sign up SIGN UP

Hanya Diam dan Tidak Membantu Korban Pelecehan, Kenali Fenomena Bystander Effect dan Cara Menyikapinya

Riswinanti Pawestri Permatasari | Beautynesia
Jumat, 05 Aug 2022 15:00 WIB
Hanya Diam dan Tidak Membantu Korban Pelecehan, Kenali Fenomena Bystander Effect dan Cara Menyikapinya
Memahami bystander effect dalam kejadian pelecehan seksual/Foto: Freepik

Pelecehan bisa terjadi pada siapa saja dan di mana saja, bahkan di ruang publik yang ramai. Namun, satu hal yang menjadi sorotan pula adalah reaksi orang-orang sekitar yang tidak memberikan pertolongan, justru hanya diam menonton atau sibuk merekam tindak pelecehan. Hal ini dikenal dengan istilah bystander effect sementara pelakunya disebut bystander.

Dalam konteks aksi pelecehan seksual, bystander adalah orang yang hadir atau berada di lokasi kejadian, namun tidak menolong korban dan mengabaikan apa yang terjadi. Sejauh ini sudah banyak beredar kasus di mana korban pelecehan seksual menjadi tontonan tanpa mendapat pertolongan dari orang di sekitarnya.

Sebenarnya apa itu bystander effect? Kenapa orang-orang justru membisu saat ada seseorang membutuhkan pertolongan di depan mata? Yuk, kita pahami lebih jauh!

Apa Itu Bystander Effect?

Apa Itu Bystander Effect?  Bystander Effect dalam Pelecehan Seksual/Foto: Pixabay.com/SplitShire
Apa Itu Bystander Effect? Bystander Effect dalam Pelecehan Seksual/Foto: Pixabay.com/SplitShire

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bystander merupakan seseorang yang ada pada suatu peristiwa, seperti kekerasan dan pelecehan seksual, namun tidak terlibat dalam peristiwa tersebut. Mereka cenderung tidak membantu korban ketika banyak orang yang hadir di tempat kejadian.

Dilansir dari laman Very Well Mind, bystander effect adalah fenomena di mana semakin besar jumlah orang yang hadir, semakin kecil kemungkinan orang untuk membantu seseorang dalam kesulitan.

Psikolog Bibb Latané, sebagaimana dilansir dari BBC, mengatakan bahwa ketika orang-orang berada di ruang publik, dan melihat orang lain belum melakukan apa-apa, maka bagi mereka tidak ada alasan untuk melakukan apapun juga.

Khususnya dalam kasus pelecehan seksual, bystander effect ini akan memberikan dampak ganda pada korban. Selain rasa sakit akibat tindak asusila itu sendiri, korban juga akan terbebani dengan rasa malu karena aksi tersebut disaksikan, bahkan direkam banyak orang, namun tidak ada yang memberi pertolongan.

Bagaimana Sikap Bystander Bisa Terjadi?

A woman's hands in front of her face.Ilustrasi korban pelecehan seksual/ Foto: Getty Images/markgoddard

Sikap membeku seperti ini tidak hanya terjadi dalam kasus pelecehan seksual. Menurut pandangan psikologi, sebagaimana dilansir dari detikHealth, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan munculnya perilaku bystander pada seseorang, yaitu:

  • Adanya sikap tidak peka dalam keramaian.
  • Orang tersebut merasa takut kemudian membeku ketika melihat peristiwa yang berbahaya dan menakutkan.
  • Merasa tidak tahu harus bersikap seperti apa, dan tidak tahu bagaimana cara yang tepat untuk membantu si korban. Kemudian mereka berpikir bahwa nantinya akan ada orang lain yang menolong.
  • Adanya rasa takut ikut campur dalam sebuah peristiwa. Mereka khawatir akan terjadi hal lebih buruk padanya jika ikut masuk dalam peristiwa menakutkan tersebut.

Meski demikian, perlu dipahami bahwa penyebab di atas hanyalah prediksi. Menurut Bibb Latané, cukup sulit mengetahui secara pasti mengapa orang-orang tidak melakukan aksi pertolongan ketika melihat aksi pelecehan seksual.  

Namun sebagian orang yang merekam kejadian tersebut dengan layar ponsel beranggapan bahwa rekaman video peristiwa tersebut nantinya akan bermanfaat bagi korban, misalnya dijadikan barang bukti pada polisi.

Lalu Bagaimana Menyikapinya?

Pendampingan seperti bantuan moral sangat penting bagi korbanIlustrasi/Foto: Freepik

Fenomena bystander effect pada dasarnya adalah respon dari rasa takut, bingung, serta tak tahu harus berbuat apa. Meski demikian, hal ini bukan masalah yang bisa dibiarkan karena bisa mengakibatkan trauma mendalam pada korban pelecehan seksual. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan di lokasi kejadian, agar fenomena ini tidak semakin parah:

  • Tumbuhkan rasa empati pada korban, dan berusahalah bertindak jika menyaksikan aksi pelecehan seksual.
  • Jika kamu merasa takut atau cemas, coba hubungan pihak yang berwajib untuk meminta pertolongan.

Nah, itu tadi sekilas tentang bystander dalam peristiwa pelecehan seksual. Perlu diketahui bahwa bystander effect juga terjadi karena efek domino. Kebanyakan orang membeku karena tidak ada yang berinisiatif menolong. Namun ketika satu saja orang bertindak, maka orang lain juga akan membantu.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id