pernah dirasakan Evi, sehingga pada akhirnya membuatnya berani bersuara dan membela dirinya.

Teen boy protects himself with his hand in the palm of his inscription Ilustrasi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Serghei Turcanu

"Jadi karena banyaknya kejadian seperti ini yang saya alami, saya udah mulai mengantisipasi, kalau-kalau sampai terjadi lagi, saya udah tahu bahwa saya mau maju, saya mau bersuara, saya mau menghampiri pelaku. Saya mau buat dia malu, saya bersuara keras, saya mau minta bantuan dari masyarakat sekitar," tuturnya.

Berani bersuara dan mengonfrontasi langsung pelaku di saat kejadian bukanlah hal yang mudah. Korban bisa jadi mengalami shock, panik, takut, kaku, dan tidak bisa bergerak. Kondisi ini sendiri dikenal sebagai tonic immobility, yaitu kelumpuhan sementara pada seseorang saat menghadapi ancaman intens, misalnya seperti pelecehan seksual.

Evi juga mengalami yang namanya takut, shock, dan 'membeku' ketika mengalami pelecehan. Namun, ia berusaha mengingatkan diri sendiri bahwa jika bukan ia yang membela dirinya sendiri, siapa lagi?

"Saya mengerti banget kalau misalkan pas kejadian pelecehan terjadi pasti shock dan kaget banget, nggak tau mau ngapain, nge-freeze, nggak nyaman, khawatir dan takut," ungkapnya.

"Pelaku pelecehan seksual mungkin tidak menyangka kalau korbannya akan melawan. Cuma kalo saya, saya berusaha mengingat kalau bukan saya sendiri yang ngebela diri saya, siapa lagi? Terus saya mau maju, mau bela diri saya, saya mau buat pelaku merasa malu paling enggak, membuat dia kaget, nggak nyaman," tutupnya.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id